Mitsubishi Grand Lancer 2017 : Kok Jadi Begini?

Mitsubishi Grand Lancer 2017 : Kok Jadi Begini?
0  komentar

AutonetMagz.com – Sudah tersiar di mana-mana jika Mitsubishi sudah siap menyuntik mati Lancer, karena sudah tidak prospektif lagi dibandingkan crossover atau SUV jualan mereka. Kabar itu benar, tapi Mitsubishi memutuskan untuk membiarkan Lancer tetap bernafas di beberapa negara. Ya, apa yang anda lihat ini adalah Mitsubishi Grand Lancer 2017 yang siap diperdagangkan Mitsubishi di China, Taiwan dan Malaysia.

Eh, tunggu, Mitsubishi Grand Lancer? Ya, anda tidak salah baca dan saya tidak salah ketik. Ini bakal jadi nama resmi Lancer baru. Apa mau meniru Livina ya, pakai kata Grand? Mitsubishi kan sekarang milik Nissan? Ah, sudahlah. Mitsubishi memutuskan untuk memakai brand identity baru mereka ke Grand Lancer yang notabene merupakan Lancer EX yang kita kenal baik di sini sebagai mobil polisi. Hasilnya? Satu kata : Maksa. Untung pelek barunya bagus.

Di samping, ada tarikan garis tegas dan tebal yang berusaha menguatkan aura sporty, satu dari sedikit elemen desain yang boleh juga usahanya. Bagian belakangnya? Lebih tidak nyambung lagi dengan desain keseluruhan, karena sangat (lagi-lagi) maksa. LED sih, tapi bentuknya tidak selaras antara lampu dan bentuk total mobil. Jujur deh, Lancer EX yang muncul 2007 masih lebih ganteng daripada Mitsubishi Grand Lancer ini.

Interiornya masih menampakkan nuansa Mitsubishi Lancer EX, namun kini dengan konsol tengah baru dan head unit yang lebih canggih. Ubahan yang kami suka adalah panel instrumen yang full LCD, macam Honda Civic Turbo versi Amerika. Opsional sih, tapi ini keren. Sedikit intermezzo, odometer yang menampilkan angka “666,6” sedikit membuat saya berpikir,”Ini Grand Lancer hasil konspirasi dengan Satan ya?

Satu-satunya pilihan mesin hanya mesin 1.800 cc 4 silinder SOHC dengan MIVEC, bertenaga 138 hp dan diteruskan ke roda depan via transmisi CVT khas Mitsubishi, yang mereka biasa labeli dengan nama “INVECS CVT”. Kata Mitsubishi, mereka sudah memperbarui CVT-nya, jadi mungkin ada bedanya dengan milik Lancer EX. Hm, bisa jadi mesin ini kalah nikmat dibanding mesin 2.000 cc MIVEC milik Lancer EX yang 150 hp-an waktu masih baru.

Secara overall, kami tidak melihat Lancer ini sebagai kontestan yang serius mau sukses di kelasnya, terkesan sangat main-main dan asal jadi. Lihat saja rivalnya macam Subaru Impreza, Honda Civic, Mazda 3 SkyActiv dan Toyota Corolla Altis sudah jauh lebih cakep, canggih dan segar, sementara Lancer malah makin memble. Padahal harapannya Mitsubishi bisa minta bantuan Renault-Nissan untuk membuat Lancer tetap bertaji, minimal bisa pinjam platform CMF kan?

Kalau soal mesin sih, saya percaya Mitsubishi juga jago, sendiri pun mereka bisa kok. Perlukah dibawa ke sini? Saya rasa sih tidak usah saja. Untuk Mitsubishi Taiwan, China dan Malaysia, kalian boleh simpan sendiri Mitsubishi Grand Lancer ini, tidak usah diekspor ke sini pun tak apa-apa, kami takkan keberatan kalau tidak dapat Lancer yang mengidap Cancer ini. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: