Michelin Uptis : Mimpi Buruk Tukang Tambal Ban

by  in Berita&Hi-Tech
0  komentar

Autonetmagz.com – Bisa dibilang bahwa sekarang adalah masa di mana konsep-konsep teknologi mobil ramai direalisasikan. Dari desain, fitur, hingga teknologi keamanan dan kenyamanan berkendara, semua bergerak menuju arah positif. Tapi membicarakan konsep inovasi berkendara yang terealisasi, apa kalian ingat dengan teknologi airless tire yang dahulu sempat booming karena inovasi ini sangatlah membantu aspek keamanan, kenyamanan, dan perawatan mobil itu sendiri. Anda betul jika menebak kalau teknologi airless tire sudah bisa diproduksi secara massal, semua berkat Michelin dan General Motors (GM).

Adalah Uptis, nama dari ban tanpa angin atau istilah ilmiahnya non-pneumatic tires (NPT) yang siap diproduksi massal oleh pabrikan ban asal Prancis dan grup manufaktur mobil asal Amerika tersebut. Dengan desain yang sangat futuristik karena dinding ban yang memiliki rongga hingga tembus mengekspos struktur ban, ada yang pro dan juga kontra memang untuk hal itu. Tetapi satu yang pasti, Michelin Uptis ini benar-benar straight outta SciFi movie! Sebelumnya memang Michelin sudah menciptakan NPT bernama Tweel, namun untuk Uptis ini lebih difokuskan untuk produksi passenger car.

Mungkin anda ragu apakah bisa sang Uptis menahan beban mobil dalam berkendara tiap hari, melihat struktur ban yang berbeda dari biasanya. Untuk itu Michelin membeberkan bahan yang dibuat dalam menciptakan inovasi NPT ini. Selain karet komposit yang memang menjadi bahan dasar pembuatan ban mobil, mereka menggunakan fiberglass yang mengandung resin untuk lebih memperkuat struktur ban. Sehingga ban mobil ini jauh lebih kuat dari segi menahan beban mobil hingga menempuh kecepatan tinggi, dibandingkan saat dalam bentuk konsepnya. Hingga saat ini Michelin serta GM sudah mengetes kekuatan ban Uptis yang dipasangkan pada Chevrolet Bolt EV.

Kelebihan yang akan kalian dapatkan jika memiliki ban ini terhitung cukup banyak. Anda tidak perlu takut ban mengalami kebocoran, mledug di tengah jalan, hingga permukaan yang tidak rata karena over atau under inflated. Hal ini berefek pada perawatan ban dan juga masa pakainya sehingga dapat mengurangi penggantian ban yang terlalu dini. Sekelebat info, Michelin membagikan data mengenai jumlah ban yang dibuang karena kerusakan prematur mencapai 200 juta per tahunnya. Jadi secara tak langsung, dengan menggunakan Uptis kita dapat mengurangi limbah karet dunia, go green on the go.

Namun ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor minus dalam Michelin Uptis tersebut. Pertama adalah, berapa lama strukturnya mempertahankan bentuk ban sehingga tidak ‘lemas’ dan menyebabkan visual yang terlihat seperti ban kempis. Kedua adalah ketiadaan dinding ban, dimana hal tersebut mengurangi sisi keamanan dari ban karena desain yang mengekspos struktur ban, kuat kah menahan gangguan yang masuk ke dalam sela-sela strukturnya. Lalu yang ketiga adalah soal harga, melihat ban run flat tire (RFT) saja memiliki harga yang cukup tinggi, bagaimana dengan NPT yang satu ini?

Michelin dan GM sendiri baru akan mulai memproduksi massal ban terbaru ini pada 2024 nanti pada kendaraan penumpang. Semoga dengan adanya waktu selama 5 tahun untuk pengetesan jalan dan pengembangan lebih lanjut, kami harap Uptis ini benar-benar terealisasikan. Walaupun sebenarnya teknologi ban tanpa angin ini sudah kita terapkan dari zaman dulu kala, terdapat pada andong atau delman istimewa.

Read Prev:
Read Next: