Mercedes-Benz EQC 2020, Kesiapan Mercy Hadapi Pasar EV?

by  in  Mercedes-Benz & Mobil Baru
Mercedes-Benz EQC 2020, Kesiapan Mercy Hadapi Pasar EV?
0  komentar

Autonetmagz.com – Tak dapat dipungkiri kalau mobil-mobil bertenaga listrik saat ini menjadi suatu hal yang sangat populer dalam dunia otomotif. Banyaknya manufaktur yang mulai menggarap mobil yang lebih ramah lingkungan itu, membuat persaingan electric vehicle (EV) menjadi sengit. Bagaikan perang, semua manufaktur yang membuat mobil listrik saling balas membalas lewat inovasi-inovasi untuk menyempurnakan produk ‘masa depan’-nya.

Coba kita lihat, dari mulai Tesla yang memang hanya fokus mengembangkan EV hingga Wuling yang membuat EV menjadi lebih terjangkau, semuanya memiliki cara masing-masing dalam menarik hati konsumennya. Entah itu dari teknologi baterai, jarak tempuh, performa tinggi, ataupun harga yang lebih murah dari mobil listrik kebanyakan. Lalu muncul Mercedes-Benz yang minggu ini meluncurkan model produksi dari Mercedes-Benz EQC di Stockholm, Swedia, menawarkan EV dengan model SUV dari sudut pandang pabrikan Jerman tersebut.

Dari mulai desain eksteriornya, model produksi Mercedes-Benz EQ yang pertama ini masih membawa ciri khas Mercedes-Benz. Seperti pada bagian fascia depan, bodi samping, hingga buritan, desain keseluruhan masih membawa gaya Mercedes. Namun ciri tersebut dipadukan dengan gaya kendaraan masa depan hingga terlihat sedikit berbeda dengan SUV Mercedes-Benz kebanyakan. Seperti bagian headlight-nya yang seakan menyambung satu sama lain dan hal tersebut bukan seperti model produksi dari pabrikan mobil ini. Bagian taillight  juga persis seperti itu, apakah memang ini ciri khas dari seri Mercedes-Benz EQ untuk kedepannya? Bisa jadi, tapi mari kita lihat saja kedepannya.

Buka pintu depan dan mari kita lihat interior mobilnya. Terlihat jelas bahwa Mercedes-Benz EQC ini masih menganut gaya dashboard Mercedes-Benz User Experience (MBUX). Memang style khas mereka yang satu ini sudah cocok jika dipasangkan pada mobil konsep sekalipun, hingga kelihatannya pada model EQC ini dashboard menyatu dengan desain keseluruhan. Terlebih layarnya yang terbentang dari sisi pengemudi hingga ke bagian tengah bawaan MBUX, klop pokoknya.

Tapi tunggu dulu, pada bagian kisi ac desainnya berbeda karena tidak memakai garis monoton sehingga mendukung style futuristiknya. Ini adalah hal yang bagus, Mercedes-Benz ingin mencoba desain baru pada detail kecilnya. Walaupun entah mengapa kisi AC yang bergaya klasik seperti pada seri lainnya terlihat sah-sah saja dimasukkan ke mobil ini. Tapi itu di sebelahnya tombol start? Jujur mata saya agak kurang terbiasa melihat hal ini dalam mobil produksi keluaran Mercedes-Benz.

Lalu kita pindah ke sistem penggerak mobil elektrik yang satu ini. Baterai bertenaga 80 kWh (sesuai NDEC) kepunyaan Mercedes-Benz EQC dapat mensuplai output untuk motor listrik pada as roda depan maupun belakangnya hingga sebesar 402 hp dengan torsi 765 Nm. Mercedes-Benz EQC ini adalah sebuah mobil listrik jadi anda tak perlu bingung mengapa torsinya bias sangat besar, dari 0-100km/h saja hanya membutuhkan waktu 4,9 detik. Sayang top speed sang SUV elektrik dibatasi pada kecepatan 180km/h saja, padahal potensinya besar nih.

Untuk fitur-fiturnya sendiri, pabrikan ini membuat kabin lebih senyap karena penempatan pelapis karet yang ada pada tiap bagian subframe, mendesai crumple zone agar melindungi baterai, dan memsangkan teknologi predictive speed adjustment. Mercedes-Benz EQC juga dilengkapi dengan fast charging karena memiliki water-cooled onboard charger berkapasitas 7,4 kW, jadi untuk mengisi daya dari 10%-80% hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit saja. Range dari baterainya pun mencapai 450 km menurut NDEC, walaupun memang masih kalah dengan Jaguar I-Pace yang mempunyai range sejauh 485 km.

Eh kok, mobil ini tidak memiliki bagasi depan layaknya mobil listrik kebanyakan? Sayangnya tidak, tempat yang harusnya menjadi frunk tersebut dipakai oleh Mercedes-Benz untuk motor listrik bagian depan. Mengapa butuh space sebanyak itu? Bagaimana menurutmu mobil yang mirip dengan model konsepnya ini wahai Autonetfans? Ramaikan kolom komentar di bawah.

Read Prev:
Read Next: