Mercedes-Benz EQ Silver Arrow : Penghormatan Sebuah Pusaka

Mercedes-Benz EQ Silver Arrow : Penghormatan Sebuah Pusaka
0  komentar

AutonetMagz.com – Seperti postingan bertema “Throwback” di Instagram, salah satu cara untuk menghargai momen-momen yang sudah terjadi di masa lampau serta membekas di ingatan adalah dengan menghidupkannya kembali. Kita biasa membuat postingan “Throwback” di media sosial menggunakan foto-foto masa lalu, tapi Mercedes-Benz punya cara untuk membuat postingan “Throwback” mereka lebih mengundang decak kagum daripada sekedar membangkitkan kenangan.

Adalah mobil Mercedes-Benz W125 dari tahun 1937 yang menjadi objek “Throwback” Mercedes-Benz. Mobil ini jadi mobil pertama yang mencatatkan kecepatan 432,7 km/jam di jalan raya, jauh sebelum adanya Bugatti Veyron. Karenanya, mobil ini dibaptis sebagai pusaka suci yang memberikan kebanggaan bagi Mercedes-Benz dan sekarang lahir lagi via Mercedes Benz EQ Silver Arrow. Buat yang suka hal-hal mistis, Silver Arrow atau Panah Perak lebih terdengar seperti senjata pemusnah drakula yang memang lemah dengan perak.

Beda dengan Silver Arrow Mercedes-Benz, ia adalah Panah Perak yang berusaha menembus batas kecepatan. Untuk tahun 2018, pusaka ini kembali hidup dalam wujud konsep Mercedes-Benz EQ Silver Arrow. EQ Silver Arrow ini didesain oleh kepala desainer Mercedes-Benz, Gorden Wagener. Bahasa desainnya tetap :Kemurnian yang Sensual” alias “Sensual Purity”. Seperti Silver Arrow yang asli, Mercedes-Benz EQ Silver Arrow Concept ini hanya punya tempat duduk buat 1 orang.

Sekujur bodi Mercedes-Benz EQ Silver Arrow terbuat dari carbon fiber, dan panjangnya mencapai 5,3 meter. Mobil konsep ini dilabur cat silver yang dijuluki Alubeam Silver. Di depan, Kita akan melihat satu garis melebar tempat bertenggernya sepasang lampu depan, serta logo EQ yang berpendar biru. Sebuah garis cahaya biru juga berpendar sepanjang side skirt di mana ada logo EQ lain yang terpasang.

Seperti postingan “Throwback” Instagram yang dibumbui filter masa kini, Mercedes-Benz EQ Silver Arrow punya banyak elemen menarik nan futuristik macam cover roda yang hanya menutupi separuh bagian roda, spoiler belakang yang bisa menyembul dan bergerak seperti Mercedes-AMG Project One dan sirip hiu yang memanjang ke bagian buritan mobil. Jika sang pusaka legendaris Silver Arrow tahun 1937 melihat si EQ Silver Arrow ini, ia tak akan kecewa.

Kabin Mercedes-Benz EQ Silver Arrow dipenuhi bahan kulit cokelat yang warnanya mirip pelana kuda, termasuk di kursi dan setir. Bahan aluminium yang dipoles dan aksen kenari menambah kesan canggih dan cantik pada mobil. Selain itu, EQ Silver Arrow Concept menggabungkan layar display panorama yang panjang di depan pengemudi dan dapat menampilkan sejumlah fungsi, termasuk opsi balapan virtual yang menampilkan mobil “Ghost” sebagai lawan, sama seperti video game.

Mercedes-Benz juga menggunakan sistem touch screen di setir, di mana pengemudi dapat memilih antara mode Comfort, Sport, dan Sport+ saat mobil ini melaju. Untuk menanamkan unsur emosional di “Throwback” yang mahal ini, pengemudi juga dapat memilih mobil untuk mengeluarkan suara mobil Formula 1 atau Mercedes-AMG V8. Tentu saja suaranya artifisial, soalnya Mercedes-Benz EQ Silver Arrow ini adalah mobil konsep bertenaga listrik.

Ya, Mercedes-Ben EQ Silver Arrow didukung oleh mesin listrik, termasuk baterai 80 kWh dengan motor listrik yang sanggup memberikan tenaga 750 hp. Ini akan memungkinkan akselerasi ganas dan jangkauan jarak tempuh hingga 400 km. Sayang status mobil ini hanya konsep belaka, meski kami sadar memang susah mewujudkan mobil seperti ini untuk berkeliaran di jalanan. Lagipula toh Mercedes-Benz sudah punya Mercedes-AMG Project One. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: