Menperin Ajak APM Bantu Produksi Ventilator

by  in Berita&Nasional
Menperin Ajak APM Bantu Produksi Ventilator
0  komentar

AutonetMagz.com – Masih ingat dengan manuver dari beberapa pabrikan otomotif yang ikut ‘turun tangan’ membantu melawan Pandemi Covid-19? Yap, beberapa dari mereka membantu memproduksi masker dan desinfektan, dan kebanyakan malah terjun memproduksi ventilator. Kali ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga menggugah rasa empati dari Agen Pemegang Merk (APM) pabrikan otomotif di Indonesia untuk melakukan hal serupa.

Mengutip informasi vialaman resmi Kemenperin, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, ” Untuk supply ventilator, akan dibuat prototipe sederhana yang dapat diproduksi massal melalui kerja sama antara industri otomotif dengan industri komponen“. Nah, Pemerintah juga menyampaikan bahwa salah satu bentuk dukungan kepada pelaku industri agar bisa berproduksi, pemerintah telah menerbitkan stimulus ekonomi kedua berupa pembebasan sementara bea masuk bahan baku industri, kemudahan proses importasi bahan baku, serta penjaminan ketersediaan pasokan pangan strategis.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita

Sayangnya tidak ada informasi lebih jelas mengenai APM mana saja yang akan ikut turun tangan membantu produksi Ventilator. FYI, ada beberapa APM dengan kapasitas produksi yang cukup besar di Indonesia yang bisa ‘membantu’ meringankan beban dari produsen APD. Sebut saja Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki, Honda, dan juga Wuling serta DFSK. Berkaca pada langkah serupa yang dilakukan di luar negeri, proses produksi dari Ventilator bisa dilakukan dengan penggunaan printer 3 dimensi yang biasanya juga digunakan untuk memproduksi komponen otomotif. Selain Ventilator, APD juga menjadu fokus dari Kemenperin.

Menperin Agus Gumiwang mengungkapkan, dalam upaya menanggulangi wabah Covid-19 di tanah air, diproyeksi sampai empat bulan ke depan dibutuhkan sebanyak 12 juta pcs APD. “Dengan kondisi seperti saat ini, kemungkinan demand dapat bertambah hingga 100%, bahkan 500%,” tuturnya. Oleh karena itu, Kemenperin telah memetakan potensi industri APD di dalam negeri, termasuk juga industri tesktil yang bersedia memproduksi APD dan masker. APD yang dibutuhkan, meliputi pakaian, caps, towel, sarung tangan, pelindung kaki, pelindung tangan dan kacamata pelindung wajah (goggles).

Jadi, bagaimana pendapat kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: