KIA : COVID-19 Mengubah Arah Pengembangan Otomotif

by  in Berita&International&Kia
KIA : COVID-19 Mengubah Arah Pengembangan Otomotif
0  komentar

AutonetMagz.com – Bumi kita tercinta sejak akhir tahun 2019 silam dilanda kondisi yang tak menentu pasca munculnya pandemi COVID-19, dan kondisi ini telah memukul telak sektor otomotif baik regional maupun global. Selain memukul penjualan, nampaknya COVID-19 juga bakal berperan besar dalam menentukan arah pengembangan mobil ke depannya, setidaknya seperti itu menurut pendapat dari bos desain KIA Motors.

Mengutip via Car Magazine, Karim Habib, chief of design KIA menyatakan bahwa COVID-19 bakal memiliki peranan besar mengubah arah pengembangan mobil di masa depan. Sebenarnya pernyataan ini terbilang masuk akal, karena sejak pandemi ini muncul, beberapa pabrikan mulai melakukan inovasi untuk membuat interior mobil seaman mungkin, mulai menambahkan air purifier hingga penggunaan filter N95 untuk sirkulasi udara kabin mobil. Habib menyebutkan bahwa akan ada material – material baru yang akan digunakan mobil di masa depan untuk interiornya, khususnya untuk mengantisipasi masuknya virus ke delam mobil.

Kami akan melakukan diskusi khusus dengan psikolog dan antropolog untuk benar – benar memahami bagaimana faktos psikologi publik terhadap masa depan“, ujar Habib. “Beberapa hal yang kami diskusikan seperti, ‘dapatkah kita memiliki lapisan anti virus di dalam interior mobil? Bisakah kita menggunakan suhu atau sinar UV untuk mensterilkan permukaan?’ Inilah hal yang harus segera kami pikirkan. Jadi, COVID-19 akan sangat mempengaruhi bagaimana cara kami mendesain mobil untuk masa depan”, tambahnya. Habib juga menambahkan bahwa pandemi ini juga mengubah gaya hidup manusia.

Hal yang menjadi sorotan adalah kebijakan untuk melakukan pyhsical / social distancing, padahal sebelum pandemi ini muncul, arah pengembangan mobilitas menuju ke share mobility, dan pengembangan transportasi publik. Tentunya ini akan memberi pengaruh terhadap arah pengembangan tersebut, yang mana demi keamanan jumlah manusia dalam sebuah kendaraan harus dibatasi. Habib sendiri menyatakan bahwa kondisi ini akan memberikan efek jangka panjang pada perilaku manusia, dan terkait hubungannya dengan sektor otomotif utamanya kendaraan roda empat, pihaknya memilih untuk wait and see untuk saat ini.

Nah, bagaimana kalau menurut kalian, kawan? Apa ada tanggapan khusus?

Read Prev:
Read Next: