Menerka Strategi Masa Depan Wuling Indonesia, Fokus di BEV?

by  in  Berita & Merek Mobil & Nasional
Menerka Strategi Masa Depan Wuling Indonesia, Fokus di BEV?
0  komentar

AutonetMagz.com – Sudah hampir 9 tahun sejak Wuling Motors Indonesia hadir di Tanah Air, dan 6 tahun sejak mereka mulai menjual produknya. Dan kini, Wuling menjadi pabrikan asal China dengan penjualan tertinggi di Indonesia. Lantas, setelah 6 tahun berlalu dan sejumlah model diperkenalkan, kemana lagi arah strategi Wuling untuk pasar Indonesia? Yuk kita bahas dengan beberapa informasi terbaru yang menarik.

Wuling Daftarkan 3 Nama BEV Baru

Sejak tahun lalu, Wuling Motors Indonesia memang memiliki pendekatan yang sedikit berbeda ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Yap, Wuling jadi pabrikan asal China pertama yang berani bermain di segmen BEV dengan microcar mereka, Wuling Air EV. Sebenarnya, gelagat Wuling terkait EV sudah cukup lama terendus. Apalagi sejak mereka menampilkan Baojun E100, Baojune E200 hingga Baojun KiWi dan Wuling Macaron EV. Seluruh produk tersebut menggunakan basis GSEV yang kini memang sudah bisa dirakit di Indonesia. Satu tahun berlalu dan Wuling masih santai di segmen ini dengan jagoan mereka.

Namun, kini ancaman telah datang lewat brand-brand lain seperti NETA, Citroen, hingga DFSK yang juga menawarkan BEV dengan banderol di bawah 400 jutaan Rupiah. Malahan, NETA dan Citroen memiliki nilai tawar yang lebih menarik karena mobil mereka ukurannya “normal”, bukan micro car. Oleh karenanya, nampaknya Wuling bakal kembali beradaptasi dengan pasar, dan baru-baru ini mereka kedapatan mendaftarkan sejumlah paten nama BEV mereka. Ada nama “Bingo EV”, “Cloud EV”, dan “Sky EV”. Tak tanggung-tanggung, Wuling langsung “keroyokan” dengan 3 model BEV yang akan diperkenalkan di Indonesia.

Siap Bersaing Di Segmen BEV Murah

Oke, satu per satu akan kita bedah singkat di artikel ini. Pertama, ada nama Wuling Bingo EV yang sebenarnya adalah model yang telah kita kenal. Wuling Motors Indonesia pun sudah pernah memboyong mobilnya ke Indonesia beberapa bulan lalu dengan label “Binggo”, kelebihan 1 huruf “g”. Mobil ini pun sudah dirakit di China dan dipasarkan di sana. Sedangkan Wuling Cloud EV sendiri akan merujuk pada Baojun Cloud atau Baojun Yunduo yang lagi-lagi juga sudah dijual di China. Nah, yang unik adalah Wuling Sky EV yang namanya masih asing di telinga kita. Ada kemungkinan, nama ini merujuk pada 2 model EV lain seperti Baojun YEP atau Wuling Starlight, namun bisa juga model yang sepenuhnya baru.

Dari tiga nama tersebut, terlihat jikalau Wuling Indonesia nampaknya ingin lebih agresif di segmen BEV dengan harga terjangkau. Apalagi, Wuling Bingo dan Wuling Cloud punya ukuran mobil yang normal, bukan micro car lagi. Disinilah genderang perang akan dibunyikan, dan kita akan lihat bagaimana Wuling bakal bersaing dengan brand-brand lain di Indonesia di segmen BEV. Bagaimana menurut kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: