Mazda Merugi 2,2 Milyar Yen Di Pasar Otomotif Global

by  in Berita&International&Mazda
Mazda Merugi 2,2 Milyar Yen Di Pasar Otomotif Global
0  komentar

AutonetMagz.com – Dalam beberapa tahun terakhir ini Mazda menorehkan banyak sekali prestasi dalam hal pengembangan produk, dan capaian tersebut membuat merk mobil asal Jepang ini mendapatkan perhatian khusus dari para pecinta otomotif dunia, termasuk di Indonesia. Membuat mobil berdesain cakep dengan fitur komplit dan teknologi yang modern nampak menjadi ciri khas pabrikan yang disebut – sebut menjadi Bimmer-nya Jepang ini. Nah, kalau sudah totalitas seperti itu, apakah Mazda akan terus profit? Nyatanya tidak.

Kabar terbaru yang kami kutip via Car Adviceternyata menunjukkan kenyataan yang kurang menyenangkan. Mazda Motor Corp dilaporkan merugi sebanyak 2,2 Milyar Yen pada kuartal kedua tahun fiskal 2018 ini yang berakhir pada 30 September kemarin. Angka tersebut jika dirupiahkan menjadi 287 Milyar Rupiah, sebuah angka yang jelas tidak kecil sama sekali. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah kondisi Net Income dari Mazda yang turun sebanyak 86% menjadi 3,8 Milyar Yen, sedangkan di waktu yang bersamaan, revenue holding-nya ada di angka 856 Milyar yen. Urusan penjualan secara globa pun juga memberikan sumbangan pada kondisi ini, dimana secara global penjualan dari Mazda turun sebanyak 3% menjadi 392 ribu unit.

Dari angka 3% tersebut, sumbangan penurunan terbanyak ada di pasar Amerika Utara, China, dan juga Jepang. Padahal, ketiga negara tersebut memiliki potensi pasar yang cukup besar, terlebih lagi China. Nah, pihak Mazda juga menyebutkab bahwa adanya bencana alam juga turut mempengaruhi kondisi mereka. Masih ingat kan dengan banjir bandang yang melanja Jepang beberapa bulan silam. Banjir tersebut cukup berpengaruh, karena melanda lokasi di dekat headquarter Mazda di Hiroshima. Selama kondiri banjir, Mazda menggambarkan bahwa ada 44.000 unit kendaraan dan 23.000 unit komponen yang seharusnya bisa diproduksi dan menjadi keuntungan bagi mereka jikalau diekspor ke negara lain. Namun apa mau dikata, tak ada yang bisa mengontrol alam, kan?

Selain itu, pihak Mazda juga harus merogoh kocek yang lumayan dalam untuk melakukan investasi. Akira Marumoto, CEO Baru dari Mazda menunjukkan visinya untuk meningkatkan penjualan retail di Amerika, dan salah satu tindakan riilnya adalah menggelontorkan investasi sebesar 5 Milyar Yen untuk melakukan upgrade pada jaringan diler milik Mazda, dan juga persiapan pembangunan pabrik perakitan baru di Alabama yang merupakan hasil kerjasama dengan Toyota. Kondisi lain yang juga mempengaruhi tren negatif ini adalah posisi nilai tukar Yen terhadap US Dollar, lalu bertambahnya biaya yang perlu dipersiapkan oleh Mazda karena adanya regulasi baru di Eropa, dan juga adanya biaya untuk recall. Namun di satu sisi, Mazda juga mencatatkan diri sebagai pabrikan yang paling siap dengan standar WLTP.

Nah, sama seperti yang disebutkan Elon Musk di artikel sebelumnya, mengurus sebuah pabrikan otomotif itu tak mudah. Mazda yang sudah sangat meyakinkan di sisi produk pun tak luput dari resiko kerugian. Jadi, bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: