Mazda Kembangkan Mesin Bensin Baru Tanpa Busi, Siap Akhir 2018

by  in International&Mazda
Mazda Kembangkan Mesin Bensin Baru Tanpa Busi, Siap Akhir 2018
0  komentar

AutonetMagz.com – Menyerang dengan membuat mesin kompresi tinggi dengan nama jual “SkyActiv” yang masih sanggup meminum bensin RON 91 saja, kami sudah penasaran mesin apa lagi yang akan dikembangkan oleh Mazda. Terbukti, saat kami ragu mesin SkyActiv sulit dipasang turbo karena kompresi standarnya sudah tinggi (karena kalau mau pasang turbo, kadang harus turun kompresi), Mazda merilis mesin SkyActiv Turbo 2.500 cc yang dipasang di Mazda CX-9 2017.

Nah, apa perusahaan kecil ini punya kejutan lain buat menggertak dunia otomotif dalam teknologi mesin pembakaran dalam/ Internal Combustion Engine? Sepertinya ada, karena menurut laporan dari Nikkei Asian Review, Mazda sedang mengembangkan mesin baru dengan sebutan “homogeneous charge compression ignition” yang akan siap pada akhir 2018. Hm, pembakaran dan kompresi homogen ya? Mazda mau bermain seperti apa di riset baru mereka ini?

Sebenarnya, belum ada data teknis lengkap yang berhasil dikuak, tapi ada sedikit informasi menarik. Jika mesin bensin biasa mengandalkan busi untuk membakar campuran bensin dan udara, mesin baru ini tidak pakai busi. Sebagai gantinya, bensin dan udara akan dibakar dengan tekanan tinggi yang akan dibentuk di ruang bakar supaya bisa memenuhi syarat untuk terjadinya pembakaran. Singkat kata, mesin bensin ini pakai prinsip mesin diesel yang juga tak punya busi.

Mazda bilang, metode ini bisa lebih efisien daripada pembakaran bahan bakar biasa yang pakai busi, bisa lebih efisien 30% daripada mesin yang ada sekarang. Mazda boleh bilang begitu, tapi ingat, mesin seperti ini punya banyak tantangan. Salah satunya tentang panas, karena tekanan tinggi yang membakar bensin dan udara pasti menghasilkan panas lebih besar daripada mesin konvensional yang pakai busi. Di sini, engineer ditantang untuk bisa membuat mesin memiliki panas yang wajar, malah kalau bisa, panasnya dimanfaatkan untuk hal lain sehingga efisiensi thermal-nya bagus.

Tantangan yang kedua adalah kekuatan blok mesin. Panas yang lebih tinggi dipastikan mempengaruhi daya tahan blok mesin. Menimbang-nimbang faktor ini, Mazda harus membuat blok mesin yang lebih kuat, tapi jangan sampai jadi lebih berat. Daya tahan nanti akan masuk ke faktor reliability, dan di sini, Mazda dikenal tidak se-reliable mobil Jepang lain. Masih banyak tantangan lain, tapi kami rasa 2 hal itu sudah cukup mewakili.

Untuk itu, kami akan biarkan Mazda menjalani risetnya sendiri soal mesin baru yang digadang-gadang akan menjadi mesin SkyActiv generasi kedua ini. Oh ya, Mazda, tolong, kalau sempat, hidupkan lagi nama Mazda RX dan mesin rotary SkyActiv-R ya, biar Mazda RX-Vision bisa dibawa ke jalur produksi.

Read Prev:
Read Next: