Mazda 6 Wagon 2018 Siap Sapa Geneva

Mazda 6 Wagon 2018 Siap Sapa Geneva
0  komentar

AutonetMagz.com – Saat Mazda 6 Wagon datang ke Indonesia, kami senang karena akhirnya ada merek Jepang yang mau memperkenalkan lagi jenis wagon atau estate di Indonesia. Selain Mazda, merek lain seperti Toyota sebenarnya punya Toyota Corolla Fielder, namun tidak masuk sini. Subaru pun punya Subaru Levorg yang menarik, tapi… Ah, sudahlah, sedih dan kesal juga kalau ingat nasib Subaru di Indonesia.

Kembali ke Mazda, ingatlah kalau Mazda sudah memperbarui Mazda 6  setelah memperkenalkan varian yang dapat model baru plus mesin turbo dari CX-9. Mesin 2.500 cc 4 silinder turbo itu mampu menghasilkan 250 hp dan torsi 420 Nm, dan itu bukan angka yang kecil untuk sebuah mobil harian. Siapa yang sangka kalau wagon cakep ini punya torsi setara SUV besar dan tenaga 250 hp dalam keadaan standar?

Memang, susah untuk membedakan Mazda 6 baru dengan yang lama, namun itu pun karena yang lama sudah cakep, jadi Mazda harus hati-hati supaya mobil ini jatuhnya tidak jadi jelek. Filosofi desain Kodo 2.0 tercermin dari garis-garis muka yang sedikit lebih tajam, gril 3 dimensi dengan logo Mazda yang didesain mengambang. FYI, warna yang anda lihat ini adalah Machine Grey, yang kalau di mata Mazda sama spesialnya dengan warna Soul Red.

Interior Mazda 6 Wagon cenderung simpel dan driver-focused, namun ada janji bahwa ia dilabur bahan-bahan yang apik macam bahan Nappa, UltraSuede dan Sen Wood. Mazda juga menjanjikan tingkat kekedapan, kehalusan dan ketenangan yang lebih baik daripada Mazda 6 lama. Layar MZD Connect-nya membesar dari 7 inci jadi 8 inci, dan ia sudah punya kamera 360 derajat. Nah, ini nih yang harusnya ada di CX-9.

Mazda 6 Wagon 2018 ini akan bersiap-siap menuju Geneva Motor Show 2018 pada bulan Maret mendatang. Di sana, Mazda akan memamerkan mobil ini dan meresmikan teknologi mesin bensin tanpa busi berjudul SkyActiv-X yang akan hadir di Mazda 3 generasi baru. Mesin itu diklaim lebih irit 30% dan lebih bertorsi 20% daripada mesin SkyActiv biasa. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: