Mau Pasang Turbo di Mobilmu? Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini!

by  in Berita&International&Tips
Mau Pasang Turbo di Mobilmu? Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini!
0  komentar
mesin turbo mitsubishi lancer evolution 9

Bandung, AutonetMagz – Sekarang ini banyak mobil yang pakai turbo, sebagai solusi untuk menghasilkan mesin kecil berkemampuan besar. Tidak hanya mobilnya, orang-orang sekarang suka sekali jargon Om Mobi dari channel YouTube Motomobi “Kami Suka Turbo”. Kemampuan turbo bisa disimak di Honda Civic baru yang bermesin 1.500 cc tapi output setara 2.400 cc, Chevrolet Trax 1.400 cc yang hasilnya setara 2.000 cc dan Ford Fiesta Ecoboost yang bermesin 1.000 cc tapi hasilnya seperti mesin 1.800 cc.

Meski demikian, masih ada orang yang gigit jari karena mobil yang ada di garasi atau depan rumah mereka masih bermesin naturally aspirated biasa, dan kadang suka terlintas untuk pasang turbo di mesinnya. Pastinya muncul pertanyaan,”Kalau pasang turbo, apa saja sih yang harus diperhatikan?” Nah, biar tidak bingung lagi, punggawa SS Performance Shop Bandung, Teddy mau menjelaskan seluk-beluknya.

Bengkel ini biasa menangani mobil sport seperti Subaru WRX, Mitsubishi Evo dan lain-lain, jadi tidak perlu diragukan kredibilitasnya. Berikut ini hasil wawancara kami dengan Teddy dari SS Performance, Bandung.

A : AutonetMagz, T : Teddy

A : Apa saja yang harus diperhatikan saat ingin memasang turbo ke mobil non-turbo?

T : Yang jelas setting-nya, harus detail dan jangan sembarangan. Pertama, kalau mobil non-turbo itu kan rasio kompresinya cukup tinggi. Ambil contoh Honda Jazz, dia kompresinya sekitar 1:10, sementara mobil turbo standar pabrikan biasanya ada di 1:8 atau 1:9. Mengapa mobil non-turbo kalau diturboin harus turun kompresi? Karena turbo bisa bikin kompresi mesin naik dengan tekanan udara paksanya, tapi jangan pasang tekanan yang kelewat tinggi juga. Contoh, untuk Ford Ecoboost dan BMW Twinpower Turbo itu mungkin sekitar 0,8 bar.

A : Lalu, apa setting khusus yang disarankan untuk mobil non-turbo yang mau pasang turbo?

T : Kalau mobil non-turbo diturboin, dengan kondisi komponen internal mesin masih standar, maksimum boost rata-rata 0,4 bar. Kalau lebih dari itu, komponen standarnya nggak akan kuat. Jangan lupa, bensin wajib oktan tinggi. Berikutnya, pengapian harus dimundurkan, jangan terlalu cepat supaya tidak knocking. Knocking itu haram bagi mesin turbo, karena mesin bisa detonate atau overheat dengan mudah jika terjadi knocking, bahkan bisa saja ada keretakan di beberapa bagian mesin.

turbo toyota kijang innova diesel

A : Untuk penggunaan harian, lebih cocok turbo berukuran besar atau kecil?

T : Tidak ada standarnya ya, harus disesuaikan juga dengan setting yang dimau. Kalau turbonya terlalu kecil, nggak akan enak hasilnya, tapi kalau turbonya terlalu besar, nggak enak karena turbo lag juga besar. Semuanya harus seimbang, harus pas.

A : Apakah pemasangan intercooler itu wajib untuk mobil non-turbo yang ingin diturboin?

T : Intercooler itu adalah media pendingin. Turbo itu bisa bekerja berkat turbin yang diputar oleh gas buang, dan di mobil-mobil ringan, suhu turbo bisa mencapai 700-800 derajat Celcius. Nah, intercooler bertugas untuk menurunkan suhu, jadi kalau pakai turbo plus intercooler, pasti lebih baik, meskipun kalau tidak dipakai juga tidak apa-apa. Itu untuk harian ya, lain cerita kalau kompetisi, misalnya Honda Jazz untuk kompetisi entry level dipasang turbo, mungkin naik 50 hp dan sebaiknya pasang intercooler. Selain fungsional, juga mendukung safety.

intercooler

A : Benarkan mobil turbo punya kelebihan di torsi putaran rendah, hemat BBM dan emisi lebih rendah?

T : Torsi besar di putaran rendah itu benar, tapi soal emisi dan hemat BBM itu relatif menurut saya. Kenapa? Untuk mobil turbo buatan pabrik, ketika kita gas pol, boost turbo masuk, kompensasi terhadap bahan bakar akan dilebihkan karena kebutuhannya meningkat. Untuk mobil non-turbo yang mau dipasang turbo, fuel pump harus mampu mensuplai bensin lebih lancar, lebih bagus jika diganti. Jangan lupa untuk dipasang piggyback.

A : Apa fungsi piggyback?

T : Piggyback bisa membantu setting modifikasi mesin non-turbo ke turbo lebih optimal, bisa untuk mengatur suplai bahan bakar dan pengapian. Jika baru pertama pasang turbo ke mobil non-turbo, begitu kita gas pol, lampu check engine pasti menyala. Kenapa? Itu karena MAP (Manifold Absolute Pressure) sensor aslinya membaca ada sesuatu yang aneh. Mobil non-turbo tidak pernah ada tekanan paksa, yang ada itu hisapan/kevakuman. Jika MAP sensor standar mobil non-turbo membaca ada tekanan masuk, dia akan mengira “Wah, ini harusnya tidak ada tekanan, di pemrograman sensor harusnya di sini tidak boleh ada tekanan.”

turbocharger

Karena MAP sensor menganggap tekanan udara paksa itu sebagai kesalahan atau masalah, maka dari itu lampu check engine menyala. Nah, piggyback berfungsi untuk memanipulasi data sehingga boost turbo tidak mengganggu MAP sensor. Saat boost turbo masuk, Piggyback akan menghentikan fungsi MAP sensor, kira-kira seperti bilang,”Tenang saja MAP sensor, ini tekanan paksa yang masuk bukan masalah kok, mobil tetap bisa berjalan seperti biasa”. Selanjutnya, piggyback akan meneruskan kebutuhan mesin pada saat boost turbo masuk.

A : Lalu bagaimana dengan perancangan pipa-pipa dari turbo ke intercoller dan lain-lain.

T : Ada hitungannya, mix and match antara turbo, piping dan engine harus pas, jika salah dalam perancangan pipa-pipa, tekanan dari turbo akan hilang banyak sebelum masuk ke ruang bakar. Istilah gampangnya, ngempos. Ambil contoh Kijang Innova diesel, kan dia pakai turbo tapi tidak pakai intercooler. Begitu dipasang intercooler, turbo lag-nya lebih berasa, tapi bisa diatasi dengan pemakaian piggyback, karena dia bisa mengatur ulang sistem manajemen pembakaran di mesin.

turbo

A : Untuk perawatan mobil turbo, bagaimana? Apa ada oli khusus mesin turbo, harus pasang turbo timer atau bagaimana?

T : Soal turbo timer memang sangat disarankan buat mobil turbo. Seperti tadi saya bilang, suhu turbo bisa mencapai 700-800 derajat Celcius saat bekerja maksimum, dan turbo butuh pelumas yang berasal dari oli mesin. Turbo yang suhunya lagi tinggi lalu tiba-tiba kita matikan mesin, oli yang sisa di dalam turbo itu akan mendidih gara-gara suhu turbo yang panas tadi. Oli yang terbakar suhu panas tadi bisa menyebabkan kerak di poros turbin dan bisa merusak turbo.

Pemakaian turbo timer bisa membuat mesin mobil tetap menyala meski kunci telah dicabut, memberi waktu untuk turbo mendinginkan suhunya secara drastis. Dengan putaran turbin turbo, udara yang masuk dan keluar bisa berfungsi untuk mendinginkan dirinya, juga untuk menunggu tekanannya turun. Idealnya, setelah selesai menggeber-geber mobil di jalan, lalu kita berhenti, parkir dan selesai memakai mobil, saat kita mulai mencabut kunci dan menunggu hingga mesin mati, turbo timer memberikan jeda waktu sekitar 30 detik hingga 1 menit. Durasi itu diberikan agar turbo tetap mendapat proses pendinginan yang layak.

oli blitz

A : Bagaimana dengan oli mesin turbo?

T : Disarankan menggunakan oli yang lebih kental. Mobil turbo butuh oli yang lebih kental karena oli yang encer akan kalah sama panasnya turbo tadi, karena dia bakal tambah encer dan tidak bisa membantu pelumasan turbo sama sekali.

Misalnya kita membandingkan suhu mobil non-turbo dengan oli encer dengan mobil turbo beroli kental, saat kita pakai keduanya selama 1 jam lalu kita bandingkan, kurang lebih viskositas si oli saat diukur nanti akan sama, karena suhu mesin turbo lebih tinggi. Suhu oli mobil non-turbo biasanya sekitar 100-110, sedangkan suhu oli mesin turbo bisa sekitar 120-an. Maka dari itu, oli encer sangat tidak baik untuk mesin turbo.

A : Bagaimana deskripsi kerusakan dari mesin turbo yang langsung dimatikan tanpa pendinginan setelah dipakai berjalan?

T : Dalam 1-2 tahun, mungkin tidak akan terasa ada masalah apa-apa tapi lebih dari itu, baru muncul gejalanya. Misalnya, poros turbin akan berkerak dan lama-lama bisa menjadi kendur, gesekan turbin juga akan terganjal oleh kerak yang berasal dari oli yang terbakar oleh panasnya turbo. Sil-sil juga akan lebih cepat rusak dan lebih gampang berasap karena kebocoran oli.

turbin turbo

A : Lalu apa rekomendasi dan berapa dana yang dibutuhkan untuk memasang turbo ke mobil non-turbo?

T : Kita di SS Performance lebih menyarankan turbo yang kondisinya baru, karena kondisi dan kualitasnya lebih terjamin daripada turbo bekas yang kondisi internal, gaya pemakaian dan lain-lainnya tidak sebaik turbo baru. Untuk mobil-mobil ringan seperti Jazz, Yaris, Swift dan segala komponen turbonya bermerek bagus dan berkualitas tinggi, kisaran biaya ada di sekitar 40 jutaan.

Memang ada merek alternatif di luar merek Jepang seperti dari Taiwan dan China yang harga komponen turbonya lebih murah, tapi secara kasat mata saja, kita bisa tahu mana yang kualitasnya bagus dan mana yang kurang saat membandingkan turbo merek Jepang dan merek alternatif. Merek-merek seperti Garret, IHI dan lain sebagainya itu kan sudah ketahuan kualitasnya, dan kalau ada apa-apa, suku cadang yang dibutuhkan biasanya ada dan terjamin.

Beberapa merek pun sudah menyediakan turbo bolt-on untuk mobil-mobil tertentu. Misalnya, HKS (Jepang) sudah membuat turbo khusus Honda Jazz, dan Zage (Taiwan) juga punya turbo bolt-on buat Jazz, Yaris, Swift dan juga Honda Civic. Jika memang diperlukan, langkah custom pun juga bisa kita lakukan.

A : Baiklah, informasi ini sangat berguna untuk kami dan pembaca, mas Teddy. Terima kasih atas ilmu dan waktunya.

T : Ya, Sama-sama.

So, itu tadi hal-hal yang perlu anda tahu sebelum memasang sang “keong racun” alias turbo ke mobil anda. Jika anda masih punya hal-hal yang ingin ditanyakan, bisa anda sampaikan di kolom komentar. Selamat berdiskusi dan memasang turbo di mobil anda bagi yang niatnya sudah kuat!

Read Prev:
Read Next:
  • pescarolo

    Salah satu artikel paling berkualitas yang pernah saya baca si sini. Ga cuma informatif, tapi juga edukatif. Kbetulan juga lg kpikiran buat masang turbo di mobil. Thanks a lot!

    • Hillarius Satrio

      sip, sama2. kira2 enaknya bikin artikel apa lagi ya?

      • pescarolo

        bikin artikel macem2 forced induction aja. secara umum sh ada turbo dan supercharger. tp turbo sendiri kan ada variable geometry sm fixed geometry. ada varian yg elektrik jg baik turbo dan super.
        sebenernya sh d internet ud banyak, tp pake bahasa inggris. mgkn kalo pake bahasa indonesia di autonetmagz bisa bawa lbh banyak manfaat buat kita semua. hehe

        • Hillarius Satrio

          boleh deh, ntar dicoba ya

      • Hanafi Y Sam Afghani

        Modifikasi performa murah dan mudah perawatan yg bs naikin 2 – 10 dk misal atau torsi 😀

        • Hillarius Satrio

          itumah gampang, engine balancing sama porting polish cukup. tapi nggak ampe 10 hp juga

      • sen

        swap engine mungkin? mungkin jarang kepake harian tapi lumayan banyak juga yang ngelakuin di indonesia

        • Hillarius Satrio

          boleh juga tuh

  • lebe

    terima kasih buat om hilsat atas artikel ini, gaya penulisan yang mudah dan asik dibaca buat newbie kaya saya jadi lebih ngerti tentang turbo.

    • Hillarius Satrio

      okee… sama2

  • Pradita Utama

    Informatif banget, jadi tahu resiko dan benefitnya.

    saya pakai “turbo” dipasang diujung knalpot aja deh, keluar suara siulan

    • Hillarius Satrio

      damn.. haha

  • Sanderos

    hmm sangat infomatif…. tp boleh ditambahkan pertanyaannya…
    kalo baca artikel2 honda civic yg sdh launch di US mesin 1.5 sdh pakai turbo…
    dan sptnya kedepan honda pakai sistem turbo ( dng cc kecil )

    Kalo turbo standard pabrik ini perwatannya gimana ? apakah lebih rentan dan lebih mahal ? dan apa efek turbo kalo dipake macet2 an kaya jkt …ada efek samping kah..

    * btw sbnrnya di lokal mesin kecil yang dah pakai turbo standard pabrik mobil apa ya ? ford ecoboost ?

    • Hillarius Satrio

      selama ngikutin cara perawatan yang udah disebutin di atas sih nggak ada masalah dipake macet2an juga. pabrikan juga pasti udah ngasih tau perawatannya di buku manual.

      mesin kecil berturbo yang ada di indonesia : mini cooper, vw golf, vw touran, chevrolet trax, ford fiesta ecoboost

  • Fadel

    gimana kalau mau pasang turbo di mazda 2 yg kompresinya 1:13?

    • Hillarius Satrio

      ya mesinnya harus turun kompresi, mau gak mau

  • siswanto18

    hahahaha, artikel bagus banget. ingat di artikel disebuatkan memaksakan ( di luar batas normal), jadi kalo pasang turbo ada kompensasi umur pakai komponen akan berkurang. terus kalo pilih bengkel yg rapi kerjanya. biasanya banyak yg belepotan dan akhirnya si oli muncrat2 dan akhirnya mobilnya jadi ngak enak. kalo saya lebih memilih mobil yg sdh berturbo dan upgrade. kalo NA diturboin saya kurang setuju karena terlalu mahal biayanya baik materiil dan imateriil ( bolak balik bengkel, mogok dijalan, dsb).

    • Hillarius Satrio

      tergantung, yang ngerjain modifnya mekanik handal atau abal-abal

  • Astaga

    Ane udh bilang kalo mesin dipake-in turbo dengan boost terlalu gede bikin mesin gk durable….ehh masih aja ada yang “membantah”..wkwkwk

    • Hillarius Satrio

      prinsip dasar aja, segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik, contoh : boost turbo, sunatan fitur, dll

  • ditz

    kalau yang non turbo kompresinya udah tinggi banget kayak mazda skyactiv piye ?

    • Hillarius Satrio

      ya turunin kompresi

      • rizkian mubarok

        Kalo mau masang turbo di mobil udah berumur itu tipsnya gmn? Misalnya honda civic LX ?

        • Hillarius Satrio

          tipsnya : perbaikin dulu komponen mesin yang dinilai udah lemah biar mesin kuat diturboin

  • Tri Mulyantono

    A : Bagaimana dengan oli mesin turbo?
    T : Disarankan menggunakan oli yang lebih kental…

    Kental disini viskositas brp masbro? Agak bias soalnya jaman skrg 10w-40 dah dibilang kental.

    • Hillarius Satrio

      kentalnya itu contohnha kaleng oli Blitz yang putih -merah itu

  • Aryo Wicaksono

    satu lagi sih. kalau pake mesin bensin turbo harus siap biaya perawatan bearing turbo yang gosong. mau pake turbo timer juga dalam beberapa tahun pasti gosong juga. beruntung kalau dapat kit reparasi turbo kalau sudah rusak, kalau tidak ya terpaksa beli turbo baru. itu penyebab aku lebih suka mesin NA kompresi dan putaran tinggi untuk harian. kalau turbo untuk kompetisi memang bagus.

  • panameraboy

    makasih banyak mas hillsat dan temen2 autonetmagz buat artikel yang sangat mendidik dengan bahasa yang gampang dicerna kayak gini. tapi ane jadi penasaran nih, mobil2 bermesin bensin-turbo kan udah makin banyak mulai dari fiesta ecoboost, golf tsi,.sampe 340i. nah umur mesinnya gimana ya?
    sesudah 2 tahun ada masalah berarti ga gara2 standar pabriknya mereka ga pake turbo timer? mengingat banyak sumber yang bilang kalo mesin turbo ga pake turbo timer, umur mesin terutama turbonya bakal ga panjang. apa lagi merk2 mobil yang saya sebut tadi bukan merk terkenal awet dan tahan banting layaknya merk jepang, dan bermesin bensin yang ga sekuat mesin diesel
    dan kira2 kenapa ya pabrikan ga ngasih turbo timer dalam kondisi standar? biar lebih sering ganti sparepart kali ya?

    • pescarolo

      dulu pernah dibahas sama PR-nya Toyota buat ngejelasin kenapa Fortuner sm Innova diesel gapake turbo timer. katanya sh, karena kondisi jalanan di Indonesia yang sering stop and go, justru turbo ga banyak kerja keras soalnya mesin selalu ada d putaran bawah. otomatis, suhu turbo jg ga sepanas mobil2 modifikasi pada umumnya yg dipake ngebut. kalo pake turbo timer, malah cuma ngabis2in bbm.
      tp gatau jg sh bener engganya kaya gt. mgkn jg akal2an biar gonta ganti sparepart lbh sering.

    • Hillarius Satrio

      yoo, sama2.. nah, pertanyaan bagus tuh soal kenapa gak dikasi turbo timer, ntar gw cari info yang jelas dan kredibel deh, kalo udah kuat, ntar gw bikin tulisannya.

      so far dr pengguna mobil turbo yang gw denger, mereka cuma ngikutin buku manual dan jadwal servis biar mesinnya awet. tapi ada juga sih mesin turbo yang badaknya setengah mampus, contoh : Charade Turbo sama Celica GT4 Turbo

      • panameraboy

        kayaknya charade turbo badak gara2 blok mesinnya belom aluminium alias masih besi cor mas. kalo ga salah ya hahaha

  • sbow

    Starlet GT turbo enak juga untuk harian hehehe

  • Iz

    Gan ane mau pasang turbo buat mobil all new swift 1400cc. Kira2 perangkat2 ap saja yang dibutuhkan dan budgetny brpa yg hrs dikluarkan? Selain itu untuk beli dan pemasangan bsa beli di bengkel mana gan klo di surabaya gan? Selain itu apakah perlu ganti 1 set knalpot untuk pemasangan turbo gan? Atw mungkn butuh filtering juga? Trima kash. Btw artikelny super skali gan.

  • vicky

    Numpang nanya mas..kalo mobil supercar

  • halim

    Kalo AYLA dipasang turbo mini buat akselerasi bawah berapa ya dananya?
    kalo udara masuk ke intake disembur suhu kompresor ac kan dingin tuh, manfaat gak yah?

    • kaisar al qodar

      gak bisa lah gan soalnya walaupun kompresor ac lebih dingin daripada air intercooler itu akan menimbulkan kerusakan mesin karena suhu tidak stabil

  • kaisar al qodar

    kalo pasang turbo di mazda 1600 cc karburator gimana ya