Malaysia Siap Wajibkan Stability Control di Mobil Baru, Indonesia?

Malaysia Siap Wajibkan Stability Control di Mobil Baru, Indonesia?
0  komentar

AutonetMagz.com – Ada yang pernah menonton Wangan Midnight? Ada kata-kata bagus yang bisa kita kutip dari Jun Kitami, sang “Hell’s Tuner”, yakni : Baik itu mobil keluarga 100 hp atau monster 800 hp, mereka semua adalah senjata pembunuh. Mengerikan memang, bagaimana mobil keluarga yang tampil biasa dan jauh dari drama teror macam Lamborghini atau Pagani bisa disebut sebagai senjata pembunuh? Kalau mobil liar macam Viper atau 911 GT2 sih, masih masuk akal.

Mobil keluarga? Yah, mereka memang muat banyak, tapi mungkin kesan pertama agak lucu kalau mereka dibilang senjata pembunuh. Selain karena tampangnya rata-rata, lari saja mereka nggak bisa (Kecuali mobil keluarganya macam Subaru Exiga GT atau Mitsubishi Lancer Evo 9 Wagon, pasti bisa lari). Akan tetapi, kalau sudah melihat kenyataan berapa banyak mobil keluarga yang kecelakaan di jalan raya dan menelan korban jiwa, sudah tidak punya alasan buat menghina pernyataan tadi kan?

Kecelakaan maut Nissan Juke vs Xenia

Bahkan, tidak hanya mobil keluarga. City car, subcompact hatchback, crossover, sedan, coupe, hingga SUV, semua bisa kecelakaan dan bisa membunuh. Intinya : Semua mobil itu bisa jadi senjata pembunuh. Maka dari itu, aspek safety menjadi penting biar pabrikan mobil tidak disamakan dengan pabrikan senjata. Dampaknya, hingga saat ini kita mengenal teknologi keselamatan macam ABS, EBD, crumple zone, autonomus braking, blind spot monitoring, airbag dan stability control.

Stability control bisa dibilang menjadi salah satu fitur paling rumit. Sistem yang bisa mengoreksi saat mobil tak terkendali supaya kembali ke kondisi yang tak membahayakan dan kembali nurut dengan pengemudi, itulah stability control. Ia terhubung dengan pembacaan grip ban, arah setir, pedal gas, ABS dan yaw control. Sistem ini bisa mengoperasikan rem secara individual, mengurangi input gas dan membantu mempermudah setir untuk dkontrol oleh pengemudi.

Fitur Vehicle Stability Assist pada Honda Jazz baru versi Thailand

Sejak diperkenalkan pada Mercedes Benz S-Class dan BMW 7-Series pada pertengahan tahun 1990-an, sistem yang dibangun Bosch ini diakui bisa mengurangi risiko kecelakaan. Karena itu, Eropa dan Amerika Serikat telah mewajibkan mobil yang dijual untuk punya stability control sebagai standar. ASEAN? Malaysia mengumumkan dengan bangga akan menjadi negara pertama di ASEAN yang mewajibkan fitur stability control di setiap mobil baru mulai Juni 2018.

Stability Control Subaru AWD

Menurut Paultan, Datuk Seri Liow Tiong Lai selaku Menteri Transportasi adalah pihak yang mengumumkan hal tersebut demi kemajuan keselamatan di jalanan Malaysia. Global NCAP pun senang mendengarnya.”Tahun ini, Majelis Umum PBB merekomendasikan bahwa negara-negara diharapkan untuk memperkenalkan teknologi “Stop the Crash” dan Malaysia telah menanggapi panggilan dan kami mengucapkan selamat kepada mereka, “kata sekjen Global NCAP, David Ward.

Direktur Jenderal di Malaysia Institute of Road Safety (MIROS) dan ketua ASEAN NCAP Profesor Wong Shaw Voon menambahkan, “Kami sangat senang bahwa pemerintah Malaysia telah mengambil langkah ini. ESC akan menyelamatkan ribuan nyawa di Malaysia. MIROS dan ASEAN NCAP mendesak negara-negara lain di wilayah kita untuk mengikuti mandat kehadiran teknologi ini.”

chevrolet captiva facelift stability control giias 2016

Kami harap Indonesia bisa segera menyusul aturan ini. Akui saja, standar keselamatan mobil di negara kita amat sangat sungguh terlalu rendah, bahkan mobil yang tes tabraknya bintang 0 saja bisa berkeliaran di sekitar kita. Sudah begitu, konsumen Indonesia rata-rata kalau beli mobil malah tanya diskon, bonus atau harga jual kembali. Tidak salah sih, namun coba sayangilah keselamatan diri sendiri dan orang lain dengan memperhatikan aspek keselamatan juga.

Apa kamu setuju jika standar keselamatan mobil di Indonesia ditetapkan di level yang lebih tinggi dengan mewajibkan perangkat macam stability control menjadi standar? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: