KIA Stinger 2018 : Bukan Sekedar Gertak Sambal Korea!

KIA Stinger 2018 : Bukan Sekedar Gertak Sambal Korea!
0  komentar

AutonetMagz.com – Tidak cocok sih rasanya bilang gertak sambal, soalnya Korea lebih terkenal dengan ginseng, bukan sambal. Tapi sudahlah, coba lihat si KIA Stinger 2017 ini. Ini adalah percobaan kedua KIA dalam menghasilkan sedan 4 pintu yang layak dibilang cantik. Percobaan pertamanya adalah KIA K900, tapi KIA Stinger ini jauh lebih tahu bagaimana berpenampilan cantik supaya selevel dengan para sedan Eropa, khususnya sedan Jerman.

Tadinya kami kira ini bakal mirip KIA Cadenza atau KIA Optima dengan sedikit imbuhan detail cantik, tapi ini sangat stand out dibanding 2 mobil tadi. Buntutnya punya kemiripan dengan Audi A7 Sportback, dan tidak kalah padat berisi dibanding A7. Terima kasih kepada diffuser hitam dan 4 buah lubang knalpotnya. Tidak hanya belakangnya, sebab dari segala sisi mobil ini sangat sangar dan intimidatif. Lumayan untuk tampil kece di jalan.

Dibanding mobil seperti BMW 3-Series atau Audi A4, KIA Stinger ini sedikit lebih besar. Wheelbase-nya 2.905 mm, panjang juga dibandingkan Mercedes-Benz CLS atau Lexus GS. Panjangnya 4.831 mm dan lebarnya 1.869 mm. KIA mengklaim kabinnya luas dan kargonya cukup untuk menampung golf bag berukuran full size. Sama seperti calon Hyundai i30 N nanti, KIA membangun Stinger ini di Nurburging, di bawah monitor Albert Biermann, eks personil BMW M.

Biermann, dengan segala pengalamannya di BMW M, sekarang membantu Hyundai dan KIA dalam hal membuat mobil performa tinggi. “Menurut saya, buat KIA, Stinger ini seperti sebuah event spesial. Tidak ada yang menyangka kedatangannya, bukan hanya soal bagaimana penampilan mobil ini, tapi juga rasa berkendaranya. Ini spesies yang lain dari yang sudah-sudah,” katanya. KIA cukup pol dalam menawarkan teknologi mereka di Stinger ini.

Contohnya, KIA Stinger akan menjadi KIA pertama yang menawarkan Dynamic Stability Damping Control, sistem yang bisa mengatur ride-damping dan handling mobil melalui setting suspensi secara elektronik. Setirnya juga bisa disetel melalui 5 mode berkendara yang berbeda-beda, mulai dari yang ringan hingga berbobot. Fitur lain adalah Forward Collision Assistance (FCA) dengan Autonomous Emergency Braking (AEB), Lane Keep Assist, pendeteksi pejalan kaki dan head unit touchscreen 7 inci.

Pilihan mesin bagi KIA Stinger adalah 2.000 cc 4 silinder turbo dengan 255 hp dan 352 Nm untuk varian entry level-nya. Untuk tipe yang lebih mahal, dipasang mesin 3.300 cc V6 twin turbo denga 365 hp dan 494 Nm. Itu untuk pasar Amerika Utara, sementara untuk pasar Eropa, KIA Stinger siap dijejali mesin diesel. Dipasangkan dengan transmisi otomatis 8 percepatan, penggerak aslinya adalah RWD, namun akan ada opsi AWD.

Lari dari 0-100 km/jam, KIA Stinger hanya butuh waktu 5,1 detik dan punya top speed di 269 km/jam. Lumayan menjual, tinggal tunggu saja kiprahnya saat dijual di pertengahan tahun ini. Ingat, lawannya sedan Eropa kelas kakap, KIA harus bisa membuktikan diri dengan Stinger ini. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: