Kembalinya Mesin Rotary : Norton Perkenalkan Motor Balap Rotary 200 HP

Kembalinya Mesin Rotary : Norton Perkenalkan Motor Balap Rotary 200 HP
0  komentar

AutonetMagz.com – Saat Mazda cenderung “pehape” dengan RX-Vision yang mereka pamerkan di Tokyo Motor Show, ada sosok pabrikan roda dua yang lebih nekat. Sebutlah Norton, satu dari sedikit pabrikan motor yang tak gentar memakai mesin rotary untuk motor mereka selain Suzuki. Pada tahun 1989, Norton membuat RCW588, motor rotary yang menang Senior TT di  1992, menang BSB Championship di 1994 dan sempat hiatus sampai sekarang.

Norton ingin membuktikan mesin rotary masih layak hidup. Untuk itu, Brian Crighton yang mendalangi proyek Norton kembali dengan sebuah motor bermesin rotary, tenaga maksimum 200 hp dari mesin twin-rotor. Superbike baru ini dibuat dengan kolaborasi bersama Rotron, spesialis rotary tempat Crighton bekerja di bagian R&D-nya. Motor ini diberi nama CR700P, dan hanya akan dibuat 100 unit di mana akan dibagi dalam 2 versi : track only dan road legal.

Selain tenaga 200 hp di 11.000 rpm, torsinya 149 Nm di 9.500 rpm. Basis mesin rotary CR700P adalah mesin milik RCW588, namun sudah diubah oleh Crighton.”Housing rotor RCW588 lebarnya 62 mm, tapi buat CR700P dilebarkan jadi 88 mm, makanya kapasitasnya naik jadi 700 cc,” jelas Crighton.”Saya tak mau memperbesar ukuran mesin, jadi saya perluas ruang gerak rotornya dan mempertipis pelat housing, maka dari itu kapasitas mesin bisa jadi 700 cc meski ukuran hanya 3 mm lebih besar.”

Mesin ini masih prototipe. Meski sudah dites untuk menyala lebih dari 1.000 jam, ia masih ingin mengoptimalkan mesinnya. Tidak hanya tes nyala selama 1.000 jam lebih, namun motor Norton CR700P ini sudah dites oleh James Whitham di sirkuit Mallory Park, dan komentarnya hanya 2 kata,”F***ing Quick”. Diklaim, ini adalah motor yang paling dekat dengan motor di MotoGP, dan ia percaya diri bahwa tak ada yang bisa menyamai motor ini meski banyak motor kencang di luar sana. BRAAAPPPPSSSTUTUTUTUTU…..

Namun masalah klasik rotary selalu menghantui. Pertama, durabilitas, yang ia sudah coba tingkatkan via pendinginan bagi crankshaft dan bearing melalui pendingin dengan bantuan turbin, intercooler dan lain-lain. Kedua, emisi dan pelumasan, sebab mesin rotary harus mencampur bensin dan oli untuk bisa melumasi apex seal, seperti di motor 2-tak. Seperti diketahui, mesin 2-tak kalau sudah digeber, asapnya bisa mengalahkan mesin fogging pembasmi nyamuk DBD.

Kalau di sirkuit mungkin masa bodoh, karena tak ada batasan soal emisi, namun kalau di jalan raya, Crighton menargetkan Euro4 sebagai standar emisi kala motor ini dijual. Oh ya, motor ini mungkin bakal dibanderol lumayan mahal, sebab ongkos pembangunannya tidak murah, mengingat tidak banyak pihak yang berani mengutak-atik rotary. Hmm… Apa Mazda bakal kena kompornya Norton ya? Bagaimana menurutmu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: