Inilah Plus dan Minus Mobil Berpenggerak FWD, RWD dan AWD

by  in Berita&Hi-Tech&Komparasi
Inilah Plus dan Minus Mobil Berpenggerak FWD, RWD dan AWD
0  komentar
komparasi-penggerak-mobil

AutonetMagz.com – Banyak bahasan dan mitos mengenai mobil dengan sistem penggerak tertentu yang menjadi salah satu pertimbangan konsumen sebelum membeli mobil. Selama ini, dunia mengenal 3 jenis penggerak mobil yang paling populer, yaitu penggerak roda depan (FWD), penggerak roda belakang (RWD) dan penggerak 4 roda (4WD/AWD).

Semua penggerak ini sebenarnya punya konstruksi dan karakteristik yang berbeda satu sama lain. Nah, kalau begitu apakah kelebihan dan kekurangan ketiga penggerak ini? Mari kita telusuri bersama.

Penggerak Roda Depan (FWD)

Dimulai dengan mobil berpenggerak roda depan, di mana mesin akan menyalurkan tenaganya ke roda depan mobil. Di mobil seperti ini, as roda depan langsung terhubung dengan transmisi dan mesin tanpa harus melalui propeler dan differensial. Karena itu, jumlah komponennya bisa lebih sedikit dan ongkos produksi mobil FWD adalah yang termurah, sehingga bisa menekan ongkos produksi sebuah mobil.

Mazda-2-SkyActiv-Drifting

Enaknya memiliki dan mengendarai mobil penggerak roda depan adalah biasanya irit BBM karena bobot mobil lebih ringan daripada sistem penggerak lain. Kerugian mekanis mobil FWD saat tenaga mesin diteruskan ke roda adalah yang terkecil, sehingga tenaga akan terasa lebih besar. Posisi mesin yang searah dengan roda lebih meringankan beban mesin, sehingga tenaga lebih efisien dan menghemat bahan bakar.

Kelebihan lainnya, mobil ini juga bisa memberikan nilai plus pada kabin karena lantai kabin bisa dibuat rata, sehingga lebih nyaman ditumpangi. Selain itu, karena tak ada bunyi gardan belakang yang biasanya dijumpai di mobil penggerak lain, mobil FWD biasanya tak berisik. Secara teknis pun, traksi pada roda depan akan lebih besar karena berat mobil bertumpu di bagian depan.

Peugeot-RCZ-depan

Di balik kelebihan tadi, tentu ada kekurangannya juga. Mobil-mobil FWD pada umumnya memiliki usia komponen kaki-kaki yang tak seawet RWD, karena roda depan bekerja sangat keras. Selain sebagai penggerak yang mendapat tenaga dari mesin, ia juga harus mengarahkan mobil dengan inputan dari setir. Mobil FWD juga biasanya tak memiliki tenaga sebaik RWD saat diadu di tanjakan, dan cukup riskan jika dijejali mesin bertenaga besar, 400 hp ke atas misalnya.

Secara pengendalian, resiko understeer pada mobil FWD termasuk besar. Simpelnya begini, pada kecepatan tinggi dan mobil disuruh berbelok kiri atau kanan, mobil seperti tak mau belok dan cenderung berjalan lurus menuju sisi luar belokan, itulah yang disebut understeer. Hal ini bisa mengakibatkan kecelakaan, tapi risiko understeer bisa dikurangi dengan mengurangi injakan pedal gas saat mobil berbelok di kecepatan tinggi.

nissan-gtr-lm-nismo

Karena kekurangannya, ada beberapa cibiran khusus kalau mobil FWD adalah mobil dengan sistem gerak yang salah alias wrong wheel drive. Benarkah? Tidak juga, coba lihat Honda Civic Type R Turbo yang bisa menuntaskan 7 menit 50 detik di Nurburgring atau Nissan GT-R LM Nismo, keduanya adalah mobil berpenggerak roda depan. Kuncinya adalah engineering yang brilian agar mobil FWD bisa sangat superior.

Sangat mudah untuk menemukan mobil-mobil FWD di pasaran, termasuk di Indonesia. Sebut saja Honda Mobilio, Toyota Yaris, KIA Picanto, Hyundai Santa Fe, Mazda CX-5, Nissan Juke, Mitsubishi Delica, Ford Focus, dan masih banyak lagi.

Penggerak Roda Belakang (RWD)

Mobil dengan penggerak roda belakang adalah mobil yang roda belakangnya mendapatkan tenaga dari mesin, sementara roda depan murni untuk mengarahkan mobil saja. Ada gardan yang diletakkan di belakang mobil sebagai penyalur tenaga mesin ke roda belakang. Mobil penggerak roda belakang sangat populer sebelum tahun 90-an.

Dodge Challenger SRT burning tyre

Apa sih enaknya mengendarai mobil RWD? Pertama, mobil RWD biasanya lebih tahan banting, khususnya untuk melibas jalan jelek, karena roda belakang hanya bertugas menggerakkan mobil maju atau mundur, tidak kerja rodi seperti mobil FWD.

Selain itu, radius putar mobil RWD bisa lebih patah karena arah roda depan tidak dibatasi oleh drive shaft di depan. kerja power steering pada mobil RWD umumnya lebih enteng karena sekali lagi, roda depan hanya mengarahkan kiri atau kanan saja. Di jalan menanjak, umumnya mobil RWD bisa melaju lebih baik dibandingkan FWD.

mercedes-benz-c63-amg-legacy-edition-wallpaper

Nah, terus kekurangannya apa? Pertama soal bobot, mobil RWD biasanya lebih berat ketimbang FWD, karena jumlah komponennya lebih banyak. Karena jumlah komponennya banyak juga, kerugian mekanisnya pun lebih besar daripada FWD. Akibatnya, tenaga mesin yang sampai ke roda mobil RWD tidak sebesar FWD.

Umumnya, mobil RWD juga punya “terowongan” yang membuat lantai kabin memiliki tonjolan di tengahnya, sehingga memakan ruang, tapi tak sedikit juga mobil RWD yang punya lantai kabin rata. Mobil RWD juga biasanya punya kapasitas bagasi yang lebih kecil karena sektor belakang mobil harus menyediakan ruang untuk komponen-komponen penggerak mobil sehingga lantai bagasi cenderung tinggi, dan konsumsi BBM mobil RWD umumnya lebih boros daripada FWD.

mazda-RX7

Di pengendalian, mobil RWD punya kecenderungan untuk oversteer, atau gampangnya, ngepot. Inilah kondisi di mana pantat mobil ngebuang ke sisi luar belokan. Nah, oversteer inilah yang membuat lahirnya motorsport drifting yang selalu mengandalkan mobil RWD. Menurut beberapa pakar drifting, mobil FWD dan AWD tidak akan diakui bisa drifting meski gerakannya sama, karena jika anda bisa mengepotkan mobil FWD, itu disebut ass dragging (seret pantat) dan AWD disebut power slide.

Biasanya, mobil-mobil RWD bisa kita temukan pada mobil sport atau supercar, bahkan hypercar, tapi MPV, SUV dan sedan juga banyak yang pakai. Contohnya mudah, ada Toyota Avanza, Toyota Innova, sedan-sedan dan hatchback BMW, Mazda MX-5, Nissan Fairlady Z, Toyota 86, Subaru BRZ, Ferrari California, Porsche Cayman, Pagani Huayra, Aston Martin Vanquish dan masih banyak lagi.

Penggerak 4 Roda (4WD/AWD)

Penggerak 4 roda berarti semua roda mendapatkan tenaga dari mesin. Sistem ini terbagi 2 jenis tergantung kebutuhan, yakni part time four wheel drive (4WD ) dan all time four wheel drive (AWD). Bedanya, jika 4WD dalam kondisi standar, mesin hanya menggerakkan roda depan atau belakang, barulah saat dibutuhkan pengemudi bisa mengubah mobil jadi penggerak 4 roda. Kalau AWD, semua roda mendapat tenaga mesin secara permanen, tidak bisa dipilih depan saja atau belakang saja.

mercedes-benz-glc-class-launched-in-germany-offroad

Kelebihan AWD sudah jelas, traksi maksimal karena keempat roda mendapat tenaga dari mesin, dan jika satu roda selip, maka tenaga akan ditransfer ke roda lain agar mobil tetap stabil. Selain berguna untuk handling, ini membuat mobil lebih aman karena mudah dikendalikan. Karena inilah, hampir semua mobil reli memakai AWD agar lebih stabil di jalan berbatu, licin dan tak rata.

Sementara kekurangan AWD ada pada bobot yang berat, karena roda depan dan belakang memakai sistem penggerak, belum lagi komponen transfer case di mobil 4WD untuk mengubah sistem FWD/RWD standar jadi 4WD. Konsumsi BBM mobil AWD pun biasanya lebih boros daripada FWD dan RWD. Mobil AWD bisa oversteer atau understeer juga, tergantung bagaimana pabrikan mendesainnya.

Mitsubishi Lancer Evolution X 2015

Sistem ini biasanya kita temukan di SUV, mobil sport, supercar dan hypercar. Penggunanya adalah mobil-mobil Subaru (kecuali BRZ), mobil-mobil Lamborghini (kecuali Gallardo LP550-2), Ford Focus RS, Nissan GT-R, Toyota Land Cruiser, Range Rover, Audi R8, Ferrari FF, Bugatti Veyron, Mitsubishi Lancer Evolution dan Pajero Sport, dan masih banyak lagi.

Jadi manakah yang terbaik? Sekali lagi, semua penggerak mobil adalah baik, semuanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tinggal disesuaikan menurut dana, kebutuhan dan selera anda. Yang mana pilihan anda? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • Raynald

    AWD dan RWD mengingat jalanan indonesia tercinta dll

  • tim

    Bentar lagi lgsg keluar sales keplek” dgn slogan kuat nanjaknya..

    • Mas Bejo Wakwaw (penerus Bejo)

      Semuanya jg kuat nanjak kok bung tim. Tpi masih kuatan RWD dan 4WD/AWD. Tinggal kita ambil ancang2 aja pas sebelum tanjakan itu aja sih. Itu mah oknum sales tuh. Gk pantes di percaya

  • Mas Bejo Wakwaw (penerus Bejo)

    Jarang ngebut sih gw (kecuali buru2). Tempat gw jalannya naik turun jdi enaknya RWD deh… Klo AWD/4WD ampun deh pajaknya. MUUUAAAHHAAALL

    • rizki

      Ah gak juga, tuh Subaru XV gak semahal itu..eh gara2 “salah” nulis AWD ditulis 2WD ya hehe

      • Mas Bejo Wakwaw (penerus Bejo)

        Tetep aja mahal 380 jt-an untuk sebuah Crossover. Rival2nya main di 300 jt-an. 2WD?? Yg mana sih??? Saya nulisnya 4WD loh… Saya gk salah nulis AWD jadi 4WD

        • Hillarius Satrio

          maksudnya itu nyindir kasus subaru indo, yang ngaku2 semua mobilnya 2wd padahal awd

  • Anggìta Wira Tama

    Udah terbiasa pakai RWD

  • Vinc Varrel

    TFYI

  • Muhammad Rifki

    Nice bgt Infonya .Thanks bwt Ka Hillsat, Infonya sangat bermanfaat banget bwt orang yg belum begitu ngerti perbedaan di masing2 penggerak mobil. Majuuu trusss Autonetmagz ??

    • Hillarius Satrio

      yoo.. sama-sama

  • farid

    kalau ada mobil dengan posisi mesin rear mid-engine(mesin tengah bagian belakang) tapi penggerak fwd jadi agak aneh sekali,dan belum ada mobil konfigurasi tersebut,soal nya tentu saja tenaga mesin dibelakang harus disalurkan ke gardan depan dan lebih berisiko terjadi understeer dibanding front engine yg tenaganya disalurkan secara langsung ke roda.itu sebabnya gak ada mobil fwd dgn mesin mid-engine belakang

    • Hillarius Satrio

      kalo nyetir Ferrari 430, Honda NSX sama Ford GT secara mundur, jadi tuh mid engine front wheel drive

    • sebenarnya bukan aneh mas. tapi ngga ada keuntungannya sama sekali jika dibuat FWD. seperti tulisan mas hilsat diatas, menambah komponen penyalur tenaga akan memberikan kerugian berupa penambahan berat dan kerugian mekanis torsi yang disalurkan dari mesin ke ban menjadi tidak maksimal. bukankah tujuan utama ditaruh mid engine biar lebih dekat dengan ban belakang dan membuat berat mobil lebih proporsional. mobil mid engine kan rata2 mobil sport yg hargane bujubune, nanggung cuman klo cuman dijadikan fwd, mending langsung dibuat AWD aja sekalian…he..he

    • sebenarnya bukan aneh mas. tapi ngga ada keuntungannya sama sekali jika dibuat FWD. seperti tulisan mas hilsat diatas, menambah komponen penyalur tenaga akan memberikan kerugian berupa penambahan berat dan kerugian mekanis torsi yang disalurkan dari mesin ke ban menjadi tidak maksimal. bukankah tujuan utama ditaruh mid engine biar lebih dekat dengan ban belakang dan membuat berat mobil lebih proporsional. mobil mid engine kan rata2 mobil sport yg hargane bujubune, nanggung cuman klo cuman dijadikan fwd, mending langsung dibuat AWD aja sekalian…he..he

  • zul

    gw pernah pake SUV FWD di jalan tanjakan berbatu…naiknya susah,sekarang gw setia pake SUV RWD

    • subaru

      Why no both?

      • zul

        budget tidak memungkinkan

    • kabe kabe

      Sebut donk merknya apa… crv? Cx5? Xtrail?

  • Oki Ngew

    Enggg… buat saya yg penting mobil enak dikendarai. Kalo buat kota2 aja kayaknya fwd gak masalah sih, sekalian biar lebih gampang ndecitin ban biar kaya ababil (saya mungkin termasuk) hehehe peace

    • Hillarius Satrio

      rwd juga bisa decitin ban kok

      ya kita sih ingin biar pembaca paham mobil mereka, apa kelebihan dan kekurangannya, jadi biar pembaca kita tuh tau mobil bukan sekedar tau, make mobil bukan sekedar make, jadi paham dan mengerti ini-itunya

      peace bro

  • Radityo Muhamad

    emang bedanya power slide dengan drifting kalau dilihat secara kasat mata apaan sih??? saya kok belum bisa membedakan ya??? #maklum_newbie (ingat dari segi penglihatan bukan secara pengucapan dan pengakuan sebagai drifting sejati)

    • Hillarius Satrio

      susah dijelasin sih, lebih jelas kalo ngerasain sendiri.. gw pun bingung gimana ngejelasinnya

      • panameraboy

        misi mas hillsat, mau coba jawab hehe.
        kalo drift tuh ban belakangnya muter selagi selip terus, atau empat2 bannya selip kayak mobil rally yang 4wd.
        sedangkan power slide ban belakangnya ngunci (karena cuma ngesot alias buang pantat) ga ada ban yang muter selagi selip.
        semoga membantu dan makasih ya kalo ada koreksi

        • Hillarius Satrio

          sipp.. makasih bantuannya, soalnya kalo gw yang jawab belom tentu bisa njelasinnya.. hehe

        • aqso

          drifting – ass dragging (jelas berbeda)

          drifting – power slide (??????????)

        • Abel

          Yg ban belakangnya ngunci bukan ass dragging ya ? Kok anda bilangnya power slide ? Bukannya power slide itu 4WD bisa muter semua ?

      • panameraboy

        misi mas hillsat, mau coba jawab hehe.
        kalo drift tuh ban belakangnya muter selagi selip terus, atau empat2 bannya selip kayak mobil rally yang 4wd.
        sedangkan power slide ban belakangnya ngunci (karena cuma ngesot alias buang pantat) ga ada ban yang muter selagi selip.
        semoga membantu dan makasih ya kalo ada koreksi

  • imamyudha

    ini persis seperti ulasan di motomobi pas review rush & terrios…. ;D

    • Ard

      Teknologi sejak jaman………. Yg masih digunakan wkwkwkk

  • imamyudha

    ini persis seperti ulasan di motomobi pas review rush & terrios…. ;D

  • agismaniax

    artikel bagus… jempol…

  • renno rasdy

    jadi menurut gw kalau butuh untuk perjalanan jauh, keluar kota, jalanan tanjakan pakai yang RWD, terus kalau dalam kota misal Jakarta, pakai FWD cocok, mengingat macet jadi harus pilih yang irit juga

    • AD1

      mau irit sih pakai mesin DIesel.

      • Raynald

        Mau irit pake sepeda hahahha

    • an

      BMW X1 2015 aja ganti dari RWD ke FWD,

  • petrolhead

    nobody’s perfect… semua disesuaikan dengan kebutuhan. kalo hanya dipake didalam kota, buat brkt-plg ngantor, mainly liwat jalan tol (kaya saya hehe), FWD is the best. kalo sering nemuin jalan nanjak extrem, jalan jelek dan beban berat ya mending RWD.. kalo udah sering harus bertempur dengan lumpur yaa AWD laahhh…

    • masalahnya mas, pilihan mobil RWD sekarang terbatas. di level 150 juta kebawah, tidak ada mobil RWD sama sekali kecuali mobil pickup. rentang 150 s.d 200 juta rasanya cuman ada Xenia, grandmax, APV. suv cuman ada terios level bawah. tidak ada jenis sedan maupun hatchbak di kisaran ini. rentang 200 – 300 juta cuman ada Avanza utk MPV, Rush utk SUV dan Innova. padahal di rentang harga itu lah penghuni terbesar jalanan indonesia.

      btw, AWD tidak sepenuhnya benar untuk jalanan berlumur. misal nya sistem AWD pada sedan subaru, lamborghini, dll tentu tidak diperuntukkan utk jalan berlumpur kan. kalo di luar negeri sana yg punya 4 musim, sistem AWD banyak diminati karena stabilitas pengendaraannya pada jalanan bersalju dimana sistem RWD dan FWD pada tepar jika kena jalanan bersalju. sistem AWD klo disini mungkin lebih diperuntukkan utk Mild Offroad macam jalan berpasir, jalan tanah, jalan berbatu (gravel). yah.. macam di rally2 gitu lah…

      • AD1

        AWD sih masih kalah sama 4×4 he.he.he.he…

    • masalahnya mas, pilihan mobil RWD sekarang terbatas. di level 150 juta kebawah, tidak ada mobil RWD sama sekali kecuali mobil pickup. rentang 150 s.d 200 juta rasanya cuman ada Xenia, grandmax, APV. suv cuman ada terios level bawah. tidak ada jenis sedan maupun hatchbak di kisaran ini. rentang 200 – 300 juta cuman ada Avanza utk MPV, Rush utk SUV dan Innova. padahal di rentang harga itu lah penghuni terbesar jalanan indonesia.

      btw, AWD tidak sepenuhnya benar untuk jalanan berlumur. misal nya sistem AWD pada sedan subaru, lamborghini, dll tentu tidak diperuntukkan utk jalan berlumpur kan. kalo di luar negeri sana yg punya 4 musim, sistem AWD banyak diminati karena stabilitas pengendaraannya pada jalanan bersalju dimana sistem RWD dan FWD pada tepar jika kena jalanan bersalju. sistem AWD klo disini mungkin lebih diperuntukkan utk Mild Offroad macam jalan berpasir, jalan tanah, jalan berbatu (gravel). yah.. macam di rally2 gitu lah…

  • mas Hilsat, mungkin ada sedikit miskonsepsi , yaitu tulian mas :
    “..Mobil FWD juga biasanya tak memiliki tenaga sebaik RWD saat diadu di tanjakan..”.
    kalau memang secara spek daya maksimum dari mesinnya berbeda tentu tidak hasilnya kan pasti beda. bagaimana kalau secara spek mesinnya mempunyai daya yang setara ?.
    kalau menurut saya yang berpengaruh banyak di tanjakan adalah perbedaan traksi antara FWD dan RWD. hal ini lebih dikarenakan perubahan arah dari pusat gravitasi (center of gravity/ CG) mobil pada posisi menanjak. arah CG pada posisi menanjak tentu condong ke arah belakang mobil sesuai dengan derajat kemiringan dari tanjakan yang mengakibatkan posisi ban belakang (pada RWD sebagai ban penggerak) mendapatkan lebih banyak downforce pada saat menanjak dan mengakibatkan traksi / daya cengkeram ban juga lebih baik. sementara pada RWD, posisi menanjak mengakibatkan ban depan kehilangan sejumlah daya kebawah (akibat perubahan arah gravitasi ke arah belakang) yang mengakibatkan daya cengkram ban depan menjadi berkurang.
    pembuktiannya mungkin bisa dilakukan dengan cara, berhenti pada posisi menanjak. kemudian coba lakukan tarikan cepat dari posisi berhenti. biasanya mobil FWD akan lebih mudah spin daripada RWD. mungkin karena spin itulah sering dianggap tarikannya payah di Tanjakan.
    lalu bagaimana ? apakah hal ini bisa dihindari ?
    tentu saja bisa. minimal dikurangi efeknya. 1. yg paling gampang adalah mengurangi tekanan angin pada ban depan. tujuannya adalah agar ban depan mendapatkan lebih banyak mendapatkan traksi karena tapak ban yang menempel ke jalan lebih lebar. 2. jika sudah familiar dengan mobil FWD, tentu kita bisa pandai2 menjaga torsi mesin pada saat menanjak agar tidak terjadi spin.
    3. beli mobil yang mempunyai kontrol traksi. (he…he… ini jurus terakhir karena banyak makan biaya)

    • Hillarius Satrio

      nah, ini mantep. makasih banget lho

      to be honest, tadinya gw mau nulis lebih lengkap lagi, tapi ntar jadinya artikelnya kepanjangan, kasian kalo ada pembaca yang nggak suka yang panjang-panjang

    • an

      jawaban nya sistematis

    • dino

      yg punya TCS utk FWD paling murah ford ecosport dan yg bmwnya japan mazda CX-5

  • mas Hilsat, mungkin ada sedikit miskonsepsi , yaitu tulian mas :
    “..Mobil FWD juga biasanya tak memiliki tenaga sebaik RWD saat diadu di tanjakan..”.
    kalau memang secara spek daya maksimum dari mesinnya berbeda tentu tidak hasilnya kan pasti beda. bagaimana kalau secara spek mesinnya mempunyai daya yang setara ?.
    kalau menurut saya yang berpengaruh banyak di tanjakan adalah perbedaan traksi antara FWD dan RWD. hal ini lebih dikarenakan perubahan arah dari pusat gravitasi (center of gravity/ CG) mobil pada posisi menanjak. arah CG pada posisi menanjak tentu condong ke arah belakang mobil sesuai dengan derajat kemiringan dari tanjakan yang mengakibatkan posisi ban belakang (pada RWD sebagai ban penggerak) mendapatkan lebih banyak downforce pada saat menanjak dan mengakibatkan traksi / daya cengkeram ban juga lebih baik. sementara pada RWD, posisi menanjak mengakibatkan ban depan kehilangan sejumlah daya kebawah (akibat perubahan arah gravitasi ke arah belakang) yang mengakibatkan daya cengkram ban depan menjadi berkurang.
    pembuktiannya mungkin bisa dilakukan dengan cara, berhenti pada posisi menanjak. kemudian coba lakukan tarikan cepat dari posisi berhenti. biasanya mobil FWD akan lebih mudah spin daripada RWD. mungkin karena spin itulah sering dianggap tarikannya payah di Tanjakan.
    lalu bagaimana ? apakah hal ini bisa dihindari ?
    tentu saja bisa. minimal dikurangi efeknya. 1. yg paling gampang adalah mengurangi tekanan angin pada ban depan. tujuannya adalah agar ban depan mendapatkan lebih banyak mendapatkan traksi karena tapak ban yang menempel ke jalan lebih lebar. 2. jika sudah familiar dengan mobil FWD, tentu kita bisa pandai2 menjaga torsi mesin pada saat menanjak agar tidak terjadi spin.
    3. beli mobil yang mempunyai kontrol traksi. (he…he… ini jurus terakhir karena banyak makan biaya)

  • Farrel

    Wah nambah pengetahuan ini jadi tahu penggerak mobil dan bedanya 4wd sama Awd

  • Fulloption

    Sewaktu saya masih awam

  • Fulloption

    Sewaktu saya masih awam

  • Fulloption

    sewaktu saya masih awam dengan teknologi kendaraan, bagi saya apalah bedanya RWD FWD AWD, semuanya menggerakkan mobil utk maju ke depan.
    tapi setelah saya mencoba sendiri FWD RWD dan AWD, ternyata bedanya cukup signifikan (terutama AWD).

    Saya berkesempatan memiliki Subaru yang menggunakan AWD (symmetrical all wheel drive kalo kata Subaru). Di belokan sangat terasa sekali grip nya di keempat roda, sedangkan pada mobil umumnya berasa udah mau lepas / terlempar dari aspal. Memang fuel economy nya terasa lebih boros, tapi kayaknya seimbang dengan performa yang didapat. Buat car enthusiast, kalau sudah coba AWD pasti jatuh cinta dan lupa sama FWD.

    • Raynald

      Oh jelass saya pakai subaru STI AWD memang berasa bangat yah bisa di bilang safety lah

  • RR

    @ Autonetmagz
    Semoga dibaca 😀
    Mohon request info komparasi cara kerja teknologi penambah performa macem VTEC, VVTi, SuperKIPS, YEIS, RC Valve dong om brosis.
    Thankyou

  • Raynald

    Lebih suka RWD dan AWD tpi prefer ke RWD resikonya cuma ngepot…..

  • Baba Abdul

    Oh ya, ada ga mobil 4wd(half time) yang penggerak utamanya adalah roda depan bukan roda belakang seperti yg beredar di indonesia ?

  • Airlangga Vitradi

    mungkin disini saya bisa sharing. saya punya Nissan Serena C24 penggerak depan. wktu itu pernah nginep di salah satu villa di lembang yang tanjakan cukup curam dengan beralaskan jalannya beton bukan aspal. serena c24 dibekali dengan 3 mode, power, auto, dan snow. kebetulan saat itu sedang hujan dan spaya ban dapat traksi biasanya pemilik serena jika kondisi demikian pake mode snow agar dapat traksi. saya pada saat itu muatan full orang dan barang, hanya memakai mode auto, alhamdulillah bisa nanjak tanpa roda depan spin yg bisa mengakibatkan ga dapat traksi.