Berlomba-Lomba Membuat Double Cabin, Perlukah?

by  in BMW&Chevrolet&Ford
Berlomba-Lomba Membuat Double Cabin, Perlukah?
0  komentar

AutonetMagz.com – Apabila Indonesia sedang gandrung dengan sebuah SUV dan crossover, rupanya di belahan dunia lain sebuah double cabin merupakan big deal sebagai tunggangan harian sebagian orang. Ya setidaknya untuk pasar Australia atau bahkan sesama ASEAN, Thailand. Di kedua negara tersebut double cabin merupakan pasar yang gemuk dan bukan hanya untuk kepentingan heavy duty belaka, banyak modifikasi yang dilakukan dari sektor performa.

Besarnya animo konsumen dapat dilihat dari perencanaan untuk membuat Mercedes-Benz X-Class yang berbasis Navara. Jika melihat konsepnya sangat menjanjikan, tapi jangan berharap banyak dulu ya, saban hari kami melihat adanya spyshot X-Class dengan wujud yang.. ehm sama seperti Navara, dikira Avanza-Xenia kali ya.

Kami juga pernah melaporkan adanya permintaan agar Lexus membuat double cabin berbasis Toyota dan dari segi desain kami rasa Lexus mempunyai karakter tersebut. Memang apabila melihat pasar Indonesia, D-cab cenderung lesu, selain pajak yang tidak rasional, kewajiban untuk uji berkala dan bak belakang yang terkesan useless kecuali Anda jualan tahu bulat, menjadi persoalan tersendiri.

Selain itu di Amerika, D-cab memiliki ukuran yang sangat besar (full-size) dan pasar Indonesia lazim dengan mid-size. Mungkin di Amerika mobil tersebut termasuk sebuah truk yang proper, tidak tanggung namun sporti dan seringkali dipakai untuk menarik trailer sehingga sangat laku.

Biasanya pabrikan seperti Honda juga akan ikut-ikutan, jangan salah, mereka sudah punya hanya karena disini tidak subur, mereka tidak memboyongnya. Honda Ridgeline, jika Anda tahu, D-cab ini meskipun bentuknya kalem, termasuk salah satu mid-size pickup truck terbaik lho disana. Jika dilihat, modelnya mirip CR-V ya.

Dan… untuk pabrikan BMW, bukan pecinta otomotif yang memiliki request akan D-cab melainkan BMW yang berinisiatif karena melihat respon pasar akan Mercy X-Class sangat bagus dan iri akan rival abadinya tersebut. Seru juga apabila BMW mau membuat D-cab, kami rasa mereka akan mengembangkan D-cab tersebut berbasis dari X5 tanpa kerjasama dengan pabrikan lain, namun rumor juga mengatakan mereka akan mengambil Toyota sebagai rekan kerjasama, kami harap D-cab ini benar – benar menunjukkan citra BMW.

Gambar yang muncul di internet kira – kira hasil dari keinginan pecinta D-cab dari Indian Autos Blog dan render dari Rain Prisk. Desain yang mengambil dari X5 dan sedikit steel cage berwarna hitam di bak membuatnya tampak garang. Menurut kami ini perlu karena malu kan Isuzu Panther harus menjadi service car BMW sementara Mercedes-Benz selalu punya service car dan bahkan towing car dengan merek sendiri.

Selain itu theophiluschin juga berandai – andai apabila Subaru memiliki D-cab. Mungkin mereka juga harus memiliki D-cab dan ikut kompetisi rally untuk D-cab agar kesan pabrikan berdarah rally tetap muncul di benak dunia. Bagus ngga sih kalau Subaru juga punya D-cab? Atau eksekusinya bakal aneh seperti Subaru Baja? Apa tuh Subaru Baja? Cari sendiri ya!

Hyundai juga turut meramaikan D-cab ini dan kemungkinan apa yang ada di artikel ini akan terealisasikan setelah tahun 2020, terlalu lama ngga ya? Apa nantinya tren tersebut sudah pudar? Atau malah semakin marak?

Double cabin fiesta juga bukan hanya sekedar rendering belaka, berikut kami tampilkan versi yang setidaknya sudah ada bentuk dan tinggal dijual masal saja seperti Proton dan Nissan. Proton konsep ini wajahnya garang sekali seperti F-150 tapi kawin silang dengan alien dan untuk Nissan sendiri meskipun konsep tapi masih masuk akal.

Semoga saja skema pajak dan uji berkala memiliki metode yang lebih baik sehingga mobil – mobil seperti ini bisa subur di Indonesia. Semoga harapan kami benar – benar terjadi suatu saat nanti ya! Bagaimana menurut kalian akan tren D-cab yang sudah kami uraikan? Sampaikan di kolom komentar ya!

Read Prev:
Read Next: