Hadapi COVID-19, Gaji Petinggi Mitsubishi Akan Dipotong

Hadapi COVID-19, Gaji Petinggi Mitsubishi Akan Dipotong
0  komentar

AutonetMagz.com – Kita semua tahu bahwa pabrikan otomotif kini sedang menderita karena penjualan yang anjlok di beberapa belahan dunia pasca kehadiran COVID-19. Banyak pabrikan yang akhirnya mengencangkan ikat pingging mereka guna bisa terus bertahan dalam pandemi ini. Salah satunya adalah Mitsubishi Motors yang baru – baru ini mengumumkan salah satu kebijakan penghematan mereka.

In this image from a video provided by Mitsubishi Motors Corp., Chief Executive Takao Kato speaks during its shareholders meeting Thursday, June 18, 2020. Mitsubishi Motors told shareholders Thursday that top executives are getting pay cuts to take responsibility for the Japanese automaker’s financial losses. (Mitsubishi Motors Corp. via AP)

Takao Kato, CEO dari Mitsubishi Motor Corp menyebutkan dalam siaran online Meeting kepada para petinggi Mitsubishi bahwa pihaknya akan menerapkan sebuah kebijakan baru berupa penghematan anggaran untuk para petinggi. Penghematan anggaran ini berupa pemotongan gaji pokok sebesar 45% dari angka seharusnya, dan juga tidak memberikan bonus seperti sebagaimana biasanya. Langkah ini menurut Kato-san harus diambil karena adanya ketidakpastian kondisi pasca munculnya pandemi. “Saya berharap kami bisa mendapatkan pengertian dari kalian semua”, ujar Takao Kato kepada para pemegang saham MMC.

Mitsubishi Motor Corp sendiri ikut merasakan penurunan penjualan karena adanya pandemi COVID-19. MMC sendiri dikabarkan merugi sebesar 25,8 Milyar Yen atau sekitar 3,42 Triliun Rupiah pada penghujung tahun fiskal 2019 di bulan Maret 2020 kemarin. Di Indonesia sendiri, MMKSI selaku APM dari Mitsubishi juga tidak memproduksi satupun unit mobil di bulan Mei 2020 kemarin. Kondisi ini jelas membuat para prinsipal di Mitsubishi haru segera mengambil tindakan, dan memotong gaji para petinggi menjadi sebuah bentuk ‘pengorbanan’ mereka terhadap keberlangsungan perusahaan. Mitsubishi sendiri berada dalam aliansi bersama dengan Nissan dan Renault.

Yang mana, pada penghujung bulan Mei 2020 kemarin aliansi tersebut menetapkan beberapa strategi baru untuk menghadapi beberapa kondisi yang ada. Mitsubishi akan memerankan peran penting sebagai leader untuk aliansi di kawasan Asia tenggara, dimana pabrikan berlogo tiga berlian ini memiliki posisi yang cukup baik di Indonesia, dan Thailand. Itu artinya, bisa jadi Mitsubishi akan menentukan arah R&D dari produk aliansi di kawasan ini. Selain itu, Mitsubishi juga akan memainkan peran penting dalam hal pengembangan teknologi plug in hybrid alias PHEV. Kita sudah tahu bahwa Outlander PHEV merupakan salah satu bukti kemampuan Mitsubishi di bidang ini.

Jadi, bagaimana tanggapan kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: