Gugatan Akibat Ban Serep Nissan Elgrand : Yuk Simak Peraturannya

by  in Nasional&Nissan&Tips
Gugatan Akibat Ban Serep Nissan Elgrand : Yuk Simak Peraturannya
0  komentar

AutonetMagz.com – Sudah dengar soal pihak yang menggugat PT. Nissan Motor Indonesia (NMI) akibat tidak tersedianya ban serep di Nissan Elgrand? ­Jadi, ada 3 orang yang menggugat Nissan Indonesia karena Nissan Elgrand tipe Highway Star tidak dilengkapi dengan ban serep atau tempat ban serep, yang ada hanya tire repair kit dan pompa ban. Karena dinilai melanggar undang-undang, 3 orang tersebut melakukan gugatan ke NMI.

Salah satu penggugat, David Tobing yang dulu juga pernah menggugat Ford Indonesia mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. “Peraturan itu telah mewajibkan kepada pihak yang membuat, merakit, dan/atau mengimpor kendaraan motor secara massal untuk melakukan uji tipe terhadap fisik atau penelitian terhadap rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor. Bahwa komponen-komponen yang harus dipenuhi dalam uji tipe tersebut meliputi keberadaan ban cadangan dan tempat ban cadangan,”katanya.

Pihak Nissan Motor Indonesia sendiri enggan mengomentari hal ini. Eiichi Koito, Presiden Direktur PT NMI hanya berkata,”Saya malah belum tahu apa-apa. Saya baru baca beritanya hari ini, jadi maaf saya belum bisa memberi komentar.” Selain Nissan Elgrand, sebenarnya banyak yang tidak memberikan ban serep di model jualannya, dan contoh paling gampang adalah BMW. Jadi sebenarnya bagaimana sih kita harus memandang masalah ini? Yuk Kita bahas lebih lanjut.

Ban Serep Full Size Kini Bukan Pilihan Tunggal

Puluhan tahun lalu, memang ban serep full size merupakan salah satu peralatan wajib di sebuah mobil baru. Kasusnya gampang, kalau ada apa-apa dengan salah satu bannya, tinggal ganti dengan ban serep yang ada di bagasi dan kita bisa melanjutkan perjalanan. Memang memudahkan, tapi ban serep full size sendiri juga punya kekurangan. Yang paling jelas adalah bentuknya besar sehingga memakan ruang bagasi dan bisa menambah berat mobil secara signifikan.

Sebagai bentuk kemajuan teknologi, ban serep pun mengalami perubahan juga. Beberapa merek mulai menawarkan ban serep half size atau yang juga kita kenal sebagai tipe space saver untuk memberikan ruang bagasi yang lega namun tetap bisa menyediakan ban serep dengan ukuran lebih kecil dan bobot lebih ringan. Bedanya, jika ban serep full size bisa dipakai seperti ban normal, ban serep half size biasanya tidak berusia panjang (hanya dianjurkan untuk digunakan di kondisi darurat saja, tidak terus menerus) dan tidak bisa dipakai di atas 60 atau 80 kilometer per jam.

Teknologi lain adalah Run Flat Tire, ban yang mudah ditemui di mobil-mobil Eropa ini bisa tetap dipakai meskipun kempes, tentu saja dengan batasan kecepatan dan jarak tempuh. Dengan RFT, mobil tidak perlu ban serep sehingga bagasi bisa lega dan berat berlebih di mobil bisa dikurangi. Yang kurang enak untuk ban RFT adalah biaya penggantian yang mahal, namun beberapa merek sudah memberi asuransi ban RFT sehingga setidaknya bisa sedikit menenangkan hati para penggunanya nanti.

Sumber Gambar : Youtube

Kalau di beberapa mobil seperti Nissan Elgrand, ada peralatan perbaikan ban atau tire repair kit yang bisa dipakai kalau ban sobek. Seperti biasa, daya tahannya memang terbatas, tapi setidaknya sudah diberikan peralatan untuk berjaga-jaga kalau bannya pecah. Karena hanya terdiri dari beberapa cairan dan alat-alat kecil seperti pompa. Nah, penggunaan tire repair kit tidak akan merampok ruang bagasi terlalu banyak.

Peraturan Sudah Mengizinkan

Kami takkan menampik kalau peraturan kendaraan bermotor di Indonesia sungguh lucu (baca : aneh) untuk beberapa aspek. Pajak mobil hybrid digandakan, pajak mobil 4WD yang bisa membantu pembangunan daerah ditinggikan, kalau buka atap convertible harus pakai helm, pajak sedan dimahalkan karena dianggap barang mewah. Tidak heran produksi otomotif dalam negeri kita masih dalam status mengejar Thailand, belum menyalip mereka, miris kan?

Namun untuk urusan ban serep dan peralatan sejenis, Kementrian Perhubungan Republik Indonesia rupanya sudah merilis Peraturan Menteri baru tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor. Peraturan Menteri Nomor 33 Tahun 2018 ini konon baru disahkan sekitar bulan April ini. Di Pasal 14, peraturan ini juga menyinggung soal ban serep. Di sini disebutkan, ban serep bisa diganti dengan teknologi lain yang dapat menggantikan fungsi ban cadangan.

Pengganti yang dimaksud boleh berupa ban RFT, tire repair kit atau teknologi lain. Jadi jika mobil anda tidak dilengkapi ban serep, asalkan sudah pakai ban RFT atau tire repair kit atau teknologi lain yang bisa menggantikan fungsi ban serep, itu tidak melanggar Peraturan Menteri Nomor 33 Tahun 2018, khususnya di Pasal 14 ayat 1 dan 2. Nah, lalu bagaimana dengan kasus ini? Kita tunggu saja perkembangannya. Bagaimana kalau menurut kalian? Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: