Grab Berencana Membeli Uber di Kawasan ASEAN

by  in Berita&International
Grab Berencana Membeli Uber di Kawasan ASEAN
0  komentar

AutonetMagz.com – Dalam dua atau tiga tahun terakhir ini, transportasi berbasis online telah menjadi salah satu moda transportasi baru yang memang memberikan solusi yang mudah dan murah bagi sebagian masyarakat, baik di Indonesia maupun di negara lain. Namun memang persaingan di sektor ini tidaklah mudah, kita sendiri mengetahui ada tiga perusahaan yang terjun di Bidang ini di Indonesia, yaitu Grab, Uber dan Go-jek.

Kabar terbaru, ternyata Grab memiliki rencana yang cukup mengejutkan, yaitu mengakuisisi sang rival yaitu Uber untuk kawasan ASEAN alias Asia Tenggara. Yap, nampaknya masalah berkelanjutan yang menimpa Uber dilirik sebagai peluang oleh pihak rival untuk mengakuisisi. Seperti yang kita tahu, di tahun 2016 silam Uber telah merelakan operasinya di kawasan China untuk dihentikan, dan dialihkan kepada Didi Chuxing. Hal tersebut merupakan buntut dari konfrontasi finansial yang terjadi sebelumnya. Setelah itu, Uber sendiri lebih memfokuskan diri untuk beroperasi di kawasan Asia tenggara yang merupakan kawasan dengan penggunaan internet tertinggi keempat di dunia.

Namun di kawasan Asia Tenggara sendiri Uber juga menemui rival yang tak mudah, seperti Grab yang memulai operasinya di Malaysia, dan salah satu startup lokal terbaik dari Indonesia, Go-Jek yang kita tahu punya layanan yang jauh lebih spesifik dan menyeluruh bagi masyarakat. Grab sendiri memiliki modal berharga dengan mengklaim bahwa pihaknya memiliki basis yang kuat di Malaysia, dengan mendapatkan marketshare sebanyak 95% dalam hal kerjasama dengan taksi konvensional, dan 71% dalam hal capaian grabcar mereka. Selain itu, Grab juga sudah menuntaskan sebanyak 1 miliar transaksi di kawasan Asia Tenggara. Sementara itu, pihak Uber tak mau kalah dengan merilis klaim bahwa 5 milyar transaksi sudah terjadi di kawasan Asia Tenggara.

Walaupun mengklaim angka tersebut, nyatanya Uber hanya beroperasi di 60 kota di kawasan Asia Tenggara, sedangkan Grab punya akses ke 160 kota di kawasan yang sama. Selain itu, Grab juga menyediakan opsi untuk membayar jasa ini secara tunai, sebuah hal yang agaknya kurang diperhatikan oleh Uber. Yap, kawasan Asia tenggara merupakan area dengan karakteristik Cash-Driven Economies, jadi tak usah kaget jika ada driver atau konsumen yang memang menolak pembayaran dengan sistem elektronik. Nah, Melihat peluang dari kedua perusahaan ini, Japan Softbank mengambil sebuah langkah yang cukup menarik. Mereka menghubungi Uber dan duduk bersama para petingginya serta menawarkan beberapa milyar US Dollar untuk membeli perusahaan mereka, dan menggabungkannya dengan Grab.

Tentunya jika rencana ini benar – benar terjadi, maka basis dari Grab akan semakin besar, dan juga menyisakan satu pesaing saja di kawasan ini yaitu Go-Jek. Bagaimana kelanjutannya? Kita nantikan saja. Bagaimana kalau menurut kalian kawan?

Read Prev:
Read Next: