Ghosn Dan Nissan Dituntut Perihal Permasalahan Finansial di Jepang

Ghosn Dan Nissan Dituntut Perihal Permasalahan Finansial di Jepang
0  komentar

AutonetMagz.com – Tentunya masih segar di ingatan kita mengenai kasus yang membelit mantan petinggi dari aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi, Carlos Ghosn. Yap, Ghosn ditangkap di Jepang beberapa minggu silam oleh pihak berwajib disana karena adanya dugaan kasus pelanggaran finansial yang dilakukannya. Dan kini, babak baru dari kasus ini sudah hadir, dan pihak Jepang sendiri menuntut Ghosn terkait maslaah yang membuatnya ditangkap itu. Tak hanya Ghosn, pihak Nissan ternyata juga turut terseret masalah ini, dan dituntut dengan tuntutan yang sama dengan Ghosn. Yuk kita bahas lebih dalam.

Mengutip dari laman Carscoops, Pihak berwenang di Jepang telah resmi menuntut Ghosn dan juga Nissan atas tuduhan pelanggaran keuangan alias finansial. Nah, lalu bagaimana bisa pihak Nissan terlibat? Bukankah kasus ini hanya menahan Ghosn secara pribadi? Jadi, pihak berwenang di Jepang menuntut Nissan sebagai badan hukum yang memiliki peran dalam kasus Ghosn. Apalagi, saat kasus ini bergulir, Ghosn sendiri masih merupakan petinggi di Nissan dan dua merk lain dalam aliansi ini. Lalu bagaimana respon pihak Nissan? Jadi, Nissan menanggapi kondisi ini dengan cukup serius, bahkan sangat serius jika mengacu pada rilis resmi perusahaan. Pihak perusahaan mengungkapkan penyesalan terdalamnya mengenai kasus ini.

Apalagi, pihak Nissan juag menyebutkan bahwa membuat pengungkapan palsu dalam laporan sekuritas tahunan mereka sangat merusak Integritas Nissan di hadapan publik, maupun di pasar sekuritas. Oleh karenanya, pihak Nissan akan melanjutkan upaya untuk memperkuat sisi tata kelola perusahaan dan juga regulasi yang ada di dalam sehingga kedepannya informasi yang terungkap lebih akurat. Nah, saat ini Ghosn sendiri masih terus membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Namun, jikalau nantinya ada bukti – bukti yang memberatkan, maka ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda 10 juta Yen menghantui Ghosn. Sedangkan Nissan yang juga tercatut namanya di kasus ini berpotensi untuk didenda sebesar 700 juta Yen.

Yap, tentunya bukan minggu yang baik, dan bukan bulan yang baik bagi Nissan. Apalagi jika denda tersebut akan dibebankan ke pabrikan Jepang ini, maka jelas sebuah kerugian besar bagi Nissan. Pihak Nissan sendiri sebelumnya telah menetapkan keputusan untuk mencopot Ghosn dari posisi Chairman, dan sedang menentukan siapa sosok yang akan menjadi suksesornya pada 17 Desember 2018 mendatang. Tentunya sebuah hal yang sangat miris, apalagi jika kalian tahu betapa besarnya pengaruh dan usaha Ghosn untuk membuat aliansi antara tiga merk ini. Dan sejatinya, buah dari kerja keras Ghosn sudah terlihat dengan fakta bahwa aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi berhasil menduduki posisi pertama dalam hal penjualan dibanding aliansi lainnya tahun lalu.

Jadi, kita tunggu saja perkembangan kasus daru Ghosn dan Nissan ini. Kami sendiri berharap kasus ini bisa cepat kelar, dan Nissan bisa kembali berfokus pada kendaraan – kendaraan yang kabarnya tertunda, dimana salah satunya adalah proyek Nissan Grand Livina terbaru. Bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: