First Impression Review Toyota Calya Indonesia

First Impression Review Toyota Calya Indonesia
0  komentar

AutonetMagz.com – Tanya ke konsumen Indonesia, terutama yang segmen menengah ke bawah, mobil apa yang sedang mereka tunggu. Kebanyakan mungkin menjawab Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, karena konsumen LCGC yang mau mobil dengan jok 3 baris hanya dihadapkan kepada Datsun GO+ Panca. Tahun ini, Toyota dan Daihatsu bergegas untuk mempersiapkan konsep D30D supaya langsung siap jual menjadi Toyota Calya dan Daihatsu Sigra.

Bosan dengan artikel spy shot? Tenang, kami punya semangat 45 dan ingin menyajikan hal yang beda untuk Anda sekalian. Di sebuah dealer, kami menemui Toyota Calya dalam Varian E dan G yang sudah dipajang dan siap memikat pelanggan, jadi langsung saja kami buatkan first impression review-nya sebelum launching. Sebelumnya, kami belum mendapatkan informasi berapa harga persis mobil ini, jadi soal harga kita tunggu saja informasi resmi saat Toyota Calya resmi dirilis pada Selasa, 2 Agustus 2016. Selamat menyaksikan.

Eksterior

toyota calya indonesia front

Melihat mobil ini secara langsung, penggantian desain tatanan lampu serta bumper depan dari desain asli Toyota Agya lumayan membuat Toyota Calya terlihat berbeda dengan Agya, meski bentuk dasarnya masih sama. Toyota Calya dari depan tampak seperti Toyota Veloz versi LCGC. Menurut saya, bahkan masih lebih enak melihat mukanya Toyota Calya daripada Toyota Avanza baru yang berwajah spicy wing face itu.

toyota calya indonesia rem abs

Untuk tipe G, beda dibanding tipe E pada eksterior adalah chrome di gril depan, foglamp, bumper depan bagian bawah, pembuka pintu, garnish bagasi dan sein di spion. Di Toyota Calya tipe E, itu semua tidak ada. Jika Anda iseng menekan-nekan panel bodinya, akan goyang sedikit pastinya, tapi ini kan mobil murah. Pelek 14 incinya dilabur warna two tone dan ditemani ban Bridgestone Ecopia, tapi kalau melihat mobil ini dari samping persis, pasti merasa rodanya kekecilan.

toyota calya indonesia side
toyota calya indonesia pelek

Padahal tampilan sampingnya sudah lumayan proper, tidak kelihatan maksa. Andai peleknya lebih besar dan ban sedikit dipaskan ketebalannya, pasti tidak akan kelihatan cingkrang seperti sekarang. Rem depan cakram dan belakang pastinya teromol, dan tipe G sudah mendapat ABS. Cobalah buka dan tutup pintu Toyota Calya, rasanya pintu ini enteng sekali, tapi tidak terkesan ringkih. Saat ditutup, pintunya tidak berkesan “braak” seperti pintu angkot atau mobil murah(an) yang ada di pasaran, tapi terasa “jleb”.

toyota calya indonesia karet pintu
toyota calya indonesia back

Mungkin karet pintu yang sudah dobel turut berperan dalam feeling bukaan pintu ini. Ke belakang, saya sudah tahu akan banyak yang memperdebatkan lampu tambahan yang bentuknya memanjang ke samping itu, tapi kami sendiri tidak begitu peduli mau ada reflektor tambahan ataupun tidak. Yang kami peduli, boleh juga spek Toyota Calya ini karena dari tipe terendah pun sudah ada sensor parkir belakang sebagai standar. Defogger? Oh sudah pasti dong… tidak ada. FYI, ground clearance Toyota Calya ada di kisaran 180 mm.

Interior

toyota calya indonesia dashboard

Masuk ke dalam Toyota Calya, yang langsung terlihat adalah setir yang common parts dengan Toyota Avanza. Dashboard-nya sendiri desainnya standar, tidak jelek, cukup untuk sebuah mobil murah, dan sama seperti Honda Brio, joknya bergaya semi bucket, di mana headrest-nya menyatu dengan jok. Padahal kalau headrest-nya terpisah, bakal jadi poin plus yang menunjang kenyamanan pengemudi. Posisi mengemudinya sendiri agak tinggi, tidak terkesan tenggelam.

toyota calya indonesia tuas transmisi
toyota calya indonesia jok pengemudi
toyota calya indonesia matik

Sayangnya, pengemudi Calya tidak akan mendapatkan pengaturan yang banyak. Joknya hanya bisa sliding dan reclining, tidak bisa diatur ketinggiannya. Setirnya juga tidak bisa diatur naik turun, sama seperti Daihatsu Terios, jadi harus pasrah dengan posisi standarnya. Posisi tuas transmisi manual Toyota Calya yang seperti mobil pikap sayur pun memberikan kesan murah, begitu juga saat dimainkan, namun untuk yang transmisi otomatis, tidak ada masalah.

toyota calya indonesia kunci
toyota calya indonesia power window
toyota calya indonesia side mirror button

Toyota Calya sudah punya pengaturan spion elektrik, tapi untuk melipatnya masih manual. Di pintu pengemudi, terlihat jelas bahwa di tipe E sekalipun, dia sudah punya power window untuk semua jendela. Sun visor Toyota Calya tidak dilengkapi cermin, dan tidak ada tuas pembuka pintu bagasi di sisi bawah jok pengemudi. Bagasi hanya bisa dibuka dari handle pintu bagasi saja, dan sebagai standar, ia sudah lengkap dengan immobilizer.

toyota calya indonesia setir

Kami cukup terkesan saat memeriksa kualitas pengerjaan Toyota Calya. Material plastik sih okelah, karena mobil murah, tapi pemasangannya terasa lebih mantap dan solid, tidak goyang-goyang saat ditekan. Joknya juga, bahannya fabric, tapi saat kami tekan-tekan jari kami sama sekali tidak menyentuh rangka jok. Hmm… kalau LCGC saja begini, mobil yang bukan LCGC seperti Honda Brio RS dan Honda Brio Shooting Brake (baca : Honda Mobilio) kok tidak bisa ya?

toyota calya indonesia front storage
toyota calya indonesia head unit
toyota calya indonesia panel ac

Ah, sudahlah, kembali ke Toyota Calya. Head unit tipe E dan G pada dasarnya sama, namun tipe G sudah punya fitur bluetooth. Di bawah head unit itu, ada tombol-tombol AC yang wujudnya seperti tombol kompor gas, mencakup pengatur kecepatan hembusan, pengatur ventilasi udara dan suhu. Di bawahnya, ada power outlet dan sebuah tempat penyimpanan kecil. Rem tangannya model tarik, tapi pengoperasiannya tidak seperti Datsun GO+ Panca, punya Calya rem tangannya ada di kiri bawah pengemudi.

toyota calya indonesia rem tangan
toyota calya indonesia handbrake

Entah buat apa bagian ini sampai bisa dibuka segala. Storage bukan, cup holder bukan, tapi mungkin ini supaya slot jalur rem tangan bisa ditutup rapi. Mungkin lho ya. Untuk pengemudi, ada armrest yang sangat pendek, tidak bisa menopang seluruh lengan, hanya sebagian saja. Tempat penyimpanan di depan penumpang alias glovebox-nya lumayan lega, demikian pula dengan kantung di pintu depannya. Panel instrumennya sangat sederhana, hanya ada takometer, spidometer dan layar kecil untuk info soal bensin dan jarak tempuh.

toyota calya indonesia glovebox
toyota calya indonesia panel instrumen
toyota calya indonesia armrest

Baris kedua Toyota Calya diberkahi dengan jok yang sudah lengkap dengan sliding dan reclining, jadi berguna saat harus kompromi dengan penumpang baris ketiga soal ruang kaki. Bagusnya, jok baris kedua dan ketiga punya headrest terpisah sungguhan, dan jok baris kedua didesain untuk menampung 3 orang. Sabuk pengaman untuk penumpang tengah baris kedua ada di atap mobil, sama seperti Avanza. Penumpang di situ pun berhak atas power outlet di tengah bawah seperti Ertiga facelift, kantong di balik jok penumpang depan dan cup holder di pintu.

toyota calya indonesia kantung jok
toyota calya indonesia port charger
toyota calya indonesia bangku baris kedua

Di plafon akan kelihatan ventilasi blower, tapi ini bukan blower AC. Begini cara kerjanya, ia akan menyedot udara di depan lalu menghembuskannya ke kabin baris belakang. Jadi bukan AC memang, lebih ke arah blower penerus aliran udara saja. Ruangan di baris kedua ini oke, headroom dan legroom masih tersedia dengan jarak yang lumayan baik untuk orang dewasa, meski untuk penumpang di tengah akan sedikit terganggu dengan tonjolan di lantai tengahnya.

toyota calya indonesia ventilasi blower
toyota calya indonesia blower belakang

Untuk akses ke bangku baris ketiga, cukup mudah karena sudah one touch tumble. Sebelumnya, ingat dulu Datsun GO+ Panca yang baris ketiganya sempitnya minta ampun untuk orang dewasa. Apa Toyota Calya ini juga sempit parah? Sempit sih, tapi tidak separah Datsun, yang ini lebih manusiawi. Okelah, kepala dan kaki memang akan nyaris mentok untuk orang setinggi 178 cm, tapi masih lebih oke dibandingkan Datsun yang tidak menyediakan ruang untuk orang dewasa sama sekali.

toyota calya indonesia akses baris ketiga
toyota calya indonesia bangku baris ketiga

Perlengkapan standar penumpang baris ketiga pun oke. Ada storage di kiri dan kanan, sandaran kepala terpisah serta sabuk pengaman. Bagasi Toyota Calya pun bisa dibilang luas, cukup untuk menaruh 3-4 galon air mineral tanpa perlu melipat jok belakang. Jika harus melipat jok belakang, tarik tuas di sisi kiri dan jok belakang akan terlipat. Tidak rata lantai, pelipatannya pun sederhana, jok belakang pun tidak bisa dilipat secara terpisah. Untuk melipat jok baris kedua, tinggal tarik tuas di samping joknya.

toyota calya indonesia storage belakang kanan
toyota calya indonesia storage belakang kiri
toyota calya indonesia bagasi

Kami suka kualitas pengerjaan Toyota Calya, karena kain penutup bagasinya tidak mudah ditarik-tarik sampai kelihatan rongga di bagian dalam pintu bagasi, tidak seperti Honda Mobilio dan BR-V yang jauh lebih mahal namun kualitas pengerjaannya rendah(an). Ban serep Calya ada di kolong, dan saat saya melongok, sepertinya model ban serepnya pakai pelek alloy, bukan pelek kaleng. Sepertinya lho ya. Jika ingin memasang jok bayi, jok Cayla sudah ISOFIX.

toyota calya indonesia pintu bagasi
toyota calya indonesia pelipatan jok
toyota calya indonesia pelipatan bangku
toyota calya indonesia ban serep

Mesin

Mesin Toyota Calya adalah mesin 1.200 cc 4 silinder dengan Dual VVT-i, tenaganya diklaim di kisaran 88 PS pada 6.000 rpm, sementara torsi 108 Nm pada 4.200 rpm. Memakai penggerak roda depan, pilihan transmisi adalah manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan tanpa teknologi spesial. Di Calya yang kami lihat, ada stiker yang menganjurkan BBM minimal oktan 90, jadi tahu sendiri lah ya bensin apa yang layak buat mobil ini.

toyota calya indonesia mesin

Kami senang dengan hadirnya peredam di kap mesin, namun terlihat pengerjaan cat yang masih meluber dan tidak dicat penuh di bagian ruang mesin. Kap mesinnya pun ringan, ringan sekali, sama seperti LCGC lainnya. Oh ya, Toyota Calya sudah punya dual airbags.

toyota calya indonesia kap mesin

Kesimpulan

Jika harga untuk tipe tertinggi, yakni G matik tidak lebih dari 150 juta, maka Toyota Calya punya banyak kelebihan dibanding kompetitor terdekatnya yakni Datsun GO+ Panca. Di antaranya termasuk ruang baris ketiga yang lebih memadai, headrest terpisah di jok tengah dan belakang, power outlet hingga baris kedua, fitur bluetooth, dual airbags, ABS, jok tengah dengan pengaturan lengkap dan sensor parkir di bumper. Kualitas pengerjaannya pun baik, bahkan dibanding mobil yang bukan LCGC. Ehem…

Namun ada beberapa hal yang sedikit mengganjal, misalnya tidak adanya pengatur ketinggian jok dan setir, roda kecil yang membuat mobil ini kelihatan cingkrang, ruang penyimpanan yang tidak banyak, blower udara baris kedua yang sepertinya “lebih baik dikasih daripada tidak dapat blower”, dan beberapa hal lain yang sudah anda simak. Terlebih, jika di Agya dashboard-nya terasa bergetar di kecepatan tinggi, apa kabar mobil ini? Entahlah, kami belum mengendarai mobil ini di tol.

Bagaimana menurutmu Toyota Calya baru ini? Sampaikan di kolom komentar dan nantikan segera video first impression-nya di channel YouTube AutonetMagz.

Read Prev:
Read Next: