First Impression Review Scania P460 6×6 Off Road Tractor Head

First Impression Review Scania P460 6×6 Off Road Tractor Head
0  komentar

AutonetMagz.com – Spesial hari buruh kemarin, kami memutuskan untuk mereview sebuah truk raksasa. Boleh lah sekali-kali, selingan di sela-sela review passanger car pada umumnya. Berkat undangan dari PT. United Tractor Indonesia dalam acara kunjungan kemarin, kami bisa merasakan, mengendarai dan menjelajah sebuah truk tractor head terbesar yang mereka punya, Scania P460 6×6 Off Road Tractor Head.

Jadi, dalam artikel ini, kami ingin menyampaikan apa yang kami rasakan saat baru pertama kalinya mereview sebuah truk. Serius, ini pertama kalinya kami membahas truk secara mendetail. Mari simak tulisan ini bersama-sama untuk mengetahui detil dari truk raksasa ini.

Eksterior

Scania membentuk P460 ini dengan gaya tractor head modern, dengan desain depan tanpa hidung kap mesin, gril besar berwarna matte grey dan lampu depan yang dilindungi teralis besi, supaya aman dari lontaran batu dan kerikil yang jamak ditemui di daerah dengan jalanan jelek. Naik ke bagian teratas, ada foglamp dan LED DRL supaya visibilitas pengemudi truk ini makin baik, terutama di saat jarak pandang terbatas.

Scania-P460-Front-Fascia

Gril bagian atasnya ditempel dengan logo kepala Griffin yang sama dengan kepunyaan sebuah mobil Swedia, Saab. Wajar, soalnya Saab dan Scania dulunya adalah perusahaan yang sama, dan saat mereka berpisah dan Saab bangkrut, Scania membuat logo sendiri dengan tetap mempertahankan unsur Griffin Coat of Arms dari provinsi Scania, tempat di mana merek truk Scania lahir.

Scania-P460-Logo

Dilihat dari samping, jelas sekali penjelasan dari unsur nama 6×6, karena ia punya 6 roda yang bisa dikontrol secara independen dan punya kuda-kuda yang tinggi bar memperjelas visibilitas supirnya. Panjang truk ini 7.285 mm, dan jarak as rodanya 3.600 mm.

Scania-P460-Side

Ada tangga di bawah pintu pengemudi dan penumpang untuk memudahkan akses masuk-keluar truk ini, dan tangga lainnya untuk mempermudah kita naik dan mengatur gandengan bagi muatan truk ini. Di dekatnya, ada 2 tabung udara yang berguna untuk pengereman dan sejumlah fungsi di dalam kabin yang dikontrol secara pneumatik.

Scania-P460-Side-Front

Di sisi lainnya, ada tangki bahan bakar berkapasitas 300 liter, dan saat kami bertanya pada instruktur yang mengendarai truk ini, konsumsi bahan bakarnya bisa sekitar 2-3 km/liter saat membawa muatan yang berat. Teorinya, paling tidak mobil ini bisa menempuh 600 km dengan satu tangki penuh bahan bakar, namun biasanya truk sejenis ini punya tangki bahan bakar ekstra untuk menambah jarak tempuh dan berjaga-jaga.

Scania-P460-Fuel-Tank

Lanjut ke belakang, ada ban serep untuk truk ini, dan karena habitat asli truk ini adalah medan-medan seperti di situs pertambangan, off road, hutan dan lain-lain, bannya adalah ban radial 24 inci dengan tapak menyerupai ban pacul untuk SUV off road. Oh ya, bannya tubeless.

Scania-P460-Spare-Tyre

Makin menjelajah ke bagian belakang, ada dudukan gandengan untuk disambung ke muatan dan sejumlah selang pneumatik, untuk menghubungkan sistem pengereman truk ke muatan yang bisa dikontrol dari dalam kabin, termasuk untuk lampu belakangnya.

Scania-P460-Rear

Scania P460 bisa menghela beban hingga 6 ton di poros bagian depannya dan 18 ton di poros bagian belakangnya. Berat bruto dari truk ini termasuk muatannya sanggup mencapai 120 ton, atau setara dengan 60 buah SUV ladder frame 500 jutaan. Hm, kelihatannya truk ini bisa menanggung segala hal yang berat, kecuali dosa berat yang memang harus ditanggung setiap pribadi sebelum waktunya tiba.

Interior

Interior truk memang bikin penasaran, dan kali ini kami perlihatkan interiornya kepada anda. Dari kabinnya, ia punya posisi mengemudi yang tinggi, dan hasilnya adalah visibilitas baik bagi supir truk ini. Pengaturan joknya beragam, bisa naik, turun, maju, mundur dan reclining. Joknya dilengkapi suspensi udara, jadi meski bodi truk bergoyang kesana kemari seperti pedangdut Pantura, pengemudi tidak akan merasakannya.

Scania-P460-Cabin

Setirnya mengejutkan, karena kelengkapannya sudah bisa menandingi SUV ladder frame para OKB atau bodyguard yang biasa mengawal bosnya yang naik Mercedes S-Class atau BMW Seri 7. Dia punya steering switch control buat audio, cruise control, tombol MID dan pengaturan tilt-telescopic dengan sistem pneumatik. Tekan tombol unlock/lock di kolom setir, maka posisi setir ini bisa diatur sesuka hati, Hayo, mana ada yang beginian di mobil penumpang biasa?

Scania-P460-Steering-Wheel

Panel instrumen mobil ini jelas dan mudah dibaca, karena angka-angkanya dicetak dengan ukuran besar. Layar MID 4,1 inci di tengah bisa menampilkan segala jenis info, dan PT United Tractor dan Scania punya perlakuan khusus untuk Indonesia dengan mengubah segala bahasa di MID menjadi bahasa Indonesia, jadi setiap supir truk yang bakal dapat unit ini tidak perlu lulus tes TOEFL atau IELTS untuk mengerti tulisan apa yang ada di situ. Akan tetapi, unit yang anda lihat ini MID-nya belum diterjemahkan.

Scania-P460-MID

Di samping itu, MID ini bisa mengindokan supirnya dengan skor tertentu jika mereka bisa mengoperasikan truk ini dengan baik dan benar, bisa juga menilai sejago apa supirnya. MID akan menilai segala tindakan supir, seperti timing penginjakan dan pelepasan pedal kopling, gas, pilihan gigi transmisi untuk segala kondisi berkendara dan lain-lain. Pendek kata, ini supaya para supir bisa mempelajari truknya. Kenapa hal seperti ini jarang ada di mobil biasa ya?

Scania-P460-Dashboard

Melongok sedikit ke tengah, ada seabrek tombol dan tuas. Karena jari saya bisa copot kalau menjelaskan semuanya satu per satu, saya bahas yang menarik saja. Di bagian atas adalah tombol untuk mengunci differential bagi 4 roda belakang, plus tombol untuk klakson di atapnya. Di bawahnya, adalah tombol untuk foglamp dan ada kenop putar untuk mengatur mode berkendaranya, mau itu 4×6, 6×6 atau lainnya, tergantung seberapa berat muatan yang dibawa dan kondisi jalanan yang dilewati.

Scania-P460-Console

Pada konsol tengahnya, ada 2 tuas, di mana tuas bagian atas untuk mengatur rem parkir kepala truknya, sementara tuas yang bawah untuk mengatur rem parkir muatannya. Di sampingnya, ada sistem audio dengan CD dan radio serta tombol-tombol untuk lampu kabin, selektor AC, kekuatan AC plus sejumlah laci untuk menyimpan barang bawaan.

Scania-P460-Transmission

Transmisinya sangat menarik untuk dibahas. Bukan, bukan karena ia dibungkus trim kayu cerah seperti panel dasbor tengah Pajero Sport Dakar, tapi karena ia punya 6 percepatan plus posisi C dan R. Lah, kok cuma 6 gigi? Emmm… Tidak juga sih, coba lihat, ada tombol hitam kecil di sisi tuasnya kan? Itu untuk memisahkan tiap giginya, jadi meski di tuasnya hanya tertulis 6 gigi, sebenarnya dia punya 12 gigi. Contoh, saat menaiki tanjakan curam dan gigi 3 tidak cukup kuat untuk membuat truk ini maju, coba pencet tombol hitam itu dan seketika kita akan berada di gigi 2,5. Serius, gigi dua setengah, dan di sini diharapkan traksinya lebih bagus dan truk bisa maju sambil membawa muatan yang berat.

Posisi R sudah pasti gigi mundur, tapi jarak untuk memindahkan tuas dari posisi tertentu ke gigi mundur itu jauh sekali. Rupanya ini ada alasannya, mencegah pengemudi salah masuk gigi. C itu artinya Crawl, berguna saat kita ada di tanjakan yang amat sangat curam, kita masukkan persneling ke posisi ini, maka truk akan menaiki tanjakan curam itu dengan kecepatan yang amat… sangat… pelan.

Scania-P460-Rear-Cabin

Di belakang kedua jok depan, ada ruang untuk tidur yang tergolong nyaman. Bagaimana tidak, material pembungkusnya lembut lho. Bisa untuk tempat istirahat bagi supir yang lelah karena harus menempuh perjalanan panjang. Kenapa yang beginian tidak ada di MPV atau SUV anyar di pasaran ya?

Mesin

Dengan muatan yang besar, truk wajib punya mesin berkemampuan besar pula. Scania P460 punya mesin segede gaban, 13.000 cc alias 13 liter! Lebih tepatnya, mesin DC13 6 silinder 4 stroke turbodiesel berpendingin udara. Mesin ini punya tenaga 460 hp di 1.900 rpm ( Ya, kurang dari 2.000 rpm sudah dapat tenaga optimal), dan torsi yang naudzubillah, 1.750 Nm pada 1.350 rpm saja. Onde mandeee….

Scania-P460-Trailer-Joint

Tenaga dan torsi yang cukup untuk menghancurkan Benteng Takeshi ini disambungkan dengan transmisi 12 percepatan, plus fungsi Crawl dan mundur yang sudah dijelaskan tadi berikut pendingin oli, dan pastinya ada transfer case untuk mengatur sistem penggerak 6×6-nya.

Kesimpulan

Kami tidak bisa bilang banyak, soalnya ini truk tractor head, bukan mobil yang biasa kami bahas. Satu hal yang pasti, untuk mesin yang akan bekerja keras dan berat di daerah off road, Scania P460 memiliki segala hal yang bisa membuat kami bilang ”Alamak”, karena teknologinya sangat canggih untuk sebuah kendaraan komersial, mesin besar dan berkemampuan bak dinosaurus, ban off road berkemampuan tinggi, dan mudah dalam pengoperasian berkat MID yang informatif dan mampu mengajarkan kepada tiap supirnya mengenai karakter truk ini.

Scania-P460-Front

Plus, membuat bisnis komersial dan fleet bisa lebih produktif dalam kondisi apapun, karena kami merasa truk kepala traktor ini lebih dari cukup untuk menaklukkan segala kondisi yang biasa dilewati truk-truk di Indonesia, termasuk proyek abadi jalur Pantura yang lama pengerjaannya lebih lama daripada tembok besar China atau Piramida di Mesir. Apa opinimu mengenai Scania P460 ini? Sampaikan di kolom komentar!

Andai kami punya SIM B…

Read Prev:
Read Next: