Empat Tahun Beroperasi, Wuling Lanjutkan Inovasi Untuk Indonesia

Empat Tahun Beroperasi, Wuling Lanjutkan Inovasi Untuk Indonesia
0  komentar

Autonetmagz.com – Wuling Indonesia sudah eksis selama empat tahun, namun harus diakui, dampak dan kontribusi mereka terhadap otomotif Indonesia melampaui usia mereka sendiri. Untuk merayakan empat tahun eksistensi Wuling di Indonesia, mereka meluncurkan tema “Inovasi Untuk Indonesia”. Wakil Presiden Wuling Motors, Han Dehong menegaskan bahwa Wuling akan terus melangkah maju dengan inovasi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang. Dehong juga berujar bahwa tema yang diusung merupakan perwujudan semangat Wuling untuk terus berinovasi untuk Indonesia, baik dari segi produk hingga layanan. Mari kita lihat apa saja inovasi yang sudah dilakukan Wuling untuk Indonesia selama empat tahun ini.

Ketika Wuling Pertama Kali Debut Di Indonesia

Wuling perdana kali menjejakkan kaki mereka di Indonesia dengan membangun pabrik seluas 60 hektar di Greenland International Center(GIIC) di Cikarang, Jawa Barat pada Juli 2017. Setelahnya, Wuling mengawali gebrakan mereka di pasar MPV Indonesia dengan meluncurkan produk pertama mereka di Indonesia, yakni Wuling Confero S. Gebrakan Wuling di pasar MPV Indonesia berlanjut dengan meluncurkan Wuling Cortez yang bertabur fitur yang sebenarnya hanya dipakai di MPV kelas atas, seperti Sunroof, Auto Wiper, Electric Seat, Auto AC, Lampu LED, dan Panel Kayu. Puncak dari gebrakan awal yang dilakukan Wuling di Indonesia adalah memperkenalkan SUV dengan mesin Turbo, yakni Wuling Almaz pada tahun 2019 dan mengaplikasikan mesin Turbo itu kepada varian terbaru dari Wuling Cortez, yakni Wuling Cortez CT.

Gebrakan yang dilakukan berikutnya terhadap Wuling Almaz ini adalah pengaplikasian fitur perintah suara berbahasa Indonesia bernama WIND (Wuling Indonesia Command) yang debut pada GIIAS 2019. Selanjutnya, Wuling mengembangkan teknologi fitur WISE (Wuling Interconnected Smart Ecosystem) yang merupakan kombinasi antara Internet of Vehicle (IoV) dan Advanced Driving Assistance System (ADAS) yang menjadi fitur andalan terbaru dari keluarga Wuling Almaz serta merilis varian tercanggih dari keluarga Wuling Almaz, yakni Wuling Almaz RS.

Wuling Mendukung Elektrifikasi Di Indonesia

Untuk memantapkan komitmen dan Wuling dalam kesiapanannya untuk mewujudkan program elektrifikasi yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia dan menyambut era percepatan mobil listrik di Indonesia, Wuling akan memperkenalkan dan menghadirkan berbagai macam lini kendaraan listrik, salah satunya adalah Wuling E100. Wuling E100 ini sendiri pernah ditampilkan kepada masyarakat dalam beberapa kesempatan pameran di Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan. Di Tiongkok sendiri, lini kendaraan listrik di Wuling dikuasai oleh microcar seperti Wuling E100, Wuling E200, Wuling E300 dan Wuling Hongguang Mini EV yang diluncurkan pada Juli 2020 sebagai bagian dari program Global Small Electric Vehicle (GSEV).

Pada Indonesia Electric Motor Show 2019, Wuling mendapat kesempatan untuk memamerkan Wuling E200 yang tersedia untuk sesi test drive serta Wuling E100 bagi pengunjung yang ingin mencoba micro-EV. Di Tiongkok sendiri, selain meluncurkan Wuling Hongguang MINI EV, Wuling juga mampu menjual sebanyak 99.652 unit mobil-mobil GSEV sehingga mampu menempati posisi pertama penjualan kendaraan listrik pada kuartal pertama tahun 2021.

Torehan Lain Wuling Di Indonesia

Selama empat tahun mengaspal di Indonesia, Wuling telah memasarkan lebih dari 60.000 kendaraan, dan pada semester pertama 2021, Wuling masuk dalam 10 besar pabrikan di Indonesia sehingga menjadikan Wuling sebagai satu-satunya pabrikan non-Jepang yang masuk dalam urutan 10 besar berkat strategi mereka yang mengedukasi konsumen di Indonesia terkait inovasi dan teknologi kendaraan. Not to mention bahwa Wuling berani memberikan harga produk yang sangat terjangkau, namun memiliki build quality yang cenderung melampaui harganya itu sendiri.

Gebrakan Wuling ini mirip seperti salah satu brand HP di Indonesia yang berprinsip “Teknologi canggih harus bisa diakses oleh semua orang” dan jujur saja, taktik ini berhasil. Selain berhasil melawan stereotype terhadap mobil-mobil Tiongkok, namun juga menjadi barometer terbaru dalam hal build quality, value for money, serta kecepatan dan kegesitan dalam membangun relasi dengan pelanggan. Apa komentar kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: