BMW : Kami Godok Lebih Banyak Mobil Listrik di 2023

by  in Berita&BMW&International
BMW : Kami Godok Lebih Banyak Mobil Listrik di 2023
0  komentar

AutonetMagz.com – Jika anda bertanya, merek mobil apa yang pertama kali menjual mobil listrik secara resmi di Indonesia, maka jawabannya adalah BMW. Merek Jerman ini pertama kali memperkenalkan i3S dan itulah mobil listrik pertama di Indonesia yang dijual secara resmi, mulai dari penjualan dan purna jual mobil listriknya. Ke depannya, BMW malah semakin agresif dengan mobil-mobil listrik terbaru yang akan mereka perkenalkan nanti.

Setelah BMW i3S, mobil-mobil terbaru BMW lainnya yang mengandalkan tenaga listrik sebagai penggerak adalah BMW iX3 dan BMW iX, di mana kedua-duanya berbentuk SUV. Beberapa tahun kemudian, akan datang lagi versi produksi dari BMW i4 Concept yang bentuknya sedan 4 pintu. Nah, nampaknya BMW adalah pihak yang yakin kalau masa depan permobilan akan pakai tenaga listrik, tapi kira-kira bakal berapa banyak mobil listrik yang akan dibuat oleh BMW ke depannya?

“Kami akan meningkatkan jumlah mobil listrik kami secara signifikan. Di antara 2021 dan 2023, kami tadinya sudah mematok target produksi mobil listrik, tapi kami akan buat 250.000 unit lebih banyak dari target kami semula,” ujar CEO BMW, Oliver Zipse kepada warta harian Jerman Augsburger Allgemeine. Saat ini, jumlah mobil baru BMW yang sudah terelektrifikasi adalah 8 persen dari total model BMW. Artinya, jika ada 100 mobil BMW, baru ada 8 mobil yang sudah menerapkan elektrifikasi.

Pada tahun 2023 mendatang, BMW ingin 20 persen mobilnya sudah berteknologi elektrik. Artinya, dari 100 mobil BMW paling tidak 20 di antaranya adalah mobil listrik atau mengandung teknologi penggerak listrik. Selain mobil listriknya sendiri, BMW juga tahu bahwa infrastruktur pendukung seperti tempat pengisian daya atau SPKLU juga harus diperbanyak. Tentu saja, soalnya salah satu pikiran konsumen sebelum beli mobil listrik adalah,”Nge-charge baterainya di mana ya?

Sekitar 15.000 charging station pribadi dan sekitar 1.300 titik SPKLU harus dioperasikan setiap minggu mulai hari ini. Sayangnya, kami masih jauh dari itu,” kata Oliver Zipse. Sama halnya di Indonesia, SPKLU memang masih sedikit namun pelan-pelan pihak terkait mulai bergandengan tangan memperluas jaringan SPKLU supaya mobil listrik bisa lebih mudah diterima konsumen. Apa opinimu? Sampaikan id kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: