Berkat COVID-19, Emisi Karbon Turun 17% bak Jaman Perang Dunia Kedua

Berkat COVID-19, Emisi Karbon Turun 17% bak Jaman Perang Dunia Kedua
0  komentar

AutonetMagz.com – COVID-19 memang menjadi musuh bersama publik dunia saat ini, apalagi karena pandemi ini sudah menyebar luas dan menimbulkan banyak korban jiwa. Namun, nampaknya COVID-19 tidak menjadi musuh bagi Bumi kita, karena berkat COVID-19 publik menahan diri untuk tidak beraktivitas. Dan alhasil, emisi karbon yang ada di Bumi pun menurun secara global.

Pernahkah kalian memperhatikan bahwa langit di kawasan yang banyak mobilisasi ataupun industri kini menjadi lebih biru? Khususnya kawasan seperti Jabodetabek dan Surabaya Raya. Nah, ternyata seruan Di Rumah Saja dan WFH telah berhasil menekan emisi karbon, baik dari kendaraan maupun dari aktivitas industri. Dan hasilnya, di bulan April lalu emisi karbon berhasil turun sebesar 17% mengacu pada data Nature Climate Change. Namun ada satu hal yang patut kita perhatikan, yaitu penggunaan kata ‘Temporary’ dalam publikasi tersebut. Yap, ini hanya sementara saja, kawan.

Karena, kalau kita perhatikan, kini sudah banyak masyarakat dan industri yang sudah kembali beroperasi layaknya kondisi sebelum pandemi. Nah, kembali ke publikasi tersebut, pada bulan April lalu sumber mencatatkan adanya penurunan sebesar 18,7 juta ton emisi karbon jikalau dibandingkan dengan rata – rata emisi harian di tahun 2019 silam. Menariknya, Bumi sudah cukup lama tidak berada dalam kondisi ini. Dicatatkan bahwa kondisi emisi tersebut terakhir dialami bumi di tahun 2006 alias 14 tahun lalu. Sumber juga menambahkan, untuk negara yang tidak berfokus untuk menjaga emisi, kondisi ini hanya akan bertahan sebentar saja.

Apakah negara kita termasuk? Kami belum memiliki datanya. Corinne Le Quéré, Professor Bidang Ilmu Perubahan Iklim dari University of East Anglia menyebutkan, “Secara global, kami belum pernah melihat adanya penurunan sebesar ini, dan dalam level tahunan, kita perlu kembali ke jaman perang dunia kedua jikalau ingin melihat penurunan emisi sebesar ini. Namun, kondisi ini tidak akan menghentikan perubahan iklim, ini tidak akan terjadi dengan memaksakan perubahan kebiasaan pada manusia. Kita perlu mengantisipasinya dengan membantu publik untuk berubah ke arah gaya hidup yang lebih sustainable.

Jadi, apa tanggapan kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: