Bayar Jaminan 1 Milyar Yen, Ghosn Akhirnya Keluar Bui

Bayar Jaminan 1 Milyar Yen, Ghosn Akhirnya Keluar Bui
0  komentar

AutonetMagz.com – Masih segar di ingatan kami saat bekas petinggi aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, yaitu Carlos Ghosn ditangkap oleh pihak berwajib di Jepang pada bulan November 2018 kemarin. Nah, pasca berbulan – bulan akrab dengan sel penjara di Jepang, kini akhirnya Ghosn bisa menghirup udara bebas. Bebasnya Ghosn sendiri bisa terjadi karena pihaknya menyetujui untuk membayar uang jaminan sebesar 1 milyar Yen yang diminta oleh pihak berwajib di Jepang.

Jika dirupiahkan, maka uang jaminan yang dibayarkan oleh pihak Ghosn pada otoritas di Jepang mencapai 126 milyar Rupiah, sebuah angka yang tentu tidak kecil. Pihak Ghosn sendiri sebenarnya sudah dua kali mengajukan permohonan jaminan ini, namun kedua – duanya gagal. Kesempatan terbuka saat pihak Ghosn menggandeng salah satu pengacara kawakan asal Jepang yang dijuluki sebagai ‘The Razor’, yaitu Junichiro Hironaka. Di tangan Junichiro, Carlos Ghosn akhirnya mendapatkan kebebasan, walaupun kebebasan dari Ghosn ini sifatnya bersyarat. Bersyarat dalam hal ini mengacu pada pengawasan yang diberikan oleh pihak berwajib di Jepang.

Pengawasan ini sendiri dilakukan supaya Ghosn tidak lari meninggalkan Jepang ataupun merusak bukti yang terkait dengan kasusnya. Sebelumnya, ada tiga buah tuntutan yang ditujukan kepada Ghosn terkait masalah keuangan. Ghosn sendiri menyangkal ketiga tuntutan tersebut, dan konsisten untuk membela diri terhadap kesemua tuntutan. Tentunya masalah ini mengejutkan banyak pihak, apalagi sosok Ghosn yang dijuluki sebagai ‘Le Cost Killer’ ini memang cukup sentral di dalam aliansi paling besar saat ini, Renault-Nissan-Mitsubishi. Sayangnya, karena masalah ini, Ghosn pun harus meletakkan jabatannya di aliansi, maupun di ketiga pabrikan tersebut.

Nah, setelah menghirup udara bebas, Ghosn masih terikat dengan 8 buah syarat yang diberikan otoritas Jepang. Beberapa diantaranya adalah, harus tetap tinggal di Tokyo dan tidak boleh keluar dari Jepang, lalu paspor dari Ghosn harus diserahkan ke pengacaranya dan juga harus ada ijin resmi jikalau Ghosn akan bepergian lebih dari 2 malam. Selain itu, di pintu masuk kediaman Ghosn juga harus dipasang CCTV untuk memantau keluar masuk mantan bos Renault ini. Belum selesai, Ghosn juga dilarang mengakses internet dan email, dan hanya boleh menggunakan komputer di kantor pengacaranya yang tak terhubung ke Internet.

Ghosn juga harus meminta ijin jikalau ingin mengikuti rapat atau menemui pihak Nissan. Tentunya kondisi ini masih tidak mengenakkan pihak Ghosn, namun kita ikuti saja bagaimana perkembangan kasus dari Ghosn ke depannya. Kalau menurut kalian bagaimana?

Read Prev:
Read Next: