Ban Bisa Copot Sendiri, Toyota bZ4x & Subaru Solterra Di-Recall

Ban Bisa Copot Sendiri, Toyota bZ4x & Subaru Solterra Di-Recall
0  komentar

AutonetMagz.com – Kehadiran duet Toyota bZ4x dan Subaru Solterra sebenarnya menjadi langkah yang besar bagi kedua pabrikan yang sudah cukup lama bekerja sama ini. Kedua SUV ini membuka jalan menuju ke era elektrifikasi yang lebih serius yaitu segmen battery electric vehicle. Sayangnya, sebuah masalah muncul pada kedua SUV bertenaga setrum ini. Pihak pabrikan menemukan bahwa ban di kedua SUV ini berpeluang untuk copot atau lepas pada sejumlah keadaan tertentu. Yuk kita bahas lebih lanjut.

Ban Lepas Saat Menikung Tajam

Lebih dari 5.000 unit Toyota bZ4x dan Subaru Solterra akan di-recall karena adanya masalah keamanan ini. Jadi, saat kedua SUV ini melaju di tikungan yang tajak dan melakukan pengereman yang mendadak, maka baut pada ban mobil akan mengendor. Efeknya tentu bisa fatal, yaitu ban akan terlepas dari mobil. Pihak pabrikan pun fokus untuk mengatasi masalah ini, dan imbas paling baru adalah kemungkinan mundurnya peluncuran Subaru Solterra untuk pasar Eropa. Kalau mau di-breakdown, ada sekitar 2.700 unit Toyota bZ4x dan sekitar 2.600 unit Subaru Solterra yang kemungkinan bermasalah, semuanya sudah tersebar di seluruh dunia, bukan hanya di Jepang. Kabar baiknya, kebanyakan mobil belum dikirim ke konsumen.

Khusus untuk Toyota, dari 2.700 unit tersebut, 2.200 unit diantaranya ditujukan untuk konsumen di Eropa lalu 260 unit untuk konsumen di Amerika Serikat, 10 unit untuk konsumen di Kanada dan 110 unit untuk konsumen di Jepang. Pihak Toyota juga mengingatkan pada konsumen yang sudah menerima mobil untuk tidak menggunakan mobil tersebut hingga masalah tersebut diatasi. Walaupun begitu, hingga detik ini masih belum ada laporan kecelakaan yang melibatkan kedua SUV tersebut yang merujuk pada masalah ini. Hmmm, apakah ratusan unit Toyota bZ4x yang ada di Indonesia juga terkena imbas yang sama dari masalah ini? Kami sedang melakukan kroscek pada tim Toyota Astra Motor (TAM) mengenai hal ini.

Pengiriman Solterra Tertunda

Sedangkan di sisi Subaru, pihak Subaru Jerman memberikan pernyataan bahwa pengiriman unit Subaru Solterra akan ditunda untuk sementara waktu. “Dalam rangka pemeriksaan kualitas secara rutin, potensi masalah terkait dengan roda telah teridentifikasi. Kondisi ini mempengaruhi seluruh kendaraan yang diproduksi hingga 15 Juni 2022. Belum ada unit Subaru Solterra yang dikirim ke Jerman, sehingga pelanggan tidak akan terpengaruh. Pelanggan pertama diharapkan dapat menerima unit kendaraan mereka di akhir musim panas ini” ujar Subaru Jerman dalam rilis resminya. Volker Dannath, Direktur Pelaksana Subaru Jerman menyatakan bahwa keselamatan selalu jadi prioritas utama Subaru untuk konsumennya.

Jadi, bagaimana menurut kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: