AirAsia Siapkan Taksi Online, Pakai Alphard & Vellfire?

by  in  Berita & International
AirAsia Siapkan Taksi Online, Pakai Alphard & Vellfire?
0  komentar

Autonetmagz.com – Layanan taksi online saat ini bisa dikatakan sangat membantu dalam hal mempermudah transportasi dan mobilisasi masyarakat. Itulah kenapa akhir-akhir ini cukup banyak perusahaan yang bermitra dengan para taksi online, tanpa kecuali maskapai. Sebut saja nama Gojek yang berkawan dengan Garuda Indonesia, atau Grab yang kini sudah bisa beroperasi di bandara – bandara Indonesia. Nah, yang menarik, ada maskapai LCC yang juga berminat dengan segmen layanan taksi online. Tetapi, bukan berupa kerjasama dengan taksi online yang sudah ada, melainkan membentuk sendiri layanan serupa. Dan maskapai itu adalah Air Asia. Kira-kira apa yang akan ditawarkan? Cekidot.

Kembangkan Bisnis, Kenapa Tidak?

Anda mengenal nama Tony Fernandes? Kalau tidak, beliau adalah CEO dari AirAsia. Beliau mengatakan bahwa taksi online yang akan dihadirkan oleh AirAsia akan berbeda dari 2 rival utama mereka yang ada di Malaysia, yaitu Grab dan Uber. Selain ingin tampil beda dan melawan stereotype, beliau juga ingin memberikan citra dan branding yang baru untuk Air Asia. FYI, AirAsia di Malaysia memang telah melakukan ekspansi ke beberapa segmen. Mereka ingin menghadirkan sebuah super app yang memenuhi segala kebutuhan transportasi dan mobilisasi. Sebelumnya, pihak AirAsia telah meluncurkan layanan food delivery di Malaysia & Singapore, dan mereka juga melakukan uji coba drone di Malaysia. “Mengapa kita ingin masuk ke segmen ride-hailing (taksi online)? Penting untuk mengetahui perubahannya. Ini semua tentang konversi. Bolehkah saya mengubah seseorang dari ride hailing menjadi membeli makanan?” kata Tony Fernandes.

Dorongan utama dari transformasi digital ini adalah logistik. Itulah yang sebenarnya saya incar. Dan tidak ada aplikasi super yang dapat melakukan apa yang kami lakukan, karena kami memiliki 245 pesawat,” tambah Fernandes. “Kami selalu akan menjadi perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman. Mengirim penumpang (melalui pesawat) ke tujuan mereka dimanapun itu berada. Kini, mengirim makanan, paket, produk fintech, dan bahkan menyediakan layanan edukasi online”, ujar Fernandes. Ide mengenai layanan Taksol ini juga diperkuat dengan unggahan Fernandes di Instagram sembari memperlihatkan sejumlah mobil dalam sebuah gambar. Yang menarik, gambar tersebut mempertunjukkan barisan Toyota Alphard dan Vellfire yang tersusun rapi. Inikah armada taksol AirAsia? Tentu terlalu dini untuk berspekulasi.

Kondisi Ekonomi Memburuk, Driver Taksol Pontang Panting

FYI, sama seperti negara ASEAN lain, pergerakan ekonomi di Malaysia juga terganggu adanya pandemi COVID-19. Sedikit banyak, dampaknya juga berpengaruh pada publik Malaysia yang menggantungkan kehidupannya dari pendapatan Taksi Online. Pemerintah Malaysia juga telah menawarkan alokasi bantuan sebesar 60 Juta Ringgit, atau sekitar 209 milyar tahun lalu. Bantuan itu diberikan kepada 120 ribu orang yang bekerja sebagai driver Taksi Online di Malaysia. Sekitar 99,8% dari angka tersebut sudah terdistribusi dengan nilai bantuan sebesar 500 Ringgit Malaysia atau sekitar 1,7 jutaan Rupiah per orangnya. Bantuan dengan nilai yang sama juga diberikan kepada sekitar 100 ribu sopir bus, sopir taksi, dan sopir bus pariwisata, serta sopir rental di awal bulan bulan lalu. Dengan kondisi ini, jelas Fernandes harus memikirkan ulang rencana ekspansinya.

Bagaimana kalau menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: