Toyota Kijang Innova dan Fortuner Bisa Kena Pelarangan Mobil Diesel Besar di India!

Toyota Kijang Innova dan Fortuner Bisa Kena Pelarangan Mobil Diesel Besar di India!
0  komentar
All New Toyota Kijang Innova Q Depan

AutonetMagz.com – Sebagai salah satu kota yang sama sekali tidak masuk urutan teratas kota dengan kualitas udara terbaik di dunia, New Delhi memang harus berbenah besar-besaran supaya kualitas udaranya layak hirup oleh masyarakatnya. Mahkamah Agung di India kini sedang menguji coba aturan baru yang memperketat seleksi kendaraan yang berkeliaran, karena mesin diesel besar (di atas 2.000 cc) tidak boleh memasuki New Delhi.

Karena yang dilarang adalah mesin diesel berkapasitas besar, jadi mobil seperti Maruti Suzuki Ertiga, Tata Zica, Renault Kwid dan Honda Jazz diesel di sana masih boleh wara-wiri di New Delhi. Yang pusing justru merek mobil yang menjual mobil bermesin diesel besar seperti Audi, BMW, Jaguar, Mercedes Benz, dan lain-lain. Akan tetapi, yang paling pusing saat ini rupanya Toyota, karena peraturan ini bisa mengganggu peluncuran All New Toyota Kijang Innova dan Fortuner di sana.

mesin diesel all new toyota kijang innova

Padahal mobil diesel merupakan favorit di India, karena lebih efisien daripada mesin bensin. Aturan mengenai pelarangan mobil diesel 2.000 cc ke atas ini sejatinya masih peraturan percobaan. Durasi percobaan adalah 3 bulan, dan dimulai pada Januari ini. Otomatis, ini mengganggu strategi Toyota dalam mengenalkan Innova dan Fortuner baru, karena punya mesin diesel 2.400 cc baru. Padahal mobil ini sudah ditunggu-tunggu di sana.

Saat kami menjual Innova di India, kami sempat menawarkan versi bensin di samping versi diesel, tapi versi bensin kami stop penjualannya karena diesel jauh lebih diminati. Jika memang konsumen merasa versi bensin diperlukan lagi, kami akan menghadirkannya kembali,” kata TS Jaishankar, Deputy Managing Director-Commercial Toyota India.

teaser toyota fortuner indonesia

Tentu saja dijualnya versi bensin bertujuan agar Innova dan Fortuner tetap bisa dijual dan dipakai di New Delhi dan sekitarnya, mengingat New Delhi adalah daerah yang dominan dalam penjualan. Toyota India sendiri adalah merek yang menguasai pasar mobil bermesin diesel di India, yakni hampir 50%. Tapi dengan populasi mobil diesel terbanyak, gas buang dari mobil Toyota otomatis juga terbanyak. Pusing kan?

Merek lain selain Toyota sendiri belum bicara apa-apa soal pelarangan ini, tapi kami yakin mereka akan mengumumkan strategi mereka menghadapi peraturan baru ini. Ngomong-ngomong, apa Jakarta juga perlu ya? Soalnya kadang sebagai pedestrian, suka terganggu juga dengan polusi yang dihasilkan mobil, motor, dan kendaraan lain yang asap knalpotnya ngebul itu. Bagaimana menurutmu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: