Toyota Ingin Subaru dan Mitsubishi Kembali ke WRC

Toyota Ingin Subaru dan Mitsubishi Kembali ke WRC
0  komentar

AutonetMagz.com – Pada kancah reli dunia alias WRC saat ini, Toyota adalah satu-satunya merek Jepang yang ikut berpartisipasi. Ketua tim reli dunia Toyota dikepalai oleh sang legenda, Tommi Makinen dan skuad Toyota mengandalkan Toyota Yaris WRC. Toyota sendiri baru masuk ke WRC lagi tahun 2017 lalu, dan sudah memenangkan 4 balap reli. Meski demikian, ada yang terasa hampa bagi Toyota dan penyebab kehampaan itu datang dari luar tubuh Toyota.

Kembali di tahun 90-an, demam trio Jepang di WRC mencapai tensi tertinggi kala Toyota bersaing dengan Subaru dan Mitsubishi sebagai tiga samurai jago reli. Toyota pakai Corolla dan Celica, Subaru pakai Legacy dan Impreza sementara Mitsubishi menjagokan Galant dan Lancer. Kejayaan ketiganya tercapai saat mereka bisa menjual versi jalan rayanya, yakni Toyota Celica GT4, Subaru Impreza WRX dan Mitsubishi Lancer Evolution. Ketiganya adalah legenda.

Toyota sendiri hengkang dari WRC lebih dulu daripada Mitsubishi dan Subaru, supaya Toyota bisa fokus ke F1. Mitsubishi ikut mundur tahun 2006 dan Subaru juga pamit di tahun 2008. Kembali ke masa kini, versi road legal dari mobil-mobil reli Toyota, Mitsubishi dan Subaru tidak banyak yang bertahan. Toyota Celica GT4 dan Mitsubishi Lancer Evolution sudah mati, sementara Subaru WRX STI sendiri agak tertatih-tatih tapi masih bisa berjalan.

Untuk urusan WRC ke depannya, sudah diputuskan bahwa WRC 2019 akan mengambil tempat di Jepang. Presiden Toyota, Akio Toyoda ingin dengan kembalinya WRC ke Jepang bisa “mengompori” Mitsubishi dan Subaru untuk kembali bersaing dengan Toyota di WRC.”Toyota adalah satu-satunya merek Jepang yang ada di WRC, dulu kami bertiga bersama dengan Mitsubishi dan Subaru. Tantangan Toyota adalah memupuk minat dan gairah penggemar reli,”kata Akio Toyoda.

Banyak fans reli yang mengingat Toyota, Mitsubishi dan Subaru dan saya harap kedatangan WRC di Jepang tidak hanya akan menstimulasi Toyota, tapi semua merek mobil lain. Kami ingin mereka kembali,”tambah Akio Toyoda kepada Autosport.”Kami akan dukung penuh kembalinya mereka. Inilah semangat Gazoo Racing, kami tidak hanya berpikir untuk Toyota saja, tapi juga untuk kebaikan motorsport ini.”

Saya harap Toyota bisa bertahan di WRC untuk waktu yang lama,” ujar Toyoda.”Kadang Toyota bergantung ke masalah ekonomi, tapi bagi saya tujuan utama mengikuti balapan seperti ini adalah untuk membuat mobil yang lebih baik. Hanya itu tujuannya.” Akio Toyoda yakin bahwa jalananlah yang membuat sebuah mobil terbentuk, dan dengan medan yang susah di WRC melawan mobil lain dan berkomunikasi antar tim, mobil yang lebih baik bisa diwujudkan.

Toyota juga ingin menghasilkan penggemar baru buat mereka, dan dengan adanya WRC di Jepang, Jepang bisa mempromosikan Summer Olympics yang akan digelar di Jepang pada tahun 2020 nanti. Mengambil tempat di pulau Honshu, WRC Jepang akan didominasi trek aspal plus campuran lintasan kecepatan tinggi dan kelokan yang butuh teknik tinggi. So, siapa yang menanti Mitsubishi dan Subaru kembali ke WRC? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: