Teknologi Rudal Siap Dibenamkan Dalam Mobil Self-Driving Mitsubishi

Teknologi Rudal Siap Dibenamkan Dalam Mobil Self-Driving Mitsubishi
0  komentar
Mitsubishi-XR-PHEV-II

AutonetMagz.com – Mitsubishi bukanlah pabrikan yang pertama kali muncul di kepala saat membahas kecanggihan teknologi yang bisa membuat mobil terasa seperti robot, tapi soal kiprah motorsport di arena balap, mereka bebas mau ongkang-ongkang kaki karena mereka punya nama besar di sana. Untuk visi masa depan mereka, Mitsubishi juga akan mengikuti tren pabrikan lain seperti Volvo, Tesla, Mercedes Benz dan lain-lain untuk meriset mobil self-driving.

Sebenarnya kalau soal mobil self-driving, mereka sudah punya konsepnya di jaman baheula. Buka kembali buku sejarah, ada Mitsubishi HSR II Concept yang merupakan pandangan Mitsubishi dalam mobil self-driving, tapi ya itu, waktu dulu realisasi konsep seperti ini masih mahal untuk dilepas ke jalur massal, jadi biar berakhir sebagai pajangan dulu saja. Dengan menjamurnya teknologi self-driving sekarang, Mitsubishi akhirnya gatal dan ingin ikutan lagi.

Mitsubishi HSR II Concept

Baiklah, mungkin mobil Mitsubishi tidak terlalu besar namanya dibanding merek lain yang sudah punya teknologi self-driving, tapi ingat, mereka dibeking oleh Mitsubishi Corporation, salah satu perusahaan besar yang bergerak di banyak bidang, termasuk militer. Rencananya, mereka akan minta bantuan engineer dari Mitsubishi Electric Corporation untuk merancang sistem self-driving bagi mobil Mitsubishi Motors. Enak ya kalau satu perusahaan punya banyak divisi.

Lebih spesifiknya, Mitsubishi Motors ingin memakai teknologi rudal (peluru kendali) buatan Mitsubishi Electric yang disuplai untuk militer Jepang dalam mobil mereka. Teknologi seperti millimeter-wave radar, sonar, sensor dan kamera menjadi komponen standar yang ada di rudal Mitsubishi, tinggal bagaimana caranya algoritma pemrograman otak komponen rudal diatur ulang biar bisa dipakai di mobil.

mitsubishi-emirai-3-xdas-interior

Yang harus kita perbuat adalah satukan semua komponen yang sudah kita punya. Rival kami tidak punya kapabilitas yang melimpah seperti yang kami miliki,” kata Katsumi Adachi, senior chief engineer Mitsubishi kepada Bloomberg. Masalah sumber daya memang gampang, tapi yang jadi kendala berikutnya adalah soal biaya. Biarpun berasal dari 1 atap yang sama, bukan berarti teknologi Mitsubishi Electric bisa langsung main pakai saja untuk Mitsubishi Motors.

Militer Jepang saja harus membayar mahal kepada Mitsubishi untuk teknologi itu, dan budgetnya jelas jauh dibanding harga rata-rata mobil Mitsubishi saat ini. Mau tidak mau, Mitsubishi harus mengandalkan akuntannya untuk membantu berhitung bagaimana cara berhemat dalam membuat mobil self-driving, terutama agar harga jualnya nanti tidak kemahalan. Memangnya siapa yang mau beli Mitsubishi Outlander seharga 2 M Rupiah misalnya biar kata bisa self-driving?

Masih lama bagi kita untuk mencapai tujuan itu,”tambah Adachi-san. Apa opinimu mengenai implementasi teknologi ini? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • subaru

    Gw kira bakalan ada fitur rocket launcher buat nembak yang nyerempet atau selap selip d jalanan

    • farid

      wkwkwkwkwk…kaya fitur spesial di mobil james bond,emang buat apa ada senjata rahasia di dalam mobil :v

  • farid

    asikk…bisa memantau kendaraan dijalanan melalui radar,tinggal realisasi aja biar gak cuma jadi imajinasi doang daaannnn……..gak kemahalan :v

  • Erik

    Menurut gue sih mustinya implementasi awal dari self driving ini harusnya dari kendaraan umum perkotaan. Busway atau bis lain yg udah ada trayeknya.

    Kan lebih gampang krn dia tinggal ikutin aja rute trayek, sensor2 canggih itu buat hindarin nabrak kendaraan lain di lalu lintas, bisa belok sendiri, berhenti di halte, trus jalan lagi. Apalagi busway yg emang udah ada jalur terpisahnya.
    Harusnya ini lebih gampang daripada buat mobil pribadi yg karena destinasinya beda2, kondisi jalan jg beragam, ada tanjakan, jalan rusak dll…

    • Airlangga Vitradi

      setuju gan. bener bgt opininya

    • Hillarius Satrio

      good point

  • Aryo Wicaksono

    kalau GPS navigasi Volkswagen kan cuma bisa nunjuk ke Polandia aja, kalau mitsubishi ini mah yang pertama kali diprogram itu jalur mengemudi ke Pyongyang untuk perang lawan Korea Utara. :v

    • Hillarius Satrio

      wkwkwkwkwk