Tanggapan Daihatsu Indonesia untuk Kasus Kaca Retak Duo Calya-Sigra

Tanggapan Daihatsu Indonesia untuk Kasus Kaca Retak Duo Calya-Sigra
0  komentar

Jakarta, AutonetMagz.com – Tepatnya Senin kemarin PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) mengundang awak media dan komunitas CalSig (Calya-Sigra) untuk dapat menghadiri diskusi product knowledge Daihatsu Sigra. Dalam undangan ini pihak ADM memberikan pemaparan terkait kejadian yang menimpa konsumen serta analisa dan improvement dari Daihatsu. Jika kalian belum tahu, sekitar bulan Maret tahun ini (7 bulan pasca hadirnya Calya-Sigra), viral di dunia maya terkait postingankaca belakang duo Calya-Sigra yang pecah.Menanggapi hal tersebut, Daihatsu segera menganalisa faktor eksternal diantaranya kesalahan dalam pemegang jaring saat proses pembuatan kaca dan mereka sudah menyelesaikan masalah tersebut. Beberapa bulan kemudian (Oktober-Desember) timbul kembali keramaian di media sosial. Menanggapi hal tersebut Daihatsu kembali melakukan investigasi dan mereka fokus ke faktor internal, mereka merasa tidak ada masalah dari segi kualitas material kaca dan metode assembly ke unit, namun handling/transfer kaca memiliki masalah, didapatkan adanya kerikil pada bagian tepi kaca yang dapat menganggu saat proses transfer dan menimbulkan initial crack. Solusi dari mereka adalah maintenance pallet internal dan delivery kaca menggunakan pelindung.

Temuan kedua tersebut selaras dengan asumsi kami pada bulan Maret lalu. Keterangan dari Bapak Anjar Rosjadi, selaku Executive Coordinator Technical Service Division, menegaskan bahwa defek di bagian luar disebabkan oleh kotoran pada saat delivery yang juga berada pada bagian pinggir. Karena bagian paling pinggir tidak ditopang oleh perekat / sealant, maka struktur tersebut rentan pecah. Memang tidak dijelaskan lebih lanjut detail akar masalah tersebut seperti seberapa besar defek akibat kotoran tersebut, lalu apakah ada pengaruh dari stress pemuaian kaca yang menekan bodi, keserasian sealant dengan kaca maupun bending yang terjadi pada struktur bodi dan kaca pada saat melibas jalan rusak.

Dari segi komunitas, Mas Cayo sebagai contact person CalSig menyatakan dari sekian banyak masalah yang menimpa dan menjadi diskusi pada komunitas Calya-Sigra memang kaca yang menjadi prioritas utama, soal hal lainnya belum dianggap terlalu serius alias minor. Daihatsu sendiri sudah memberikan konsumennya garansi 3 tahun/100.000 km dan terkait garansi 3 tahun, Ibu Amelia Tjandra sebagai Marketing Director Daihatsu berjanji akan menangani kasus kaca pecah case by case tanpa melihat waktu garansi.

Sebenarnya total klaim yang Daihatsu terima selama 2017 sendiri tidak terlalu banyak, yakni 8 kasus dan temuan mereka sudah didapati sebelum berita yang viral itu muncul, tetapi bisa jadi jumlah yang sedikit ini terjadi akibat konsumen segera memperbaiki di bengkel asuransi dan tidak complain ke Daihatsu. Tidak diketahui apakah jumlah pemesanan kaca belakang (diluar accident murni) yang di produksi oleh PT. Muliaglass ini meningkat. Daihatsu juga menyatakan apabila terjadi pecah murni tanpa sebab apapun (accident) dan ada bukti klaim OR asuransi sebelumnya, Daihatsu bersedia menggantinya.

Kesimpulannya, Daihatsu mengklaim bahwa setelah perbaikan dari faktor eksternal dan internal yang mereka lakukan (November 2017), seharusnya produk Calya-Sigra bebas dari masalah kaca pecah. Untuk konsumen lama, harap tenang, Daihatsu dengan tegas akan mengganti secara gratis apabila didapatkan pecah bukan karena faktor accident dan tidak terbatas waktu garansi. Ya semoga saja kita doakan yang terbaik bagi konsumen maupun produsen agar tidak terjadi hal tidak menyenangkan seperti brand sebelah ya!

Read Prev:
Read Next: