Ssangyong Korando EV : Cara Ssangyong Bertahan Hidup

Ssangyong Korando EV : Cara Ssangyong Bertahan Hidup
0  komentar

Autonetmagz.com –Hidup segan mati tak mau“. Itulah yang terjadi pada salah satu perusahaan otomotif asal Korea Selatan, SsangYong. Demi menarik investor untuk menjaga keberlangsungan perusahaan dan menarik perhatian calon konsumen, SsangYong melakukan percepatan pengembangan kendaraan baru dan bersiap untuk meluncurkan tiga EV. Dua SUV Medium dan satu Pick-Up. Saat ini, SsangYong sedang menderita karena angka penjualan yang rendah. Bahkan, Ssangyong juga tengah dipantau oleh kurator sejak Desember 2020 setelah gagal membayar pinjaman. Bahkan, Ssangyong juga masuk dalam daftar jual oleh pemilik saham terbesar mereka, Mahindra & Mahindra. Semenjak itu, SsangYong berjuang untuk mencari bantuan dari bank. Dan salah satu bukti mereka masih fight adalah munculnya sebuah produk baru, yaitu Ssangyong Korando e-Motion.

Korando Adalah EV Perdana Dari SsangYong

Setelah sebelumnya ada teaser yang muncul pada tahun lalu, kini SsangYong akhirnya memperkenalkan mobil EV perdananya, yakni SsangYong Korando e-Motion. Mobil ini akan diluncurkan di Eropa pada bulan Agustus dan di Inggris pada akhir tahun 2021. Produksi EV perdana SsangYong ini dimulai pada Senin, 14 Juni, tetapi peluncurannya di Korea harus ditunda karena kelangkaan chip semikonduktor. Belum ada detail spesifik tentang tenaga motor listriknya atau baterai yang akan dipakai untuk SsangYong Korando e-Motion. Mobil EV perdana dari SsangYong ini memakai basis dari SsangYong Korando 2019 dengan beberapa sentuhan desain yang membuatnya berbeda. Dimulai dari desain grill tertutup, bumper baru, desain velg baru. Semua ubahan kosmetik itu selain berfungsi untuk meningkatkan efisiensi aerodinamis, juga berfungsi untuk meyakinkan publik bahwa mobil ini adalah EV murni.

SUV listrik kedua dari SsangYong akan menyusul dan diposisikan di bawah SsangYong Rexton secara dimensi. SUV terbaru ini diberi nama memiliki kode J100. Kalau dilihat dari sketsa, mobil ini memiliki sedikit aura Range Rover di bagian depan dan rasa-rasa dari Ford Bronco Sport pada bagian belakang. Mobil berkode J100 ini diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2022 dan akan diikuti oleh mobil listrik SsangYong berjenis Pick-Up. J100 sendiri dirancang untuk berhadapan dengan Skoda Enyaq dan VW ID.4. Tiga EV baru ini akan melengkapi line-up mobil SsangYong, dimana saat ini mereka memiliki beberapa mobil bermesin ICE, seperti SsangYong Tivoli, SsangYong Korando, SsangYong Musso, dan SsangYong Rexton.

Rencana Yang Akan Dilaksanakan SsangYong

Selain meluncurkan produk ramah lingkungan (eco-friendly) untuk memenuhi tuntutan masa depan pasar otomotif internasional, SsangYong juga memiliki rencana self-rescue untuk memastikan kelangsungan kiprahnya di pasar otomotif yang dinamis. Saat ini, manajemen SssangYong berfokus pada peningkatan likuiditas, manajemen sumber daya manusia, dan efisiensi produksi dalam upaya untuk membangun kembali kepercayaan pada merek SsangYong. Yong Won Chung, selaku kurator SsangYong Motors, mengatakan dalam sebuah pernyataan mengenai rencana manajemen SsangYong kedepannya: “Kami membangun pijakan yang kuat untuk rehabilitasi perusahaan melalui M&A yang sukses dan menempatkan upaya terbaik kami dalam pengembangan mobil baru dengan mengatasi tren otomotif yang berubah dengan cepat. Selain itu, kami memperluas jajaran mobil ramah lingkungan, menemukan peluang pertumbuhan di masa depan seperti model bisnis baru, dan mempersiapkan daya saing baru.”

Apa tanggapan kalian, kawan? Apakah kalian masih berharap SsangYong bisa survive?

Read Prev:
Read Next: