Spyker Kehabisan Uang, Pertanda Bangkrut?

by  in Berita&International
Spyker Kehabisan Uang, Pertanda Bangkrut?
0  komentar

AutonetMagz.com – Baru saja kita melalui pergantian tahun 2021, musibah datang silih berganti. Baik dari bencana alam maupun human error hingga dalam negeri maupun luar negeri, banyak dari saudara kita maupun pelaku bisnis sedang dirundung masalah. Tak terkecuali manufaktur mobil asal Belanda yaitu Spyker NV, dikabarkan mereka telah kehabisan uang untuk menjalankan perusahaan tersebut.

Melansir RTL Nieuws, kondisi ‘dompet menipis’ tersebut mendorong CEO Spyker Victor Muller, untuk mengumumkan kebangkrutannya. Padahal pada Agustus 2020 lalu, Spyker NV direncanakan mendapatkan investasi puluhan juta euro dari pebisnis Russia yaitu Boris Rotenberg pemilik tim balap SMP Racing dan partner bisnisnya Michail Pessis. Bahkan dalam perencanaannya, Spyker di-imingi oleh pembuatan diler di Monaco serta pembuatan tim balap sendiri. Nyatanya hingga saat ini, uang puluhan juta euro yang dijanjikan tak kunjung datang.

“Uang itu tidak datang. Ini tidak mengalir seperti yang disepakati. Jika ini tidak terjadi, kita akan memiliki pembicaraan yang lebih baik sekarang,” ucap Muller kepada RTL. Sekadar informasi, sebelum Spyker NV, anak perusahaannya yaitu Spyker Events dan Spyker Services telah mengalami kebangkrutan terlebih dahulu karena kurangnya pendanaan. Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Willem Jan van Andel dari Spyker Events dan Dennis Steffens dari Spyker Services.

Belum lagi adanya hutang yang belum terbayarkan sebanyak 52.000 Euro (Rp 885 jt) terhadap Spyker Events. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, padahal tahun ini Spyker berencana untuk merealisasikan dua konsep mobilnya yang sudah hadir sejak 2013 silam, SUV D12 Peking-to-Paris serta supercar B6 Venator. Namun Muller tetap optimis dengan mengatakan bahwa kebangkrutan Spyker NV akan menghasilkan sebuah ‘cangkang kosong.’ Saat ini seluruh kegiatan bisnis Spyker dipusatkan ke Inggris dengan harapan agar perusahaan tersebut bisa bangkit dari abu, layaknya phoenix.

Muller menerangkan dengan optimis, “Saya tidak akan membiarkan hal ini membuat saya kesal. Saya pikir peluang bahwa akan ada investasi di Spyker masih sangat tinggi.” Apakah optimisme seorang CEO dapat merubah keadaan yang sulit bagi Spyker NV? Bagaimana tanggapan kalian perihal pabrikan supercar yang sudah diujung tanduk ini? Berikan komentar terbaikmu pada kolom komentar di bawah.

Read Prev:
Read Next: