Setelah Ford, Mabua Harley Davidson Indonesia Mundur Juga Tahun Ini

by  in Harley Davidson&Nasional
Setelah Ford, Mabua Harley Davidson Indonesia Mundur Juga Tahun Ini
0  komentar

APM Harley-Davidson di Indonesia Mabua dikabarkan akan tutupJakarta, AutonetMagz – Hengkangnya Ford dari Indonesia tentu saja membuat kita tercengang dan kebingungan dengan pasar otomotif kita yang sedang mengalami kemunduran. Kali ini kabar buruk datang bukan dari roda 4, melainkan roda 2.

PT Mabua Harley Davidson, selaku agen dari Harley Davidson di Indonesia menyetakan mereka akan menutup bisnis mereka di tahun 2016 ini. Hal tersebut dikarenakan penjualan mereka yang terus menurun dan nilai mata uang Rupiah yang terus melemah dari hari ke hari dan membuat harga motor mereka yang diimpor langsung dari Amerika menjadi sangat mahal.

Baca juga : Ini Penyebab Penjualan Mobil Ford di Indonesia Terus Merosot Hingga Tutup

Harley Davidson entry level Street 500 dan 750

Keputusan untuk menutup lini bisnis sepeda motor besar tersebut diperparah dengan kebijakan Pemerintah untuk menaikan 4 buah pajak untuk barang dan motor mewah, diataranya adalah

1. PMK No 175/PMK.011/2013, PPH 22 import tahun 2013 mengenai impor dari 2.5% menjadi 7.5%
2. PP No. 22 tahun 2014 mengenai pajak penjualan barang mewah (PPNBM) dari 75% menjadi 125%.
3. PMK No 90/PMK.03/2015, PPh 22 Barang Mewah untuk motor besar dengan kapasitas mesin di atas 500 cc dari 0% menjadi 5%.
4. PMK no 132/PMK.010/2015, kenaikan tarif bea masuk motor besar dari semula 30% menjadi 40%.

Karena 4 poin kenaikan pajak tersebut yang ditotal hampir mencapai 300% untuk pajak impor motor besar seperti Harley Davidson, otomatis harga motor-motor besar akan memiliki harga yang tidak masuk akal, ditambah lagi kenaikan harga tersebut belum termasuk bea balik nama.

Wallpaper HD Harley-Davidson LiveWIRE

Dan celakanya, kenaikan pajak tersebut tidak hanya menimpa Harley Davidson saja, motor-motor besar lainnya yang baru saja menancapkan kuku lebih tajam di Indonesia juga mengalami kenaikan pajak yang sama dan harus segera merevisi harga motor mereka. Sebut saja Triumph, Moto Guzzi, Royal Enfield, Ducati dan motor-motor Jepang lainnya yang kini ikut-ikutan bermain motor besar CBU. Padahal, investasi mereka untuk memulai brand motor besar di Indonesia tidaklah kecil.

Setelah Mabua Harley Davidson, kamipun menanyakan bagaimana kabar brand motor besar lain tersebut, apakah mereka akan menyerah? Atau mereka akan terus bertahan? Sampaikan opini kalian dalam kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: