Produksi Baterai EV di Indonesia Bisa Lebih Murah Dari China

by  in Berita&Nasional
Produksi Baterai EV di Indonesia Bisa Lebih Murah Dari China
0  komentar

AutonetMagz.com – Pemerintah Indonesia telah mencanangkan bahwa kendaraan bertenaga listrik adalah masa depan mobilisasi di tanah air, dan hal ini dibuktikan dengan sejumlah hal, termasuk regulasi percepatan pertumbuhan kendaraan bermotor listrik di Indonesia. Selain itu, pembangunan dan investasi pabrik baterai di Indonesia juga menjadi salah satu bukti nyata keseriusan Pemerintah. Dan langkah – langkah ini nampaknya sudah mulai membuat pihak luar melirik Indonesia.

Ini terbukti dengan adanya sebuah studi dan bahasan yang dilakukan oleh BloomberNEFmengenai produksi baterai untuk mobil listrik (EV) di Indonesia. Sumber menyebutkan bahwa usaha dari pemerintah di Indonesia sejauh ini disebut berhasil membuat biaya produksi baterai di Indonesia menjadi salah satu yang paling rendah/murah di kawasan Asia dan ASEAN. Biaya pekerja yang terjangkau dan juga biaya produksi yang murah membuat semuanya bisa terjadi. Sumber menyebutkan bahwa biaya industri dan upah pekerja menyumbang 6% dari total biaya untuk memproduksi baterai EV.

Sumber : Bloomber NEF

Sedangkan 22% dari total biaya adalah bahan baku untuk memproduksi baterai yaitu nikel dan kobalt yang bisa dikatakan melimpah di Bumi Pertiwi. Sebagai perbandingan, sumber menyebutkan bahwa biaya produksi baterai di Indonesia bisa lebih murah 8% dibandingkan dengan biaya produksi di China. Padahal kita semua tahu, bahwa China adalah ‘master’ dalam membuat produk dengan biaya yang murah. Walaupun begitu, Indonesia bukannya tanpa tantangan. Salah satu kelemahan yang dihadapi Negeri kita adalah intensitas karbon yang cukup tinggi, yaitu 711 gram CO2 per kWh.

Intensitas karbon tersebut dihasilkan dalam proses produksi tenaga listrik. Oleh karenanya, ini menjadi tantangan bagi para pabrikan dan juga Pemerintah Indonesia untuk menemukan sumber daya dengan intensitas karbon yang lebih rendah. Proyek pembangkit listrik tenaga air dan panas bumi menjadi salah satu yang diharapkan bisa membantu Pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. Jikalau Pemerintah dan pabrikan bisa menemukan solusi untuk tantangan tersebut, maka bukan tidak mungkin jikalau nantinya Indonesia akan menjadi rumah bagi produksi baterai untuk mobil listrik di pasar global.

Jadi, kita nantikan saja ya. Bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: