Nasib Isuzu Panther Saat Ini, Raja Diesel Yang Dimakan Usia

by  in Berita&Isuzu&Merek Mobil
Nasib Isuzu Panther Saat Ini, Raja Diesel Yang Dimakan Usia
0  komentar

AutonetMagz.com – Mungkin bagi kalian yang gemes dengan manuver Nissan yang tak kunjung memperbaharui Nissan Grand Livina & Nissan Juke, ataupun manuver Toyota yang belum kunjung merombak total Toyota Avanza, maka kegemesan kalian masih tetap akan kalah dengan pecinta Isuzu Panther, yang mana sejak awal tahun 2000-an hingga tahu 2018 ini masih saja belum mendapatkan generasi terbaru dari MPV bermesin diesel tersebut. Lalu, dengan mengandalkan mesin yang tak baru, dan tampang yang tak juga diremajakan, bagaimana nasib Isuzu Panther saat ini? Yuk kita bahas.

Sejarah

Seperti biasa, kita akan mulai dengan sejarah dari Isuzu Panther. Isuzu Panther dikembangkan untuk pasar Indonesia, dan hadir pertama kali di tahun 1991 dengan bentuk kotak, khas rival abadinya, Toyota Kijang. Yap, mobil ini muncul di jaman dimana para pabrikan mobil masih suka memberikan nama mobil dengan bahasa dan kearifan lokal, khususnya nama hewan sebagai personifikasi akan ketangguhan sang mobil. Isuzu Panther juga dikenal di negara lain dengan nama Hi-Lander dan juga Crosswind. Generasi pertama mengusung mesin 2.238cc Diesel dengan kode body TBR52. Mesin yang digunakan oleh Isuzu Panther ini punya tenaga yang terbilang kecil, cuma 60 hp pada 4.300 rpm, mungkin setara mesin 1.000cc 3 silinder milik LCGC jaman now. Kala itu, Isuzu Panther punya beberapa trim, seperti Higrade, Royal, Deluxe, dan standar.

Tahun 1996, Isuzu Panther TBR54 sendiri hadir sebagai versi facelift dengan bentuk yang lebih yang lebih oke. Selain itu, mesin yang digunakan juga lebih baik dengan mengusung mesin 4JA1 2.500cc direct injection yang punya tenaga 84 hp pada 3.900 rpm. Munculnya generasi Toyota Kijang Kapsul dan juga Mitsubishi Kuda membuat pihak Isuzu merasa harus berbenah diri, dan walau agak telat beberapa tahun dibandingkan dengan rivalnya, pihak Isuzu pun menelurkan Isuzu Panther generasi kedua yang mengusung kode TBR541. Di generasi kedua inilah pihak Isuzu juga memasukkan mesin Turbo Diesel yang diberikan di trim Touring dan Grand Touring. Isuzu Panther sendiri lantas punya cukup banyak trim, mulai Smart, LM, LV, LS, Touring dan juga Grand Touring, serta varian SV dan SS. Sialnya, tahun 2004 pihak Toyota meluncurkan Toyota Innova, dan pihak Isuzu merespon dengan memberikan Isuzu Panther Facelift dengan lampu yang lebih besar, dan varian mesin Turbo untuk trim LS.

Nasibnya Sekarang

Lalu, pasca facelift di 2004, hingga tahun 2018 ini tak ada perubahan signifikan yang terjadi. Ada beberapa ubahan seperti menghilangnya varian bertransmisi otomatis, dan juga penggantian garnish di sana – sini untuk menyesuaikan diri dengan jaman. Saat ini, Isuzu Panther sendiri masih dijual, walaupun angka penjualannya tak bisa dikatakan banyak. Sosok yang dahulu lekat dengan julukan Raja Diesel ini pun seolah tersisihkan dan terlupakan karena pesaing terdekatnya, yaitu Toyota Kijang sudah melompat dua generasi lebih baru dibandingkan dengannya, walaupun setidaknya nasib dari Isuzu Panther masih lebih baik daripada Mitsubishi Kuda yang sudah almarhum. Namun secara perusahaan, Mitsubishi sendiri kini punja jagoan baru dalam diri Mitsubishi Xpander dan Mitsubishi Pajero Sport.

Kini, Isuzu Panther sendiri dijual dalam 4 pilihan trim. Trim Smart dibanderol 259 juta, Trim LV dibanderol 266 juta, Trim LS dibanderol 289 juta dan varian tertinggi yaitu Isuzu Panther Grand Touring dibanderol 313 juta, dengan catatan, tak ada varian dua pedal. Secara wholesales, penjualan Isuzu Panther sepanjang 5 bulan pertama tahun 2018 ini ada di angka 461 unit saja, dimana varian LV sebagai trim tengah merupakan yang paling tinggi angkanya dengan 151 unit. Sepanjang 2017 silam Isuzu Panther sendiri mencatatkan wholesales di angka 1.182 unit, dengan unit paling tinggi adalah varian Grand Touring dengan angka 419 unit, berbanding terbalik dengan tahun ini yang baru mencatatkan 87 unit saja. Artinya, Isuzu Panther masih bisa bertahan, namun tak semakin membaik dari hari ke hari. Istilahnya, Isuzu Panther nampak seperti kehabisan waktu, dan hanya menunggu hingga tak ada satupun yang ingin meminangnya.

Capaian penjualan dari Isuzu Panther sendiri sejatinya menunjukkan bahwa masih ada konsumen yang meminatinya, namun nampaknya memang tak mudah untuk mengembangkan generasi ketiga dari Isuzu Panther. Namun apakah Isuzu tak bisa? Kami yakin pihak Isuzu mampu, toh terbukti dengan kehadiran Isuzu MU-X yang bukan produk yang bisa dipandang sebelah mata. Namun kapan? Tak ada yang tahu. Kalau menurut kalian bagaimana? Apa ada owner Isuzu Panther disini? Monggo bisa bagikan pengalaman dan opini kalian.

Read Prev:
Read Next: