Musk : Lupakan Tesla Semi Untuk Tahun Ini, Mungkin Tahun Depan

Musk : Lupakan Tesla Semi Untuk Tahun Ini, Mungkin Tahun Depan
0  komentar

AutonetMagz.com – Apa – apa yang menyangkut nama Tesla, biasanya memang selalu fenomenal. Termasuk saat mereka memperkenalkan sebuah truk bertenaga listrik beberapa tahun lalu. Truk Tesla yang bernama Tesla Semi ini versi konsepnya diperkenalkan pada tahun 2017 silam. Artinya, sudah hampir 4 tahun sejak versi konsepnya dipamerkan ke publik, namun nyatanya truk ini dikabarkan tidak akan diluncurkan pada tahun 2021 ini, berdasarkan tweet dari sang founder dan petinggi Tesla, Elon Musk. Lantas, Apa saja penyebab dilabilk keputusan Tesla untuk menunda peluncuran truk listrik futuristik karya mereka ini? Mari kita bahas.

Tweet Dari Elon Musk

Oke, kita lihaty track record dari Tesla Semi dalam beberapa tahun terakhir. Pertama, model konsep mobil ini diperkenalkan di tahun 2017 silam dengan target bahwa versi produksi akan segera dikirimkan di tahun 2019. Seperti yang kita ketahui bersama, target itu jelas – jelas melenceng, dan tak ada Tesla Semi yang dirilis ataupun dikirimkan ke konsumen di tahun 2019. Lantas, jadwalpun berubah lagi, dan muncul kabar bahwa Tesla Semi akan dikirimkan ke konsumen di akhir tahun 2020. Dan nyatanya, kita sekarang sudah ada di tahun 2021 dan tak ada Tesla Semi yang dikirimkan ke konsumen. Baru – baru ini, Elon Musk mengunggah sebuah tweet menarik terkait Tesla Semi. Dalam tweet tersebut, Musk menyatakan bahwa Tesla Semi mungkin tidak diluncurkan pada tahun 2021 seperti yang telah dijadwalkan. “Kami terlalu dibatasi sel (baterai) sekarang, tapi mungkin semuanya akan baik-baik saja tahun depan,”, cuit Musk.

Penggunaan Sel Baterai Yang Baru

Menurut Electrek, pengembangan Tesla Semi membutuhkan waktu lebih lama karena diperkirakan akan menggunakan 4680 sel baterai yang baru. Sel – sel baterai ini diluncurkan pada tahun lalu dan diproduksi di pabrik Tesla yang ada di Fremont. Tesla akan segera mulai meningkatkan produksi dan membuat beberapa gigawatt/hour dari 4680 sel, dan mengalokasikan beberapa sel ini ke model lain, seperti Tesla Model Y yang diproduksi di Gigafactory di Berlin, Jerman. Dengan adanya sel baterai baru, tentunya akan ada perubahan yang terjadi pada spesifikasi dan kemampuan Tesla Semi. Awalnya, Tesla Semi mampu menempuh jarak 500 mil (804 km) dengan sekali pengisian penuh, tetapi tahun lalu Musk menyatakan bahwa kemampuan dari Truk bertenaga setrum itu meningkat menjadi 600 mil (965 km). Hasil yang positif tentunya, karena hampir menyentuh angka 1000 km, jarak yang biasanya ditempuh oleh truk – truk sejenis. Namun, efeknya memang harus ada penundaan peluncurannya.

Walaupun ada penundaan, namun nyatanya pesona dari Tesla Semi masih menarik minat banyak pihak. Salah satunya adalah Pemerintah Amerika Serikat. Baru – baru ini, Tesla mendapatkan tambahan pesanan berupa 10 unit Tesla Semi dan juga 2 unit Megacharger yang dibiayai oleh Pemerintah USA dengan dana 2 juta US Dollar. Sejumlah kebijakan dan insentif juga telah disiapkan oleh Pemerintah USA untuk mengawal transformasi truk bermuatan berat ke tenaga listrik. Oleh karenanya, sejumlah perusahaan raksasa di USA berlomba – lomba untuk mengamankan jatah mereka untuk membeli Tesla Semi. Salah satunya adalah perusahaan logistik asal California, MHX Leasing LLC yang sudah menggelontorkan 1,9 juta US Dollar untuk mengamankan jatah 10 unit Tesla Semi. “Tak ada masalah dengan Permintaan (unit), namun pasokan sel (baterai) dalam jangka pendek membuat semi susah direalisasikan. Keterbatasan ini tidak akan jadi masalah tahun depan”, cuit Musk beberapa waktu lalu.

Jadi, bagaimana menurut kalian? Sampaikan opini kalian di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: