Tesla Bangun Stasiun Supercharger Terbesarnya, Di Tiongkok!

by  in Hi-Tech&Mobil Listrik&Tesla
Tesla Bangun Stasiun Supercharger Terbesarnya, Di Tiongkok!
0  komentar

AutonetMagz.com – Membahas mobil listrik pasti tak akan lepas dari pabrikan yang dicetus oleh Elon Musk ini. Namun sekarang, kita tidak akan berfokus pada kendaraan mereka yang bernama Model S, 3, X, dan Y itu. Artikel ini akan fokus membahas seputar stasiun pengisian daya listrik yang mereka rancang, Tesla Supercharger. Yup, sesuai judulnya, Tesla telah membangun sebuah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) terbesar mereka di Tiongkok.

Melihat dari akun Twitter @JayinShanghai, Tesla Supercharger Station ini berada di Jing’an International Center, yang menjadi kawasan penting dalam distrik komersial Shanghai. Tesla sudah meletakkan 72 titik pengecasan dalam SPKLU tersebut, yang berarti jumlahnya sudah mengalahkan SPKLU Supercharger terbesar mereka sebelumnya yang berada di California. Selain hanya berjumlah 56 titik pengecasan, SPKLU California bersifat outdoor, tidak tertutup seperti yang ada di Shanghai ini. Terbaik Jing’an! Awas eja yang benar.

Kenapa Tesla membangun SPKLU Supercharger terbesar mereka di Tiongkok, bukan di Amerika secara itulah negara asalnya? Hal ini dipengaruhi oleh besarnya jumlah kendaraan yang Tesla produksi di Gigafactory 3 mereka yang sudah mencapai 23.000 unit! Artinya sudah mencapai 22% dari total produksi globalnya, angka yang sangat berpengaruh mengingat produksi kendaraan Tesla secara global sudah menyentuh angka 509.737 unit per kuartal ke-4 2020.

Namun mengutip dari Engadget, walaupun Supercharger Station Shanghai ini menjadi SPKLU Tesla terbesar di dunia, 72 titik pengecasan tersebut menggunakan inlet V2 dan hanya menghasilkan listrik hingga 150 kW. Kalah dengan California yang semua titik pengecasan sudah menggunakan inlet V3 dan menghasilkan listrik hingga 250 kW. Artinya pengisian listrik akan memakan waktu yang lebih lama di SPKLU Supercharger Shanghai. Memang sepertinya hal ini bisa memunculkan sebuah perdebatan, namun hingga saat ini, hanya Model 3 dan Y yang sudah support inlet V3 sementara Model S dan X masih V2.

Hingga saat berita ini dirilis, Tesla sudah membangun 500 SPKLU di seluruh Tiongkok dan kelihatannya belum mau berhenti hingga penghujung 2021. Pertanyaannya adalah, kapan negeri kita bisa menikmati EV dengan harga terjangkau dan memiliki SPKLU yang tersebar di seluruh pulau? Halo mas Elon, invest dong di Indonesia. Tuliskan komentar kalian mengenai colokan super fast charging ala smartphone kekinian dari Tesla yang satu ini di bawah!

Read Prev:
Read Next: