Mobil Listrik Telah Mendominasi 84% Jalanan Norwegia, Indonesia Bagaimana?

by  in  Berita & International & Mobil Listrik
Mobil Listrik Telah Mendominasi 84% Jalanan Norwegia, Indonesia Bagaimana?
0  komentar

AutonetMagz.com – Mobil Elektrifikasi di Indonesia masih terbilang langka karena masih sedikit masyarakat yang tertarik dengan mobil berjenis ini, tetapi beda cerita untuk Norwegia. Populasi mobil listrik disana bisa terbilang cukup banyak seperti Innova atau Fortuner di Indonesia. Tercatat pada bulan Januari 2022 ini, 9 dari 10 mobil baru yang terdaftar di Norwegia ternyata telah bertenaga listrik. Lantas bagaimana bisa masyarakat Norwegia lebih menyukai mobil listrik daripada bermesin konvensional? Yuk kita bedah lebih dalam.

9 Dari 10 Mobil Baru adalah Mobil Elektrifikasi

Data yang dirilis oleh Norwegia Road Federation mengungkapkan bahwa ada sebanyak 7.959 unit kendaraan berpenumpang baru di Norwegia bulan lalu, dimana 6.659 unit diantaranya menggunakan mesin listrik. Artinya, total dominasi mobil listrik di sana 83,7% dari total keseluruhan mobil yang terdaftar. Angka tersebut merupakan angka yang besar, dimana capaian itu sudah mengalami kenaikan signifikan sebesar 30,7% dari tahun sebelumnya. Akan tetapi tidak semua mobil yang dimaksud adalah model pure tenaga listrik alias BEV, ada 6,8% diantaranya yang merupakan mobil dengan teknologi plug-in hybrid alias PHEV.

Di Norwegia terdapat berbagai macam brand mobil yang menjual produk elektrifikasi, khususnya mobil listrik seperti Audi Q4 E-Tron yang terjual lebih dari 600 unit dan menjadi mobil listrik terlaris di sana. Kemudian pabrikan asal Korea Selatan, Hyundai, melalui Hyundai Ioniq 5 mampu mencatatkan penjualan total 477 unit. Tidak kalah juga pabrikan asal Jerman, BMW, yang menjual mobil listriknya yaitu BMW iX yang sudah terjual lebih dari 400 unit. Ford Mustang Mach-E terjual 356 unit, Skoda Enyaq 389 unit dan masih banyak lagi. Pabrikan asal Jepang, Toyota bahkan tidak memiliki banyak peminat di sana karena mereka tidak menjual mobil listrik murni, tetapi mereka menjual mobil RAV4 yang plug-in hybrid.

Pasar EV di Indonesia Terhalang Harga

Dan kabarnya, Norwegia akan melarang penjualan mobil dengan mesin bensin atau diesel pada tahun 2025. Hal tersebut sangat membantu mempercepat penggunaan mobil listrik di sana sehingga mengurangi polusi udara. Berbeda dengan Indonesia, masyarakatnya masih belum tertarik dengan mobil listrik karena harga yang dipatok masih sangat tinggi, sehingga mereka lebih memilih untuk membeli mobil biasa yang harganya lebih terjangkau. Contohnya seperti Tesla, masyarakat yang bisa membeli Tesla hanya orang yang memiliki kekayaan yang besar karena harganya masih diatas 1 Miliyar Rupiah.

Menurut kalian, kapan persentase mobil listrik di Indonesia bisa sebesar di Norwegia?

Read Prev:
Read Next: