Menjelang Akhir Relaksasi PPnBM 100%, Akankah Diperpanjang?

by  in  Berita & Nasional
Menjelang Akhir Relaksasi PPnBM 100%, Akankah Diperpanjang?
0  komentar

Autonetmagz.com – GAIKINDO menyatakan bahwa program PPnBM berhasil meningkatkan penjualan mobil di Indonesia. Setelah Agustus, pemerintah menurunkan PPnBM 100% menjadi 25%. Oleh karena ini, GAIKINDO berinisiatif untuk mengirim surat kepada pemerintah yang berisikan usulan untuk memperpanjang program PPnBM 100%. Yohannes Nangoi, selaku Ketua Gaikindo mengatakan bahwa pihaknya belum meminta secara resmi kepada pemerintah untuk memperpanjang insentif PPnBM 100%, namun pak Nangoi berharap semoga hal itu bisa bisa terjadi. Apa saja dampak-dampak positif yang terjadi selama pelaksanaan PPnBM 100% ini? Mari kita simak.

Penjualan Mobil Meningkat Berkat PPnBM 100%

PPnBM 100% ini ditujukan untuk 21 mobil bermesin dibawah 1500cc yang diproduksi di Indonesia dengan kandungan lokal sebesar 70%. Kebijakan yang awalnya diterapkan hanya pada Maret-Mei diperpanjang pada Juni-Agustus. Setelah bulan Agustus, insentifnya turun jadi 25% untuk 21 mobil tersebut yang berdampak pada meningkatnya harga mobil-mobil tersebut dibandingkan waktu dapat insentif 100%, namun masih dibawah harga normalnya. GAIKINDO juga menyatakan bahwa program ini efektif meningkatkan penjualan mobil dan juga berefek positif pada elemen-elemen lainnya. Sebagai catatan, pada Maret, angka penjualan mobil mencapai 84.000 mobil, naik drastis dibandingkan 49.000 pada Februari. Pada April, penjualan tercatat nyaris menyentuh angka 79.000 unit, turun lagi di Mei pada 54.000 unit, naik pada Juni 72.000 unit, dan 66.000 unit pada bulan Juli.

Penurunan pada beberapa bulan tersebut terjadi karena hari libur dan PPKM pemerintah. Riset dari Institute for Strategic Initiatives (ISI) memaparkan bahwa insentif PPnBM 10% telah mendukung momentum pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produk domestik bruto, meningkatkan pendapatan rumah tangga, menambah kesempatan kerja, dan meningkatkan penerimaan negara. Luky Djani, salah satu peneliti ISI menyatakan bahwa insentif PPnBM termasuk menguntungkan selain di bidang otomotif. Apabila insentif PPnBM 100% yang berakhir Agustus tidak diperpanjang, maka penerapannya beralih sesuai skema yang sudah ditentukan yaitu pemberian insentif PPnBM sebesar 25%.

Apa Yang Bakal Terjadi Kalau Tidak Diperpanjang?

Jongkie D. Sugiarto, selaku ketua GAIKINDO menilai apabila penjualan turun maka penerimaan pemerintah pusat dan daerah melalui berbagai pajak seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPn), Bea Balik Nama (BBN), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan sebagainya akan ikut menurun. Jongkie berkata, “Ini dilematis, tidak diperpanjang [penjualan] bisa turun. Kalau turun dampaknya penerimaan pemerintah akan turun, PPn, BBN, PKB. Lebih bagus ini dijalankan terus agar pendapatan meningkat, awal tahun depan atau bagaimana.” Pak Jongkie juga menjelaskan apabila insentif PPnBM 100% tidak diperpanjang, yang berarti PPnBM 25% diberlakukan September-Desember, harga 21 mobil yang mendapat insentif ini akan menjadi lebih mahal yang bakalan berdampak pada berkurangnya minat masyarakat untuk membeli salah satu dari 21 mobil tersebut.

Oleh karena itulah, pak Jongkie menilai bahwa program PPnBM 100% ini lebih baik diperpanjang karena banyak pihak yang merasa senang dengan penerapan PPnBM 100% ini. Mengenai usulan perpanjangan PPnBM 100%, Nangoi berkata bahwa pihaknya baru memberi isyarat yang kecil kepada pemerintah, karena pak Nangoi sendiri mengetahui kalau pemerintah sedang kerepotan terhadap kondisi saat ini, sehingga kecilnya kemungkinan adanya perpanjangan pelaksanaan PPnBM 100%. Setelah melihat presentasi ISI mengenai pelaksanaan PPnBM 100% yang menguntungkan semua pihak, hal tersebut membuat pihak GAIKINDO memberanikan diri menulis surat ke pemerintah agar relaksasi PPnBM ini bisa diperpanjang sampai akhir tahun.

Hasil riset GAIKINDO & ISI menunjukkan bahwa gairah otomotif Indonesia perlahan tapi pasti meningkat berkat insentif PPnBM 100% ini. Tidak ketinggalan juga melalui kebijakan tersebut, kita secara tidak langsung berkontribusi pada perekonomian negara. Apa tanggapan kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: