Mengenal 7 Kendaraan Personil Militer Pindad, Tunggangan Berat Pengangkut Pahlawan

by  in Nasional
Mengenal 7 Kendaraan Personil Militer Pindad, Tunggangan Berat Pengangkut Pahlawan
0  komentar

Autonetmagz.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah nama sebuah angkatan perang dari negara Indonesia yang  menjadi pahlawan penjaga Bumi Pertiwi dan juga memperjuangkan perdamaian dunia. Memiliki kemampuan taktikal yang mumpuni membuat Indonesia mendapatkan peringkat ke-15 dari 136 negara yang disurvey oleh Global Firepower. Berarti selain mengungguli Israel dan Korea Utara, Indonesia menjadi negara paling kuat dalam sektor kekuatan tempurnya di seluruh Asia Tenggara. Pencapaian ini bukan dari kemampuan personil TNI saja, namun juga karena teknologi peralatan perang yang dipakai. Nah membahas alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia, pasti kalian akan langsung teringat dengan perusahaan Pindad.

PT. Pindad (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang manufaktur produk kemiliteran dan komersial yang berdiri sejak 1808 atas usulan dari Gubernur Jenderal pada masanya, Herman Willem Daendels. Terkenal karena julukan ‘si tangan besi,’ Daendels menjadi bagian dari sejarah manufaktur yang terkenal akan peralatan perangnya. Diketahui Pindad sendiri telah memproduksi beragam jenis senjata, munisi, tempa cor dan alat perkeretapian, bahan peledak komersial, alat berat, cyber security, dan juga tak lupa kendaraan khususnya.

Karena kita adalah media otomotif, pastinya angle yang kita bahas adalah segi transportasinya. Tunggangan para pahlawan masa kini buatan Pindad tidak kalah loh dengan negara yang lebih maju dari Indonesia. Buktinya saja kendaraan asli buatan Pindad ini telah diakui dunia karena dipakai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk misi kedamaiannya. Tetapi apa sih rincian yang membuat kendaraan ini dipandang? Terdiri dari dua jenis kendaraan yaitu 4×4 Komodo dan 6×6 Anoa, mari kita telaah 7 kendaraan asli buatan tangan anak bangsa ini.

1. Komodo Intai

Kendaraan dengan tipe Millitary Grade SUV ini terlihat sangat gagah. Bodinya yang besar, kokoh, dan juga mengotak ini dilapisi dengan baja tebal dan kaca anti peluru yang bahkan mampu menahan peluru kaliber 7,62 mm sekalipun. Dilengkapi dengan 4-pintu untuk memuat 5 personil, mobil ini memiliki fitur standar seperti winch (2-ton), pioneer set (sekop, kampak, dll), pemadam kebakaran, sistem ac, toolkit, lampu combat, blackout lights, towing hook, dan tentunya jaring kamuflase. Tersedia fitur opsionalnya seperti radio komunikasi (AM, FM Radio dan IntercomSet ; 2x12V-100 Amp baterai) , GPS, NVG, Add-on keramik lapis baja, dan RCWS (Remote Control Weapon System).

Bermesin diesel turbocharged 4-inline 5,2 L bertransmisi manual dengan output 212 hp, mobil ini mampu mencapai kecepatan maksimal on-road 100 km/h dan off-road 50 km/h. Terlihat lambat? Jangan salah, untuk mobil yang dapat mencapai berat 7,3 ton dan dibangun di atas sasis sejenis midrange commercial truck ini, performa tersebut sudah cukup bagus. Kapasitas tangki bensin yang mencapai 200 liter ini sanggup membawa Komodo Intai hingga mencapai jarak kurang lebih 450 km. Untuk pemakainnya, kendaraan taktikal ini dipergunakan untuk mengejar dan menghancurkan target musuh dalam kecepatan tinggi oleh militer maupun polisi.

2. Komodo APC

Berasal dari singkatan Armoured Personnel Carrier, sesuai dengan namanya mobil ini lebih diperuntukkan untuk membawa personil militer maupun polisi. Perbedaan yang paling mencolok dengan Intai adalah buritan yang lebih mengotak karena kapasitas angkut yang lebih besar, fascia depan juga lebih kaku, roof attachment yang lebih kompleks, side door yang lebih sedikit dan penambahan teralis besi di setiap bahan kacanya. Untuk fitur dan performa yang tersedia maupun tambahannya juga masih persis dengan Intai karena memang basisnya yang sama. Namun karena perubahan dimensi dan penambahan teralis kaca, bobot APC pasti lebih besar dibandingkan Intai.

Jika kalian lebih sering melihat APC dibandingkan Intai, hal tersebut tidaklah salah. Karena APC sering digunakan saat adanya demo, kerusuhan, bahkan hingga pengamanan car free day sekalipun. Pernahkah anda melakukan selfie dengan karya anak bangsa ini?

3. Anoa RCWS

Masuk ke dalam jajaran kendaraan taktikal 6×6, kita awali dengan mobil bertipe Remote Controlled Weapon Station (RCWS).Memiliki bodi khas panser dengan enam roda, mobil ini memiliki fitur yang berbeda jauh dengan Komodo pastinya. Untuk standarnya saja Anoa dilengkapi dengan winch (6-ton), pioneer set, pemadam kebakaran, sistem ac, toolkit, blackout lights, jaring kamuflase, Hydraulic Rear Rampdoor System, dan Smoke Grenade Dischargers kaliber 66 mm. Fitur tambahannya tersedia radio komunikasi (AM, FM Radio dan Intercom Set ; 2x12V-100 Amp baterai) , GPS, NVG, dan Add-on keramik lapis baja.

Mesinnya sendiri menggunakan Renault MIDR 062045 diesel turbocharged 6-inline bertransmisi otomatis dengan output mencapai 320 hp yang mampu membawa mobil seberat 14 ton ini bisa mencapai kecepatan 90 km/h. Diperuntukkan untuk battle focused,  persenjataannya sendiri ada RCWS-Cal 7,62 /12,7 mm dan senjata untuk bagian buritan, yaitu senapan mesin ringan cal 7,62 mm. Oh iya untuk bannya sendiri sudah berjenis run flat tire (RFT) loh.

4. Anoa Recovery

Dari segi desainnya, sekilas memang terlihat sama saja dengan RCWS. Perbedaan paling mencolok ada pada derek besarnya yang diposisikan pada bagian buritan. Fitur yang tersedia juga sama dengan RCWS namun minus persenjataan. Performa mesin juga serupa karena memang Anoa hanya memiliki satu mesin yang disharing saja. Tapi kendaraan militer kok tidak memiliki senjata? Itu karena mobil yang satu ini lebih ditujukan untuk memperbaiki keadaan yang tak terduga seperti mobil terbalik ataupun adanya rintangan pada jalur kendaraan.

5. Anoa APC

Memiliki tugas yang sama dengan Komodo APC yaitu mengangkut personil bersenjata, Anoa APC memiliki desain yang sebelas duabelas dengan RCWS. Dengan fitur dan performa yang sama seperti semua tipe Anoa lainnya, terlihat bahwa mounting senjata yang ada lebih dikurangi untuk fokus kepada tugasnya sebagai pengangkut personil tentara. Maka hal tersebut digantikan dengan palka rooftop yang lebih banyak.

6. Anoa Ambulance

Anoa yang satu ini jauh lebih manusiawi. Kenapa? Karena semua senjata maupun mounting-nya dilepas semua agar lebih terfokus pada tugasnya sebagai medical evacuation vehicle, sehingga secara tidak langsung membuat desain mobil ini tidak lebih radikal. Memiliki fitur dan performa yang sama namun minus persenjataan saja, Ambulance dilengkapi dengan peralatan medis yang sangat lengkap.

Sebut saja First Aid Kit, 3 stretcher and 2 seat untuk 5 field medics ; 1 Oxygen Regulator Unit 2×15 lt/200 bar; 2 Regulator Pressure; 1 Flowmeter; 1 Extra Regulator Unit 1×5 lt/200 bar Oxygen; Flowmeter, 3 Oxygen Supply Out Out; 1 Respirator Unit, dan 1 Respirator Pump Unit; 1 Equipment Unit for First Aid; 1 cabinet untuk 10 I botol infus, dan 2×10 lt Jerrycan berisikan air; 1 Tensimeter Unit; 1 Defibliator, 1 Presameter Unit; 1 Manual Resuscitator Unit; 1 Portable Resuscitator Unit; 1 Minot Surgery Kit; 1 Stethoscope, 1 Electro Cardiograph Unit; Electrical Suction (Ac/DC) Unit; 1 Halogen Examination Lamp, 3 soket 12 volt DC; dan lantai anti-slip yang mudah dibersihkan.

7. Anoa Logistic

Mobil ini memiliki desain yang sama dengan versi Ambulance, namun kali ini dipasangkan armament atau persenjataan untuk melindungi tugasnya sebagai pengantar logistik dalam peperangan atau misi kemanusiaan. Walaupun tidak sebanyak RCWS, setidaknya persenjataan yang dipakai cukup untuk mempertahankan diri. Seperti hadirnya cal 7.62 mm atau cal 12.7 mm dan automatic grenade launchercal 40 mm. Adapun mobil ini dilengkapi dengan kargo amunisi yang terdiri dari ammunition box, ammunition rack, dan ammunition payload seberat 1,5 ton. Sedangkan untuk suplai bahan bakar, kendaraan ini dilengkapi Electrical Winch (2-ton) untuk Handling, dan Payload Capacity sebesar 1,600 liter dalam 8 pcs full tank.

Bagaimana pendapatmu dengan tunggangan penjaga kemerdekaan dan perdamaian Tanah Air ini? Harusnya sebagai masyarakat Indonesia kita patut bangga atas pencapaian alutsista asli Indonesia tersebut. Sudah diakui oleh dunia internasional, orang-orang yang berada di balik pembuatannya patut kita apresiasi lebih karena mereka adalah pahlawan yang mengharumkan nama Bumi Pertiwi. Memang jika kita lebih peka, pahlawan sebenarnya ada di mana saja, bahkan dalam diri kita sendiri. Mari hargai sesama dalam bulan yang memiliki aura nasionalisme tinggi ini.

Read Prev:
Read Next: