Manajer Proyek Mazda MX-5 : Tak Perlu Ada MX-5 Turbo, Jangan Hancurkan Rasa Berkendara MX-5

Manajer Proyek Mazda MX-5 : Tak Perlu Ada MX-5 Turbo, Jangan Hancurkan Rasa Berkendara MX-5
0  komentar
mazda-mx5-face

AutonetMagz.com – Ringan, kecil, ringkas, distribusi bobot sempurna dan menarik. Kata-kata tadi agaknya cukup untuk menggambarkan bagaimanakah Mazda MX-5 mulai dari jaman floppy disk alias disket hingga jamannya flash disk. Tapi banyak juga yang mengeluh MX-5 itu lamban untuk ukuran mobil sport, apalagi tenaga dan torsinya hanya 155 hp/200 Nm (2.000 cc) dan 129 hp/150 Nm (1.500 cc) pada Mazda MX-5 SkyActiv baru. Hal yang sama juga dilayangkan ke Toyota 86 dan Subaru BRZ.

Mereka yang komplain akan hal tersebut tidak mengerti kalau kecepatan bukanlah segalanya. “Sangat penting untuk tidak terpaku pada angka. Bukan pada tenaga atau torsi. Tidak, apa yang lebih penting adalah perasaan, rasa berkendara. Pengalaman mengemudi dan perasaan lebih penting daripada tenaga. Dalam pikiran saya, mobil ini harus fun to drive,” kata manajer program Mazda MX-5, Nobuhiro Yamamoto kepada Top Gear.

mazda-mx5-forest-wallpaper

Yamamoto-san bukan sembarang orang. Meski jadi manajer program Mazda MX-5 yang tidak kencang-kencang amat, dia juga pernah mengurus dan menguji Mazda 787B, mobil balap Le Mans yang kencang dan legendaris. Ia berkata, Mazda MX-5 tak akan punya pilihan mesin lain.

Menurutnya, Mazda MX-5 SkyActiv cukup dengan mesin 1.500 cc dan 2.000 cc yang sekarang ada saja. Mau MX-5 yang lebih kencang? Sana beli MX-5 Club, itu yang mereka set sebagai batas maksimum MX-5 berkode ND. Dia juga tak ambil pusing kalau ada yang bilang MX-5 itu mobil sport banci, masa bodoh dengan hal itu.

mazda-mx5-rolling-shot-rear

Kami punya 5 filosofi dasar saat membangun MX-5 baru. Pertama, mobil ini harus berplatform front-mid engine. Kedua, harus berwujud convertible dengan 2 tempat duduk. Ketiga, distribusi bobot depan-belakang harus pas 50:50. Keempat, gerakan inersianya harus rendah. Kelima, harganya harus terjangkau. MX-5 yang mesinnya lebih kencang berarti nambah duit lagi, nanti tidak jadi terjangkau,” katanya.

Berikutnya, Yamamoto-san dicecar pertanyaan soal pemakaian turbo pada MX-5, dan begini jawabannya : “Saya tidak pernah berpikir untuk memakaikan turbo di mesin MX-5, karena mesin naturally aspirated itu bagus, apalagi untuk mobil seperti ini. Bagi saya, yang penting adalah perasaannya, yang penting anda senang dan menikmati saat berkendara dengannya. Saya tak ingin tenaga atau torsi lebih untuk MX-5, tapi sensasi berkendaralah yang penting,” demikian jawabnya.

mazda-mx-5-cruising

Tahu tidak? Saya sih setuju dengan apa yang dikatakan beliau. Kecepatan bukan segalanya, ada aspek-aspek lain yang membuat sebuah mobil itu hebat, dihargai dan diakui dunia, bahkan dicap sebagai legenda. Selain Mazda MX-5, hal ini juga berlaku untuk Lexus LFA dan Porsche 911. Mereka kalah kencang dibanding rival sekelasnya, tapi ada rasa dan emosi yang sangat juara, dan itu membuat mereka brilian.

Bagaimana pendapatmu, apa kami sepakat dengan Nobuhiro Yamamoto atau tidak? Apa meurutmu yang membuat sebuah mobil itu sangat bagus dan menakjubkan? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: