Mana Yang Lebih Baik: Blok Mesin Aluminium atau Besi?

by  in Hi-Tech
Mana Yang Lebih Baik: Blok Mesin Aluminium atau Besi?
0  komentar

Jakarta, AutonetMagz – Hari demi hari, pabrikan-pabrikan mobil kenamaan mulai mengganti bahan baku blok mesin mereka dari besi menjadi aluminium. Mungkin ada yang bertanya, kenapa harus aluminium? Apakah lebih murah? Apakah lebih baik? Atau lainnya.

Kali ini di AutonetMagz, kami akan mengulas plus minus penggunaan blok mesin aluminium dan besi secara mendalam untuk meluruskan isu yang berkembang di khalayak ramai agar kita semua lebih tercerahkan.

Aluminium vs Besi

Pertama, mari kita mulai dari Besi atau yang disebut dengan steel dalam bahasa Inggris. Penggunaan blok mesin besi ini sudah digunakan selama puluhan tahun, bahkan dari pertama kali sebuah mobil dibuat, bahan besi sudah dipilih sebagai bahan utama blok mesin.

Penggunaan besi sudah teruji merupakan bahan yang sangat tangguh dan tidak ada masalah serius yang diakibatkan oleh besi selama mobil digunakan, karena bahan ini merupakan bahan yang tahan terhadap panas dan gesekan. Bahkan jika mesin terjadi overheating, umumnya yang kalah duluan bukanlah blok mesinnya, melainkan komponen-komponen lain yang berada di dalam mesin.

Besi punya titik lebur di 1.370 derajat celcius, ia adalah penghantar panas yang baik, tidak mudah melepas panas dan tidak mudah memuai (dibandingkan dengan aluminium). Kekurangan penggunaan bahan besi ada pada bobotnya yang terlampau berat dibandingkan dengan aluminium dan bisa berkarat.

Kemudian Aluminium. Ini adalah bahan yang lebih mahal dibandingkan dengan besi, sehingga jangan heran kalau mobil modern yang punya mesin aluminium umumnya lebih mahal dibandingkan dengan mesin konvensional yang masih menggunakan bahan besi.

Aluminium merupakan material yang terkenal ringan, lebih baik dari besi dalam menghantarkan panas dan dia lebih cepat melepas panas. Maka dari itu blok mesin yang terbuat dari aluminium memiliki thermal efisiensi yang lebih baik sehingga penggunaan bahan bakar lebih irit. Ia juga jauh lebih ringan dan punya resistensi terhadap karat tanpa harus menggunakan lapisan atau campuran yang membuatnya tahan terhadap karat.
mesin v8 turbo diesel baru audi

Namun, aluminium punya titik lebur yang jauh lebih rendah di angka 660 derajat celcius dan juga tidak tahan terhadap gesekan. Sehingga jika mobil anda terkena overheat, sebaiknya segera merapat agar mesin mobil anda tidak rusak karena pemuaian.

Seperti yang sudah kami sebutkan, aluminium juga tidak tahan terhadap gesekan. Tapi kalau anda bicara bahwa mesin aluminium tidak akan tahan lama karena tidak kuat menahan gesekan piston, maka anda salah besar. Karena setiap mesin yang terbuat dari aluminium, pasti memiliki sleeve atau lapisan campuran besi yang membuatnya jauh lebih kuat dan licin atau bisa juga menggunakan teknologi Plasma Transferred Wire Arc (PTWA) yang canggih di ruang silinder, sehingga gesekan di ruang silinder tentunya tidak akan merusak blok aluminium. Penggunaan sleeve ini sudah terbukti juga selama puluhan tahun, karena penggunaan mesin aluminium sudah pernah dilakukan oleh beberapa manufaktur dari tahun 60-an.

Ya, pada awal-awalnya memang penggunaan mesin aluminium adalah bencana besar. Contohnya pada Chevrolet Vega di tahun 1971, mesin 2.300 cc 4 slinder yang diproduksi masal tersebut membuat citra mesin aluminium menjadi buruk, blok mesin Chevrolet Vega lebih rentan terhadap overheat dan oli yang batas pakainya sudah terlewat.

chevrolet-vega-aluminium-engine

Nah bicara mesin modern, mesin dengan blok aluminium sudah jauh berkembang menjadi lebih baik. Karena aluminium lebih mudah memuai, ia memerlukan desain blok mesin dengan struktur yang lebih kuat dan tebal agar bisa menyamai kekuatan besi. Bahkan strutur blok mesin aluminium modern bisa menyamai kekuatan besi ketika mengalami overheat. Karena dalam beberapa kasus, meskipun besi memiliki titik lebur yang lebih tinggi, besi memiliki kemungkinan mengalami retak lebih tinggi jika terkena panas.

Blok mesin aluminium juga memerlukan sistem pendinginan yang baik, bahkan selain radiator, beberapa mesin juga mendinginkan oli mesin agar blok mesin lebih tahan lama. Beberapa mesin tanpa radiator seperti mesin sepeda motor, umumnya mereka memiliki auto shut off engine yang otomatis mematikan mesin jika suhu mesin terlalu panas untuk menjaga blok aluminium.

Nah, mesin aluminium memang lebih sulit dalam rancang bangunnya, biayanya juga lebih mahal dibandingkan dengan mesin yang dibuat dari besi biasa. Benefitnya adalah selain thermal efisiensi yang lebih baik, ia jauh lebih ringan dibandingkan dengan blok mesin besi. Misalkan blok mesin berukuran sama, ia bisa lebih ringan hingga setengahnya dibandingkan dengan blok mesin berbahan besi.

Namun bukan berarti mesin besi harus dikampakan begitu saja. Beberapa engineer masih memanfaatkan benefit dari mesin besi. Contohnya mesin Ford Fiesta EcoBoost 1.0 L masih menggunakan blok mesin besi karena lebih cepat panas untuk mesin kecil. Sedangkan untuk mesin lainnya, Ford tetap menggunakan blok mesin aluminium, bahkan Ford F150 yang terkenal untuk keperluan heavy duty sudah menggunakan aluminium untuk mesin hingga body mobil.

hemi-engine

Selain Ford, Chrysler juga masih menggunakan blok mesin besi pada mesin Hemi engine V8 mereka. Alasannya tidak lain karena untuk efisiensi biaya pembuatan. Bayangkan mesin sebesar itu menggunakan aluminium, pasti mahal sekali bukan? Lebih baik gunakan saja blok mesin besi yang lebih simpel dan tidak memerlukan rancang bangun khusus untuk membuatnya kokoh seperti blok mesin aluminium.

Mesin aluminium masa kini umumnya digunakan di mobil-mobil modern yang lebih mengutamakan efisiensi. Dan blok mesin besi karena lebih murah pembuatannya dan tidak perlu rancang desain yang ribet, umumnya digunakan pada mesin mobil niaga, mobil murah, mesin-mesin kecil yang membutuhkan pemanasan lebih cepat.

Untuk mesin masa kini, penggunaan blok aluminium dan besi sebenarnya bukan jadi soal. Karena mesin aluminium sudah sekuat mesin besi jika memiliki rancang bangun yang baik, bersyukurlah kalau mesin mobil kamu sudah menggunakan mesin dari bahan tersebut, karena pastinya lebih irit dan ringan dibanding besi. Jika blok mesin mobil kamu masih terbuat dari besi, tetap bersyukur juga karena kekuatannya sangat baik meskipun rancang bangunnya sederhana.

Read Prev:
Read Next: