Konsumen Supra Keluhkan Selisih Tenaga, Toyota Amerika Merespon

Konsumen Supra Keluhkan Selisih Tenaga, Toyota Amerika Merespon
0  komentar

AutonetMagz.com – Ada berjuta strategi dan ide dalam siklus hidup pemasaran sebuah produk, entah itu makanan, smartphone atau bahkan mobil. Misal, produsen es krim “Tembok” merilis es krim baru yang memakai nama nostalgia berawalan huruf “V” secara terbatas, atau munculnya iPhone SE untuk menarik lebih banyak konsumen dengan harga lebih murah, dan masih banyak lagi. Soal strategi tersebut bagus atau tidak, biar hasil akhir yang berbicara.

Kalau soal mobil, kita bisa menengok ke Toyota. Chief engineer Toyota Supra, Tetsuya Tada sempat bilang kalau Toyota Supra akan diperbarui setiap tahunnya. Nampaknya pernyataan itu benar, sebab setelah Toyota GR Supra bermesin 3.000 cc turbo muncul, hadir varian 2.000 cc turbo yang lebih murah. Tahun 2020 ini, di Amerika muncul Toyota GR Supra bermesin 3.000 cc turbo dengan ekstra tenaga dibanding varian yang meluncur duluan.

Jika Toyota GR Supra versi 2019 punya tenaga 335 hp dan torsi 495 Nm di atas kertas, versi 2020 punya 382 hp dan 499 Nm di atas kertas. Sontak, konsumen yang sudah kepalang beli Toyota GR Supra versi 2019 keberatan, kira-kira keluhan mereka adalah,”Waduh, kalau tahu nanti bakal ada Supra yang tenaganya lebih gede tahun 2020, ngapain beli yang 2019, mending sabar nunggu aja versi baru yang tenaganya lebih gede lagi.” Lalu, bagaimana tanggapan Toyota Amerika?

Seperti dilansir Motor Trend, Jack Hollis selaku Manajer Umum dan Wakil Presiden Toyota Group Amerika menanggapi keluhan konsumen.”Mobil akan dikembangkan jadi lebih baik di aspek yang penting sebagai bentuk kemajuan,” katanya. Menurutnya, sudah tugas pabrikan untuk mengembangkan produknya setiap tahun. Meningkatkan performa mesin mobil sama pentingnya dengan fitur keselamatan, kenyamanan maupun hiburan di mobil lain.

Jack Holls merujuk ke Toyota RAV4 hybrid, sembari bilang bahwa konsumen RAV4 yang sekarang juga bisa saja mengeluh soal kehadiran varian RAV4 Prime berteknologi plug-in hybrid yang tenaganya lebih besar dan efisiensinya jauh lebih baik. Ia menambahkan, jika konsumen Supra yang sudah kepalang beli Supra 2019 akan sangat dihargai jika beli (lagi) Supra baru yang tenaga dan torsinya meningkat di dealer Toyota.

Tentu saja jika ada konsumen yang merasa tidak ada gunanya punya lebih dari 1 Toyota GR Supra di garasi dan tidak mau beli Supra 2020, beruntunglah Toyota Supra baru punya seabrek dukungan aftermarket. Mau naik tenaga kecil-kecilan jadi 420 hp bisa, bahkan hingga 500 hp lebih pun sanggup. Garansi resmi memang hilang, tapi tenaganya jadi lebih kencang kan? Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: