Hasil Studi Toyota : Konsumen India Tak Masalah Keluar Uang Lebih Untuk Fitur Keselamatan

Hasil Studi Toyota : Konsumen India Tak Masalah Keluar Uang Lebih Untuk Fitur Keselamatan
0  komentar
Toyota Vios 2013 Airbag

AutonetMagz.com – “Utamakan keselamatan!” Kata-kata yang mudah diucapkan namun susah dipraktekkan. Selalu ada aspek keselamatan yang diperhitungkan sebagai faktor penting dalam berbagai hal, termasuk berkendara dengan mobil. Di negara maju, hasil tes tabrak dan jumlah fitur keselamatan pada sebuah mobil menjadi salah satu pertimbangan besar konsumen sebelum membeli mobil.

Lain ceritanya di negara berkembang, fitur keselamatan dan hasil tes tabrak kadang jadi nomor sekian, yang penting kredit mudah dan cepat, panas nggak kepanasan, hujan nggak kehujanan dan bisa gaya pakai mobil. Tapi rupanya konsumen di negara-negara berkembang mulai menunjukkan sedikit kemajuan.

Ilustrasi-Pedestrian-Airbag-Volvo

Menurut Automotive News, studi Toyota di India menunjukkan kalau konsumennya tidak keberatan bayar lebih untuk mendapat fitur keselamatan yang lebih lengkap. Biarpun harganya jadi naik, rupanya mobil yang fitur keselamatannya lengkap mampu menaikkan angka penjualan Toyota di India secara drastis.

Padahal awalnya mobil dengan fitur keselamatan semisal airbag sempat diragukan untuk dijual di India karena takut memperburuk penjualan, tapi seiring waktu berjalan, ketakutan tersebut tak terbukti. Delapan bulan setelah Toyota menawarkan airbag di semua model yang dijual di negara itu, penjualan kendaraan Toyota naik sebesar 19% selama periode tersebut. Angka yang tak buruk jika dibandingkan angka pengiriman industri yang hanya 5%.

Cara kerja mekanikal airbag pada mobil

Ini jauh lebih baik daripada dugaan kami. Mulai dari konsumen kota besar hingga kota kecil atau pinggiran, semuanya sadar akan pentingnya fitur keselamatan pada mobil,” demikian komentar N.Raja, senior VP dan direktur penjualan serta pemasaran Toyota India. Katanya, konsumen tak segan untuk menambahkan hingga 15 ribu hingga 20 ribu Rupee (sekitar 3,15 juta hingga 4,2 juta Rupiah) supaya dapat mobil ber-airbags.

Konsumen India makin hari makin sadar dengan aspek keselamatan. Survey J.D Power pada tahun 2014 menunjukkan hasil kalau 80% konsumen India ingin punya mobil yang sudah pakai ABS, sementara 76% konsumen ingin mobil yang ber-airbags. Belum ada detail bagaimana konsumen India memandang stability control sebagai fitur keselamatan wajib atau belum, tapi pastinya akan bertambah seiring dengan meningkatnya kesadaran dan kecerdasan konsumen.

uji-tabrak-samping-suzuki-vitara

Jumlah kendaraan di India hanya 1% dari jumlah kendaraan di dunia, tapi angka kematian akibat kecelakaan di India menyumbang angka 15% untuk kecelakaan secara global. Meski tingkat kematian akibat kecelakaan di jalanan cukup tinggi, pemerintah India belum mewajibkan airbag atau hasil tes tabrak yang baik menjadi syarat standar sebuah mobil layak dijual di India.

Tapi masa bodoh dengan instruksi pemerintah, para APM mobil di sana sudah sadar diri dan tahu kalau keselamatan itu penting. Selain Toyota, seluruh kendaraan Nissan di India sudah dilengkapi airbags, bahkan Datsun pun segera mendapatkan airbag pengemudi sebagai tambahan. Tahu sendiri kalau hasil tes tabrak Datsun GO sangat miris, bintang 0 Global NCAP. Maruti Suzuki juga sudah mulai melengkapi semua modelnya dengan airbags.

Datsun-GO-Crash-Test

Seiring dengan makin dewasa dan cerdasnya konsumen, kami yakin kalau fitur-fitur keselamatan yang bisa mencegah kematian akan jadi standar di negara-negara yang selama ini mengabaikannya. Bagaimana dengan konsumen dan APM di Indonesia? Jangan kalah dengan India ya, konsumennya di sana sudah tahu kalau keselamatannya penting karena nyawa cuma ada satu, dan APM mulai menyediakan mobil dengan fitur keselamatan standar yang layak. Ayo tingkatkan kualitas pasar dalam negeri.

Bagaimana komentarmu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • Han

    Kapan indonesia sadar? :p

    • Jimmy

      Kapannn kapannn

    • aiueo

      Kalo indonesia sadar,konsumen pada ninggalin toyota bray

  • Oki Ngew

    Hasil riset toyota untuk konsumen indonesia : Konsumen tidak masalah seberapa buruknya mobil, asalkan logonya toyota pasti bakalan laku.

    • ap88

      hahaha…….ngakak gue……betul……betul……betul

    • Jimmy

      +yang penting harga jualnya tinggi. Mau mobil jaman dinosaurus pun pasti laku.

      Hahaha

  • subaru

    survey totota di Indonesia…konsumen tidak keberatan membayar lebih untuk ornamen chrome

  • ap88

    kalo di indonesia susah lah……apm nya terlalu pentingin angka penjualan,pokoknya yg penting laku dah dan konsumen senang,jadinya faktor keamanannya terabaikan….apalagi kalo toyota yg cuma pentingin nama dan image selain angka penjualan,selain itu beberapa konsumen indonesia juga tidak teliti dlm memilih mobil,maksud saya rata2 orang di indonesia cuma memilih mobil krn alasan absurd kayak yg penting gak kepanasan dan kehujanan,gampang dijual kembali dan kredit mudah dan mengabaikan aspek kenyamanan dan keamanan dari suatu mobil

    jadi intinya susah lah kalo produsen blm benahin produk dan konsumen mata nya belum terbuka akan produk yang bagus dari segi keamanan dan kenyamanannya

    • Jimmy

      Masalahnya kalo mobil lcgc dan duokembar mau d kasih airbag pun percuma. Soalnya body ny setipis kaleng. Kalo misalkan terjadi kecelakaan. Besi2 ny penyok ke dalam otomatis airbagnya meletus sperti balon yg di tusuk jarum. Haha.

      • Amar Akira

        Sebentar, bodi gk harus selamanya tebel. Yg penting kerangka mobil kokoh dijamin aman,tapi biaya perbaikan bodi yg bakal jadi masalah

        • Jimmy

          Iya maksud ny itu.
          Hehe
          Dari berita2 yang ada. Kebanyakan setiap mobil lcgc dan duokembar dan kawan2. Kalo kecelakaan , sudah pasti org2 nya pada mati .

          Coba jangan asal buat mobil tanpa memikirkan aspek keselamatan.

          • Amar Akira

            Setuju bgt!!!

      • ap88

        betul,maka dari itulah kualitas body dan struktur body serta sasis juga harus ditingkatin,kan produsen(toyota) udah banyak meraih banyak keuntungan dari konsumen,jadi agar konsumen makin puas dan suka ama toyota,jadi toyota harus meningkatkan kualitas,keamanan,dan kenyamanan serta struktur body dan sasis,jangan gelap mata (cuma meraup keuntungan semata) tanpa meningkatkan kualitas produk

    • ydk85

      Gue bukan fanboy toyota ya ingat ingat =)))

      Gue punya mobil yang buat gue gak sekedar rv dan nama besar. Gue liat mobil yang gue beli ini based on safety feature, gimmick, comfort, driving impression, etc, semuanya udah bagus lah dimata gue. But still pada akhirnya itu mobil sempet ngejogrok juga gara2 ada accident dan inden partnya lama gara2 impor dan akhirnya malah kesusahan sendiri.

      Nah gara2 itu gue akhirnya tetep butuh satu mobil yang bisa diandalkan buat mobil perang, blusukan (literally, sampe yang nyari bensin non sub susah), dan gak sayang kalo kenapa2 entah lecet atau baret. Yo wis akhirnya dibelilah si mobil sejuta umat itu. Ada part2 yang rusak juga cepet digantinya. Tapi ya tetep aja ini mobil gaada enaknya buat gue, cuma ya karena kebutuhan mobile akhirnya dibeli juga

    • jose

      Konsumen sudah sadar bro cuman dari pihak brand mobilnya ga sadar hahahahha

  • Neutral

    Hal yg saya benci dari toyota :
    Pihak sales,turut aktif dalam menyebarkan video propaganda yang bersifat menjatuhkan korban propaganda produk2 toyota,seperti yg bisa anda lihat di youtube,judulnya TOYOTA VS ERTIGA,bagi yang pernah nonton pasti tahu betapa kejam dan sadisnya black campaign yg dilakukan toyota dengan maksud untuk menjadi ”bahan sales training”untuk mengekspoitasi kelemahan produk dari merk lain tanpa memberitahu apa saja kelebihan produk lawan yang sebenarnya,lebih banyak dibanding produk toyota yg sejajar,jadi saya pikir TAM mengajarkan kepada semua salesnya hal2 negatif tersebut

    Hal yg saya sukai dari toyota :
    Terdapat range dan varian luas untuk melengkapi kebutuhan konsumen yang berbeda2 kebutuhannya entah dalam bisnis,pekerjaan,travel,offroad,dan lain2.selain itu mobil2 toyota menurut saya rata2 berdesain maskulin,mewah(tidak untuk yg TRD Sportivo),dan aerodinamis,selain itu juga mereka aktif dalam memproduksi mobil2 ramah lingkungan yang sangat advanced dalam hal teknology,seperti halnya penggunaan hidrogen untuk mirai.

    • aiueo

      Dulu juga pernah black campaign grand livina gak kuat nanjak

    • ap88

      ini komen yang saya paling suka,hal yg anda benci yg anda tulis diatas sesuai dgn kenyataan yg ada,dan hal yg anda sukai yg anda tulis diatas juga sesuai dgn kenyataan yg ada

      • Neutral

        Hahaha bisa aja nih,saya cuma share doang kok,btw saya pikir,yang menentukan kokoh atau lembeknya body,tergantung penguatan bahan dan mineral saat pembuatan sasis,penerapan teknologi reinforced impact dan pemberian side impact beam serta bahan pembuatan plat pintu yang berbeda2,bukan masalah kaleng kerupuk atau apapun itu”kalo ditekan dikit penyok,dasar mobil kaleng”jadi ada beberapa aspek yang membuat mobil itu kokoh dan aman,yang kedua fitur keselamatan,sebenarnya fitur2 keselamatan ini harganya tidak mahal,seperti ABS,EBD,BA,ESC,TCS,ESS,DBS,HSA,HDC,FCM,ARC,TSC,dan lain2,cuma gara2 di indo pajaknya gitu…ya..gitu deh,mindsetnya orang indo tuh yang penting “beda dari naik motor”alias “yang penting punya mobil,langsung keluyuran,ga penting ada fitur apa2 yang penting bisa jalan mobilnya dan bisa ngangkut banyak penumpang”kebanyakan seperti itu,just my opinion ^_^

        • ap88

          betul banget,mindset konsumen harus diubah dulu baru pembenahan kualitas produk yg dibuat produsen

        • ap88

          betul banget,mindset konsumen harus diubah dulu baru pembenahan kualitas produk yg dibuat produsen

    • jose

      Banyak yang blak campaing bro sedihhhhhh semua merek di gituin

  • Post-Mo

    Seharusnya malah gak usah disurvey2 nambahin uang.
    Tapi sudah jadi kelengkapan keselamatan standard setiap kendaraan.

  • Ardhie Yoodha

    Sama aja pakai dual airbags + ABS tapi body mobil KAYAK KALENG KRUPUK… Truz krangka kayak pipa air ledeng!! Harga mahal = menipu!!

    Pake survey ksalamatan sgala,, hidup -mati itu udah takdir,, gak ngaruh mobil safety bagus sgala…

    Coba deh toyota yaris tabrakin ke tank panzer milik TNI ato avanza duel dengan truk kontainer…!!

    • Hillarius Satrio

      yakin nggak ngaruh mobil dengan safety bagus? coba dong nanti masuk ke Volvo terus nabrak ke tembok dengan kecepatan 80 km/jam, terus kalo masih selamat masuk ke Datsun GO Panca terus nabrak tembok dengan kecepatan yang sama.

      kalo masih selamat kabarin yak, mau riset kecil-kecilan nih. makasih

    • Neutral

      Kalo anda komen seperti itu,jawablah pertanyaan saya:
      Apakah anda berani mati atau anda sebenarnya hanya komen yang asalnya dari perasaan emosi dan spiritual anda,bukan dari lubuk hati anda yang terdalam,bahwa anda sebenarnya takut akan kematian?

    • M.U.Fathurrohman

      Hidup mati emang udah takdir, tapi kalo ada kesempatan buat hidup ya gak papa kali

  • tim

    Airbagnya cuma 2 ya percuma.. lu dihantam dari samping ya lewat jg… airbag tu minimal 4 seharusnya.. lalu perangkat ABS+EBD+BA jg sdh hrs diterapkan di semua jenis mobil.. jgn spt daihasu pas ngeluncurin luxio facelift taon lalu ditanyain sama media sebelah knp ga dikasi ABS sbg kelengkapan standar, bilangnya menurut konsumen mereka ga perlu.. kan goblok.. ABS kok jadi aksesoris opsional..

  • Darkly

    Kalo saya pribadi, klo ada uang lebih bsok mending milih beli motor yg sudah ABS. Bukan masalah premium atau enggak. Tapi saya lebih suka yg safety. Klo mobil juga sama, entah merk manapun saya lbh suka yg ada fitur safetynya. Sperti ABS, airbag, stability control dll. Krn percumah mobil mahal”, mobil ganteng”, tpi minim fitur safetynya. Saya juga lbh suka MPV buat keluarga, jdi lbh suka yg safety krn juga ngangkut keluarga. Memang sih agak mahal. Tpi saya harap semua lini produk otomotif di Indonesia hrsnya sdh mementingkan fitur safetynya.

  • bimasakti

    orang indonesia itu yang penting bisa muat banyak dan sparepart murah,
    coba aja itu kijang innova pas facelift pas pihak tam di tanya kenapa
    semua varian innova ga di kasih ABS dia jawab “konsumen innova belum
    butuh ABS,di kasih hanya di tipe tertinggi supaya semua orang bisa
    membeli dengan range harga 200 keatas, kalo di tambahin abs semuanya
    ongkos produksi nya mahal” , ini TAM lagi mabok genjer kali ya, mana ada
    orang ga butuh keselamatan, harga udah 200 juta ke atas gak ada ABS
    haruusnya minimal itu VDC,ABS,Airbag,side impact bea, nyawa orang lebih
    murah daripada rem ABS

  • bimasakti

    orang indonesia itu yang penting bisa muat banyak dan sparepart murah,
    coba aja itu kijang innova pas facelift pas pihak tam di tanya kenapa
    semua varian innova ga di kasih ABS dia jawab “konsumen innova belum
    butuh ABS,di kasih hanya di tipe tertinggi supaya semua orang bisa
    membeli dengan range harga 200 keatas, kalo di tambahin abs semuanya
    ongkos produksi nya mahal” , ini TAM lagi mabok genjer kali ya, mana ada
    orang ga butuh keselamatan, harga udah 200 juta ke atas gak ada ABS
    haruusnya minimal itu VDC,ABS,Airbag,side impact bea, nyawa orang lebih
    murah daripada rem ABS

  • Krisna Dewanta

    Survey di indonesia : Konsumen tidak keberatan membeli mobil dengan bentuk apapun dengan fitur keselamatan yg alakadarnya, asal mobil itu merknya :3

  • Krisna Dewanta

    Survey di indonesia : Konsumen tidak keberatan membeli mobil dengan bentuk apapun dengan fitur keselamatan yg alakadarnya, asal mobil itu merknya :3

  • Zakwan Umarella

    Terutama honda nih, semua disunat.-_-