Hadapi COVID-19, KIA Siapkan Mobil Listrik Mungil & Murah Untuk Perkotaan

by  in Berita&International&Kia
Hadapi COVID-19, KIA Siapkan Mobil Listrik Mungil & Murah Untuk Perkotaan
0  komentar

AutonetMagz.com – Nampaknya kemunculan COVID-19 di dunia ini bukan hanya memporak-porandakan kondisi keuangan dan ekonomi saja, namun juga mengubah beberapa kebiasaan, termasuk mobilisasi. Jika sebelumnya setiap negara berlomba menghadirkan transportasi umum bersifat massal yang canggih dan modern, kini banyak Pemerintah yang menghimbau untuk menghindari penggunaan transportasi umum. Dan KIA melihat ada solusi untuk kondisi tersebut.

KIA Soul EV

COO dari KIA Eropa, Emilio Herrera menyebutkan dalam interview bersama AutoExpressbahwa mereka akan memproduksi sebuah mobil mungil dengan tenaga listrik yang memiliki jarak tempuh rendah. Artinya, mobil ini akan digunakan untuk mobilisasi dalam kota. KIA sendiri menggaris bawahi bahwa solusi ini diberikan untuk mereka yang menghindari penggunaan transportasi umum selama pandemi COVID-19. Konsep yan ditawarkan adalah mobil berukuran super kompak sehingga mudah bermanuver di dalam kota dan juga terjangkau secara harga dan juga pemeliharaan.

Citroen Ami

Herrera menyebutkan, “Kami telah mempelajari proposal untuk memproduksi mobil berukuran sangat kecil / mikro untuk kebutuhan perkotaan, dan kami melihat adanya potensi nyata dari mobil ini. Mobil tersebut kami targetkan sebagai sebuah mobil listrik, 100% listrik, dengan jarak tempuh yang rendah namun bisa diandalkan untuk lingkungan perkotaan saja”. Nah, secara segmentasi, nantinya mobil ini akan menjadi rival langsung dari mobil listrik mungil seperti Citroen Ami. Citroen Ami sendiri adalah sebuah EV untuk kebutuhan dalam kota dengan jarak tempuh maksimal cuma 71 km dan top speed di angka 45 km/jam.

Wuling E100

Nah, seperti Ami, mobil listrik KIA ini nantinya juga akan ditawarkan dengan harga terjangkau, yaitu di kisaran 6 ribu Euro atau setara 97 jutaan Rupiah. Namun, jikalau konsumen tidak ingin membeli, mereka bisa berlangganan mobil ini berdasarkan pada waktu pemakaian. “Mobil ini adalah sebuah hal yang kami pelajari di waktu waktu ini karena kami percaya mobil ini bisa menjadi alternatif dari transportasi publik, apalagi jikalau kami bisa menghadirkan mobil ini dengan biaya yang sama dengan biaya yang dihabiskan konsumen jikalau menggunakan transportasi publik”. Kabar baiknya, ide ini tidak hanya berlaku di Eropa saja, namun global.

Oiya, ide ini juga sudah diterapkan di China dalam bentuk program LSEV atau Low Speed EV. Jadi, bagaimana pendapat kalian, kawan? Mari sampaikan di kolom komentar di bawah ini.

Read Prev:
Read Next: