GAIKINDO : PPKM Penting, Kami Siap Terima Dampaknya

by  in Berita&Nasional
GAIKINDO : PPKM Penting, Kami Siap Terima Dampaknya
0  komentar

AutonetMagz.com – Tak terasa kita sudah ada di hari ke 10 sejaka Pemerintah Indonesia memutuskan melaksanakan PPKM Darurat di kawasan Jawa Bali. Pelaksanaan PPKM Darurat sendiri memang diambil secara berat hati sebagai solusi untuk mengatasi peningkatan kasus COVID-19 yang masif. Pelaksanaan PPKM Darurat sendiri tentunya memberi dampak yang cukup besar untuk sektor ekonomi dan indsutri. Dan sektor otomotif pun tidak akan luput dari dampaknya. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) selaku wadah dari para APM di Indonesia pun buka suara terhadap PPKM Darurat dan dampak yang harus mereka hadapi. Mari kita bahas.

Dampak Penjualan Mobil & Mundurnya GIIAS

Ketua I GAIKINDO, Jongkie D Sugiarto mengatakan bahwa pihaknya bakal menerima segala dampak yang bakal terjadi setelah aturan PPKM Darurat diberlakukan. Karena menurutnya, keselamatan masyarakat tetap menjadi hal yang utama. “PPKM (Darurat) sangat penting, apa pun dampaknya harus kita terima. Karena kesehatan masyarakat di atas segala-galanya,” kata Jongkie, mengacu pada situs resmi GAIKINDO. Salah satu dampak paling kentara yang dirasakan oleh GAIKINDO adalah mundurnya jadwal pelaksanaan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 yang semula dilaksanakan di bulan Agustus 2021 menjadi bulan September 2021. Langkah ini harus diambil karena kondisi yang masih belum bisa diprediksi di bulan Agustus mendatang.

Selain itu, dampak lain yang nampaknya akan dirasakan GAIKINDO adalah penurunan angka penjualan mobil. Padahal, Pemerintah sudah memberikan stimulus yang cukup berarti berupa relaksasi PPnBM untuk mengangkat kembali penjualan mobil. Malahan, stimulus berupa relaksasi PPnBM 100% yang seharusnya berakhir di bulan Mei silam diperpanjang hingga bulan Agustus 2021. Namun, apa daya, PPKM Darurat membuat jaringan diler mobil di seluruh Jawa Bali harus melaksanakan WFH. Artinya? Diler tutup, dan calon konsumen yang ingin melihat unit mobil harus menunda. Sebenarnya, masih ada peluang melalui test drive ataupun pembelian secara online, namun nampaknya konsumen akan memilih untuk hold the money di masa darurat seperti sekarang.

Deja vu PSBB Tahun 2020?

Jujur saja, kondisi ini bak deja vu, dan mengingatkan kami ke masa yang sama di tahun 2020 silam. Kala itu, industri otomotif terpukul telak, baik penjualan maupun produksi mengalami dampak yang masif dari pemberlakuan PSBB Total. PPKM Darurat bisa saja membuat kondisi serupa hadir kembali, namun tentunya kami tidak berharap hal itu akan terjadi. Pemerintah Indonesia sementara ini menerapkan PPKM Darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Sudah beredar isu dan rumor bahwa PPKM Darurat akan diperpanjang hingga bulan Agustus mendatang, namun kami berharap hal tersebut hanya sekedar isu. Data terakhir, angka pertambahan kasus COVID-19 di hari Minggu 11 Juli 2021 silam mengalami penurunan ke angka 36 ribuan kasus. Sedangkan 2 hari sebelumnya ada di angka 38 ribuan kasus.

Kami berharap angka itu akan terus melandai, dan membuat kondisi di Indonesia kembali kondusif seperti beberapa bulan lalu. Bagaimana menurut kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: