First Impression Review Hyundai Tucson 2016 Indonesia

First Impression Review Hyundai Tucson 2016 Indonesia
0  komentar
all new hyundai tucson indonesia

AutonetMagz.com – Menurut kabar yang disampaikan oleh Hyundai Indonesia, mereka akan membawa 4 mobil baru pada tahun ini, terdiri dari 2 mobil facelift dan 2 mobil all new. Sampai saat ini, sudah 3 mobil yang resmi kita dapatkan di sini, yakni Hyundai Santa Fe facelift yang diluncurkan beberapa bulan lalu, dan 2 lagi adalah Hyundai H-1 facelift dan All New Hyundai Tucson yang membuka selubungnya di IIMS 2016.

Banderol yang dipatok Hyundai bagi siapa pun yang ingin memiliki Tucson yang telah berubah total ini adalah 385 juta Rupiah. Apa saja yang berubah dan apa saja yang masih sama pada Tucson berkelir biru yang menjadi magnet manusia di booth Hyundai ini? Mari kita cari tahu kelebihan dan kekurangannya pada artikel ini!

Eksterior

Meminjam gaya desain kakaknya yang lebih bongsor, yakni Santa Fe, Tucson baru sekarang ini benar-benar baby Santa Fe. Bagus sekali hasil penerapan bodi Santa Fe yang diperkecil menjadi Tucson baru, dan mereka juga berani melakukan hal yang tidak biasa. Kalau mobil lain biasanya menghiasi grilnya dengan chrome, Hyundai justru melabur cat abu-abu doff untuk grilnya. Dampaknya, grilnya terlihat mature dan tidak mencolok.

all new hyundai tucson indonesia front

Lampu depannya kini sipit, namun padat berisi. Lampu utamanya berisi sebuah lampu HID xenon dengan projector yang cukup bagus untuk sebuah standar, namun jika kami tak salah, SUV lain di kelasnya Tucson sudah menerapkan LED dan bukan lagi HID xenon. Pada bumper yang (lagi-lagi) mengambil rupa Santa Fe, ada foglamp dan LED DRL baru. Oh ya, seperti SUV lainnya, bagian bawah bumper dan side skirt diwarnai hitam biar ada kesan kontras dan tidak monoton.

all new hyundai tucson indonesia side

Dari samping, kelihatan bahwa mobil ini punya atap yang agak rendah, tapi apa berarti ruang kabinnya jadi berkurang di area kepala? Nanti kita bahas, tapi meski atapnya terkesan turun, mobil ini tetap punya ground clearance yang kelihatannya cukup tinggi, meski kami belum mendapat angka persisnya. Kaki-kakinya ditunjang oleh pelek 17 inci two tone yang keren, dibalut dengan ban Kumho berukuran 225/60 R17.

Tapi cukup banyak yang bertanya, kok Tucson yang baru ini tidak ada sunroof-nya? Kami juga heran, padahal dulu itu salah satu daya tarik Tucson. Kami juga tidak melihat adanya indikasi tombol smart entry di pintu pengemudi. Terbukti, kuncinya saja berupa flip key, sama seperti apa yang didapatkan bila membeli Santa Fe facelift baru. Yah, at least ada roof rail kalau anda butuh memasang roof box di atap mobil ini.

all new hyundai tucson indonesia rear

Pada bagian belakangnya, agak heran lagi mengenai teknologi lampu belakang yang masih bohlam biasa, bukan lampu titik-titik LED seperti mobil gres kekinian, padahal penataan sinar lampunya sudah ciamik. Sisi baiknya, bagian belakang mobil ini masih keren untuk dilihat, dan banyak hal juga yang bisa dilihat di sini. Pelengkap seperti roof spoiler, kehadiran kamera parkir dan sensor parkir 4 titik adalah hal yang kami sukai.

Interior

Kami kurang menyukai bentuk dashboard Tucson lama, tapi yang baru ini? Untungnya, desainnya jauh membaik, terlihat lebih luwes, mengalir dan elegan daripada yang lama. Kualitas pembuatannya bagus, celah-celahnya rapat dan tidak ada bagian yang goyang-goyang atau tidak presisi. Sayang, tidak semua materialnya soft touch, karena dominasi plastiknya lebih banyak, terutama di pintunya, namun plastiknya terasa tebal dan tidak murah.

all new hyundai tucson indonesia dashboard

Sudah begitu, mata kami langsung tertuju pada head unitnya yang terbilang basic dan simpel. Tidak ada monitor atau touch screen seperti kebanyakan mobil, cukup dengan fungsi dasar seperti radio, CD, AUX, USB dan lain sebagainya, meski kami puji kerapiannya. Tampilan gambar dari kamera mundur itu tidak akan tampil di head unit, melainkan di spion tengah elektrokromatik plus auto dimming-nya, sama seperti saudaranya, KIA Sportage.

all new hyundai tucson indonesia head unit

Setir Tucson punya pengaturan tilt dan telescopic yang lebih leluasa, dan tombol-tombol di setirnya adalah untuk klakson, MID dan audio saja, tidak ada untuk fungsi lain. Panel instrumen masih sederhana, tidak terlalu bisa bikin berkata “wow” atau “wah”, tapi sudah punya layar MID yang dilengkapi animasi menarik. Pengaturan jok pengemudi standar dan lengkap, ada reclining, sliding dan height adjuster meski belum elektrik.

all new hyundai tucson indonesia seat

Semua jok sudah dilapisi kulit sebagai standar, dan kontur joknya kini terasa lebih mantap untuk diduduki, visibilitas ke segala arah pun masih baik. Tapi kami rasa soal fitur keselamatan, jangan terlalu berharap tinggi kepada Tucson baru ini, karena tidak ada stability control, traction control, hill start assist dan perangkat keselamatan elektronik pasif nan rumit lainnya. Yang ada adalah dual airbags, ABS+EBD plus vacuum booster dan auto door lock yang aktif setelah kecepatan tertentu.

all new hyundai tucson indonesia ac

AC dengan layar digitalnya belum punya mode auto, tapi syukurlah desain kenop putarnya bagus dan berkelas, tidak seperti kenop kompor gas atau mesin cuci yang di kanibal untuk kenop AC. Tempat penyimpanan di Tucson baru ini berlimpah dan praktis sekali, plus ada 2 power outlet 12V di dekat tuas transmisi dan penutup console box tengah yang bisa jadi armrest.

all new hyundai tucson indonesia rear space

Lompatan yang patut diacungi 2 jempol ada di ruang belakangnya, karena ruangnya kini jauh lebih lega dan nyaman. Ruang kepala dan kaki benar-benar melimpah untuk orang dewasa, plus sudut reclining maksimalnya sangat rebah. Tidak ada sliding memang, tapi tidak apa-apa, toh mobil ini tidak punya bangku baris ketiga, jadi tidak akan ada penumpang baris ketiga yang akan mensomasi penumpang baris tengah atas tuduhan tidak menyediakan ruang yang layak.

all new hyundai tucson indonesia rear ac

Di area ini, penumpangnya berhak atas jok terpisah 60:40 yang sudah ISOFIX, sebuah armest dengan cup holder, kantong di balik jok depan dan doortrim serta blower AC. Jika ada yang hendak kami komentari, paling soal absennya port charger di baris kedua dan tidak adanya kontrol AC individual untuk baris kedua seperti di mobil lain. Selebihnya, kabin kedua ini benar-benar a lovely place to sit back and relax.

all new hyundai tucson indonesia trunk space

Bagasi Tucson mengalami penambahan dimensi panjang, meski mungkin kelihatannya mengecil, dan memang demikian. Menurut press release Hyundai global, bagasi Tucson kini berkapasitas 513 liter, berkurang dari yang dulu 591 liter. Untungnya, pelipatannya masih berstandar Eropa, di mana joknya bisa dilipat rata lantai dengan cara yang simpel sekali.

all new hyundai tucson indonesia spare tire

Ada kompartemen penyimpanan yang rapi di kiri-kanannya, power outlet 12V, serta ban serep yang tersimpan di balik bagasi. Tipe ban serepnya temporer dengan pelek kaleng, jadi tidak bisa dipakai terus menerus. Oh ya, belum ada electric tailgate di Tucson ini, jadi untuk membuka dan menutup pintunya masih harus manual. Fair enough.

Mesin

Tadinya kami mengharapkan mesin Tucson ikut berubah juga, karena Tucson di luar sana sudah punya mesin 1.600 cc T-GDi baru yang bisa menghasilkan tenaga hingga 174 hp. Huruf T berarti turbo, maka dari itu jangan heran bila tenaganya bisa besar padahal kapasitas mesin aslinya setara Ford Fiesta. Lebih dari itu, di luar sana Tucson baru juga sudah punya transmisi kopling ganda 7 percepatan. Mungkin itulah hasil dari pengujian Tucson yang dilakukan Hyundai di Nurburgring.

all new hyundai tucson indonesia engine

Tapi sayang, mesin baru itu belum ada untuk pasar kita, karena di Tucson GLS ini Hyundai menganggap mesin Nu 2.000 cc non turbo yang sama dengan Tucson lawas masih cukup untuk Tucson baru ini. Tenaganya 157 PS dan torsinya 20.0 kgm. Dipasangkan dengan transmisi otomatis 6 percepatan bertipe torque converter, sepertinya tidak ada yang begitu signifikan dari sini. Yang kami senang adalah, bahkan ruang mesin Tucson baru ini rapi sekali! Honda Civic Turbo yang harganya lebih mahal 90 juta saja kalah rapi lho ruang mesinnya. Mantap!

Kesimpulan

Baru ada 1 tipe Tucson yang dimasukkan oleh Hyundai Indonesia secara CBU Korea, yakni GLS. Apa membayar 385 juta untuk Tucson baru ini bisa mendapatkan sesuatu yang membuat kita merasa tepat memilihnya? Well, banyak faktor yang mendukung Tucson ini untuk segera dimiliki, di antaranya termasuk kualitas buatan luar-dalam yang luar biasa, desain luar-dalam yang ganteng dan elegan, kabin lebih lega, penyimpanan yang praktis dan masih banyak lagi.

all new hyundai tucson indonesia photo

Meski demikian, kami tak bisa bilang Tucson ini one complete package. Beberapa fasilitas yang ada di mobil lain namun absen pada dirinya bisa menjadi pertimbangan tersendiri, termasuk soal dimensi bagasi, mesin yang belum berubah dan lain-lain. Overall, jika anda malas membeli hatchback atau sedan Jepang di-crossoverin seharga 370 jutaan, dengan menambah uang sedikit, Tucson ini bisa anda lihat dulu untuk perbandingan, toh kelasnya juga sudah beda dibanding subcompact hatchback atau mied sedan yang di-crossoverin.

Bagaimana menurutmu Tucson baru ini? Sampaikan di kolom komentar dan simak juga video di bawah ini supaya lebih jelas, dan kami juga sertakan review Hyundai Tucson lawas, karena mesin dan transmisinya masih sama, jadi setidaknya terbayang bagaimana rasa berkendara dan mesinnya.

Read Prev:
Read Next:
  • putra

    Good job hyundai. Lebih baik main ‘save’ aja dengan fitur yg dimasukin, biar harga jual masi tetep kompetitif meskipun mobil cbu. Sebagai kompensasi, desain, kenyamanan dan build quality tucson layak diacungi jempol.
    Daripada merk amerika yang terlalu naif dengan fitur yang melimpah tapi pada akhirnya mesti angkat kaki dari indonesia karena gak profitable.
    Satu aja catatannya, fitur yg disunat kebanyakan. Ibarat cowok disunat mungkin sampe abis, bukan ujungnya aja hahaha.

    • Jenson

      Ya emang harusnya Hyundai mau rugi sedikit buat garap pasar Indonesia kalo mau serius main disini. Soalnya bikin sejajar brand image dgn merek Jepang yg udah puluhan tahun disini jelas ga bisa mudah & instan
      Salah satu caranya buat narik perhatian ya dgn kasih produk dgn fitur minimal sama spt Jepang (atau kalau bisa malah lebih bagus) tp harga lebih dibawahnya. Ya sebut aja kaya xtrail crv cx5 2.0 + outlander. Dari cth kecil HUnya yg touchscreen lah minimal. Nah kalo udah harga lbh murah, apalagi fiturnya sama lengkap tanpa build quality lebih bagus, lebih fun to drive, performa lbh bagus lama2 orang bakalan tertarik

      Tapi kalo kaya gini ya nanggung. 385, tapi fiturnya basic abis. Jelas sebagian besar, termasuk saya, bakal lbh milih HR-V prestige. Biar kata dgn segala kekurangannya, mis dimensi & kelasnya lbh kecil, build quality lbh jelek. Tapi dia full fitur, HU touchscreen, sunroof, LED dpn blkng, ada HSAVSA, electronic parking brake dll. Bukan berarti sy maniak brand, tapi dgn brand Honda beserta aftersales & resale valuenya, overall paket yg HR-V tawarkan menurut sy lbh menarik.

      • Indra

        Keliatannya mobil Korea di Indonesia itu posisinya memang nanggung, dibandingkan mobil Jepang (RV bagus, ASS banyak, tahan banting, brand terkenal sejak dulu), Amerika (prestige lebih tinggi, fitur berlimpah, ASS cukup) dan Eropa (premium image, fitur berlimpah). Paling gak jangan cuma andalkan desain cakep, kasihlah fitur yg pantas utk mobil sekelas CR-V atau OS dalam hal safety atau entertainment, ya memang ini CBU Korea, tapi bolehlah utk meningkatkan image mobil Korea secara perlahan.

        • Jenson

          Nah iya. Posisinya mereka agak nanggung krn kalo mau klaim mobil harian yg value, reliable gitu udah jelas mindset orang ke mobil jepang. Mau cari mewah, hi tech larinya ke mobil eropa. Sementara mobil korea sama amrik inilah yg agak susah krn mereka gapunya ciri khas sendiri. Serba nanggung

          Paling saran saya sih coba ikutin jejaknya mazda. Mereka relatif baru comeback tahun 2010an dgn mazda2 yg joint sm fiesta. Sebelumnya kaya mati suri gitu macem suzuki roda2 sekarang. Mereka coba bangun ulang imagenya dimulai dgn skyactiv, jadi seperti japanese bmw. Yg menawarkan fitur lebih lengkap, fun to drive ala mobil Eropa tapi dgn harga lbh mahal “dikit” dari mobil Jepang lainnya.
          Hasilnya bisa dilihat lumayan bagus. At least punya pasar yg jelas ngincer mereka yg beneran ngerti mobil, ga asal pake & fanatik brand, dan mau bayar lebih. Sisanya tinggal pinter pinternya promosi aja dgn jelasin fitur2 andalan, sekalian bikin orang jadi smart buyer & lbh melek otomotif

          • Indra

            Mazda resmi comeback tahun 2006 dgn APM baru dikontrol langsung oleh prinsipal, baru tancap gas tahun 2010an dgn Mazda2 dan berlanjut dgn produk Skyactiv (CX-5, dll).

          • njk888 nik

            Toh buktinya pasar Indo adalah pasar ” prejudice “. Jika sudah percaya gosip, di kasih 2 alat bukti pun belum tentu percaya. Buktinya CX-5 aja fiturnya udah banyak banget, jelas superior banding toyota dan honda, nasipnya gimana ? Sama aja malang. Nggak laku. Padahal jepang juga.

            Pantesan Hyundai gitu mikir, percuma kasih fitur banyak, untung tipis, pasar Indo toh sudah anti gue. Mending gue jual asal untungnya masih decent.

            Dari pada seperti Ford, fitur banyak, mobilnya kokoh, harga kompetitif, tetap orang Indo nggak mau. Akhirnya malah terpaksa TUTUP. Karena untungnya udah nggak ada artinya. Not worth dagang di sini. Apalagi buka pabrik, mau bunuh diri ?

            Bicara dunia mobil Indo udah ingat kasus APARTHEID dulu di Afrika Selatan. Nggak peduli mau harga sebagus apa, fitur sebagus apa, sebanyak apa, asal lo BUKAN toyota, honda, udah pasti di CAP JELEK. atau resale valuenya babak belur…(padahal kagak) Seperti di Afrika Selatan jaman Apartheid, orang kulit hitam pasti di cap low class, criminal, dll, karena kulitnya hitam. Nggak peduli dia lulusan Harvard, pintar, jujur, sehat….

            Inilah pasar Indonesia. Buktinya Hyundai, Kia bisa berjaya di Eropa, Amrik, China, dll….Karena pasar di negara maju RATIONAL. Mereka nggak pakai system Apartheid. Asal mobil lo bagus, harga OK, di terima kok.

          • Satwika

            mobil eropanya termasuk merek Peugeot gak ya mas?

        • njk888 nik

          RV mobil jepang, terutama toyota, udah ancur lagi jaman sekarang. Karena sudah oversupply. Coba aja bandingkan RV Santa Fe 2013 vs fortuner, pajero dakar 2013, CRV 2013, coba bandingkan H1 vs Nav1, coba bandingkan tucson lama vs freed, innova V. Belum miliki fakta sudah vonis, itulah penyakit banyak orang Indonesia. Dengar gosip misalnya artis itu hamil di luar nikah, percaya begitu saja…ASS jepang banyak namun toh sesak bengkelnya. Sama aja boong.

          Mending Hyundai, Kia, BMW, VW gitu, jaringannya meski lebih dikit (ya wajar lah, populasinya berapa ?), namun bengkelnya antriannya nggak gila. Mendadak mau masuk pasti di terima, nggak risiko di tolak karena sudah penuh. Coba mendadak jam 1 siang masuk bengkel toyota, chance gede di tolak, dengan alasan (maaf, bengkel sudah penuh antriannya).

          Bicara Tahan banting, jaman sekarang, nggak cuman di Indo tapi di manca negara, justru mobil jepang paling banyak masalah, paling banyak recall…Misalnya takata….Yang paling dikit recall siapa ? Ya mobil Korea ! Coba pantau / ikuti berita otomotif dunia.

          MIKIR….

          • Satwika

            hmmm sama kayak gini kalau urusan antri….. mau ke taman safari/dufan pas waktu liburan serentak (kayak libur natal tahun baru) di mana masyarakat banyak yang pengen ke sana (terutama anak2)…. banyak yang pengen…alhasil tiap mau naik wahana antriannya panjang banget….. hmmm ga usah jauh2….. JCo ane rasa brandingnya bagus banget kayak Toyota…. pas waktu ane ke salah satu mall papan atas di Bandung sama temen cewek…..ini padahal bukan weekend loh…udh gitu pas malam lagi…… buset antrian Jco nya panjang banget

      • putra

        Nah itu dia kalo fitur di korea sana
        (yang komplit itu) dimasukin, jelas harganya bakalan makin tinggi, makanya hyundai mensiasati dengan sunat fitur2 tsb.
        Hrv bisa punya segudang fitur tapi harga lebih murah ya jelas karena CKD, bebas pajak impor dll.
        Kita ngaca ke ford, secara fitur dan kualitas emang bagus, status mobil CBU, harga disamain sama merk sebelah yang CKD. rugi? Iya. Sekarang buktinya mereka walk out.
        Semoga aja kia dan hyundai next nya bisa punya pabrik di indonesia, biar harga kompetitif dengan fitur dan kualitas diatas rival2nya.

        • Indra

          Bukannya ada kerjasama bilateral dgn Korea yg bentuknya sejenis IJEPA (Jepang) atau AFTA, kalau kayak Mazda impor CBU Jepang tapi bisa punya fitur yg komplit itu karena ada IJEPA.

          • Krisna

            Betul, mazda saja cbu jepang harga bias bersaing walau fitur banyak, aneh kalau korea gak bisa. Kalau ford maklumlah kan dolar naik tinggi otomatis harga ford mahal dan pilih pergi dari Indonesia. Tapi mobil Korea Jepang dan Eropa mestinya tidak mahal krn nilai tukar Yen, Won dan Euro gak naik. Euro malah turun.

      • njk888 nik

        Siapa bilang jaman sekarang resale value honda pasti lebih bagus banding Hyundai ? Coba aja lihat nilai pasar Santa Fe 2013 vs CRV 2.4 tahun 2013. Coba lihat resale value Tucson lama vs honda freed, dengan tahun yang sama….Coba….Aftersales juga dari segi apa honda di yakini pasti lebih bagus ? Jumlah jaringan ? Jelas tidak valid. Populasi dan sales Hyundai di Indonesia (bukan negara maju), jelas masih jauh di bawah honda.

        Jelas nggak masuk akal sama sekali jika Hyundai di minta bikin jumlah beres sebanyak honda. Seperti BMW lah. Sama sama di bawah astra, tapi kenapa astra bikin beres toyota 200 lebih dan beres BMW cuman secuil ? Apakah astra anak tirikan BMW ? Dan kenapa selama ini nggak ada yang ribut jumlah beres BMW tidak terlalu banyak ?

  • aiueo

    Mungkin nanti tucson XG dimasukin dengan fitur lebih lengkap spt tucson lawas

  • farhan

    coba kalo hyundai punya pabrik disini, pasti fitur bisa berlimpah sama harga jual hebih murah….

    • Indra

      Hyundai udah punya pabrik disini (bekas Bimantara), tali cuma merakit H-1 dan diekspor ke Thailand.

      • farhan

        andai hyundai menginvestasi untuk mengembangkan pabrik itu..pasti mereka bisa tuh bangun beberapa model disitu…yang ada mereka bisa menekan harga jual tapi bisa nambah fitur

        • Rudi

          Setahu saya dulu Hyundai punya policy kalau tiap pabrik diluar homebasenya korea itu cuma memproduksi 1 model saja per negara. One country one model. Nantinya ya unit model lainnya bakalan diekspor impor saling silang gitu. Mungkin buat seimbangin cost scr global krn mereka blm ada rencana buat nambah model produksi lagi
          Tapi gatau sekarang masih kaya gitu apa nggak

          • farhan

            engga kok gan…pabrik hyundai di USA memproduksi santa fe, elantra ama sonata juga kok

          • Indra

            Di India, Hyundai itu no.2 penjualannya dibawah Suzuki, mereka memproduksi i10, i20, Verna (Accent), Creta (ix25), dll, dan sudah diekspor ke banyak negara seperti Eropa, dan Indonesia ini.

  • Aryo Wicaksono

    sayang nggak ada hill start assist dan hill decent control. grill abu-abu yang sangat dewasa patut untuk diteladani.

  • Fairaprima

    Bang hilsat , itu beneran ada layarnya di ac ? Kok ada angka – angkanya ya di kenop puternya ?

  • jono sujono

    orang indo ga tertarik sunroof dan kurang fungsional juga sih, lebih suka roof rail buat bawa kardus kalau mudi.. he… untuk trim di atasnya (kalau ada) lebih bagus begini tanpa sunroof tp fitur2nya diupgrade lg…

    • Indra

      Kan katanya sunroof ga cocok buat wilayah tropis…

    • Nakazato Kira

      Sunroof bisa buat orang yang mau berjemur tapi ga sempat ke pantai 😛

  • Rockmeo

    Mudah2an trim XG segera masuk dengan fitur yg lebih banyak dari GLS ini
    Gapapa g ada sunroff yg penting fitur safety dan entertainment nya ada

    Oia min mau tanya mobil hyundai satu lagi kira2 apa yg bakal dluncurin?

    • Indra

      All New i20/i20 Active, CBU India.

  • bukansales

    Ni mobil menurut ane menarik kalau diskonnya 30an lebih, kalau harga std mah mending hrv prestige atau naek kelas sekalian ke xtrail dimana 2 mobil itu menawarkan package yg lebih sesuai dengan harga segini

    • Indra

      Jad intinya Tucson ga ada yg spesial kecuali desainnya dan harga didiskon?

      • njk888 nik

        Nggak ada yang special ? Anehnya di Eropa, Tucson baru ini sudah jadi salah 1 SUV terlaris saat ini. Jangan bilang di sono fiturnya banyak, lah saingannya SUV jepang dan Eropa lain di sono juga sama banyak fiturnya. Volumenya ribuan sebulan. Apakah orang Eropa bodoh kali. Nothing special di beli. Buat apa ?

        Kalau untuk ane, jelas ada berapa poin specialnya yang penting, yang sebagian tidak kasat mata namun tetap critical : 1. Build quality / reliability. 2. Superb reclining row 2 yang tidak di miliki semua SUV 2 baris jepang, dan ruang cabin yang lega. 3. Hasil uji tabrakan yang Europe standard. Yang cinta nyawa ya jelas ini poin special.

        4. Udah pasti banding CKD jepang, mobil CBU ginian peredamnya udah pasti superior. Lebih nyaman dan rasa seperti di dalam mobil kelas tinggi. Belum bicara ketahanan sparepart, udah jelas superior. Ketahanan sparepart mobil jepang CKD kadang its a JOKE…Apalagi yang KW. Lebih murah (juga nggak murah BANGET, tapi expire datenya singkat)

        Ingat, banyak sekali mobil jepang CKD yang beda banget ama saudaranya di jepang atau eropa. Meski modelnya sama. Pabrik CKD jepang di sini, jika mau jujur, paling JAGO urusan spekdown yang tidak kasat mata pun. Padahal mereka sudah menikmati ongkos pajak yang paling rendah. Itulah kenapa kasus macam HRV bisa terjadi. Mana ada HRV di jepang atau eropa yang seperti itu ?

        Diskon juga nggak penting. Tuh contoh, mobil jepang diskonnya makin gede, harga jual kembalinya ya makin ancur. Sebaliknya, salah 1 faktor kenapa harga jual kembali mobil Korea kenapa diam diam sudah jago, selain modelnya bagus, reliable, aftersales yang tidak perlu antri lama, juga diskon tidak berlebihan.

        Otomatis harga jual kembalinya terjaga. So masih mikir Tucson nothing special ? Fitur macam audio mah bisa upgrade sendiri. Nah coba deh bicara mobil jepang CKD yang rangkanya tipis, peredamnya tipis, remnya tromol, dll gituan, coba upgrade sendiri. Mau habis berapa ? Dan bisa nggak ada uang pun ?

        • Zoeli Irwan

          Masnya, Hyundai person bgt yak 🙂 tp tny dong mas, dgn ditiadakannya HSA VSA(gk terlalu tau bgt manfaatnya klo mblnya lbh banyak dipake dlm kota) dan jg fitur Electronic Stability Control yg tdk ditandemkan dgn ABS+EBD, apakah mempengaruhi performa Tucson 2016?

    • Kenny W

      Saya setuju si, masa mobil hampir 400jt ga ada push button start sama climate control? Harusnya ini masalah fitur perlu dikritik habis2an, touchscreen aj ga ada gimana..

      • njk888 nik

        Karena pajak CBU Tucson jauh di atas HRV dan Outlander yang CKD / CBU Thailand. Namun jaman sekarang, mobil Korea di bayar dengan reliability yang legendaris, dan resale value yang diam diam sudah ungguli jepang. Coba, model baru Korea macam Santa Fe, Sportage, Carens, mana ada kasus konyol seperti misalnya HRV waktu itu ?

        Belum banyak kasus jepang lain…Cuman orang nggak ribut aja di sini, karena pikirnya selalu ” Jika jepang aja parah gini, Korea apalagi “. Mereka nggak tau jaman sekarang, mobil Korea jika di rawatnya benar, sangat bandel dan jarang banget ada masalah. Sebaliknya, mulai banyak mobil jepang CKD, yang karena cost down berlebihan ama ATPMnya di sini, nggak di ngapa ngapain aja ada aja penyakit aneh aneh meski usianya masih muda.

        • Satwika

          oh ya mau nanya…. gimana mnurut mas tentang mobil Peugeot? soal reability maksudnya….

  • Indra

    Desain Hyundai sekarang tetep sporty walau sekarang lebih terkesan dewasa dibanding sebelumnya. Sayang fitur entertainment sama safety banyak dikurangi, harusnya HU touchscreen, start stop engine button, VSA, HSA sama nambah airbag sudah ada di mobil sekelas Tucson. Kalau perbandingannya dgn CR-V, X-Trail, atau CX-5, mobil ini harganya murah sekali, tapi kalau sama HR-V 1.8 dan Outlander Sport ini mobil jadi lebih mahal (HR-V dan OS punya fitur lbh banyak dgn harga yg lebih murah). Kalau nambah fitur seperti diatas mungkin bisa sampai 410-430 jutaan, tapi buat yg nggak penting dgn resale value, aftersalesnya, dan merek Tucson ini cukup bagus lah dgn apa yg dimilikinya.

    • njk888 nik

      Apakah sudah ada bukti bahwa jaman sekarang, resale value, after sales Hyundai yakin pasti masih di bawah Jepang ?

      Malah menurut observasi ane, resale value mobil Korea justru diam diam sudah lebih bagus banding banyak model jepang. Nggak percaya ? Silahkan cek nilai pasar Santa Fe 2013 CRDi berapa ? Terus banding ama fortuner 2013, pajero dakar 2013. Juga sekaligus banding ama CRV 2.4 tahun 2013 juga.

      Terus cek juga resale value H1, terutama yang CRD, banding ama toyota Nav1. Juga resale value Sportage vs SUV Jepang sekelas.

      Malah edisi terakhir aja, si autobild Indonesia, yang biasa pro-toyota aja, tumben akui resale value Santa Fe CRD paling tinggi banding fortuner dan pajero di bagian ” SUV gede bekas “. Coba deh baca edisi terakhir. Cuman mereka tetap nggak bisa lepaskan sikap yang sangat pro toyota.

      Masa cabin fortuner di bilang paling lega ? Jelas Santa Fe paling lega dan enak cabinnya. Kecuali baris 3. Toh fortuner dan pajero baris 3nya juga nggak beda jauh, lebih cocok untuk anak untuk perjalanan jauh. Baris 2 fortuner maupun pajero jika duduk, lututnya lebih ketekuk ke atas. Ruang kepala juga lebih sempit.

      Tapi ya maklum lah, udah lapor Hyundai Santa Fe resale valuenya paling tinggi, jika cabin juga di bilang paling lega, nanti pembaca autobild, yang mayoritas udah pasti adalah pemakai mobil jepang, takutnya bisa kabur atau pikir autobild di bayar Hyundai…

      Masalah after sales, biasa, yang bilang Hyundai jelek, udah pernah coba ? Dan sekali lagi, jumlah jaringan tidak bisa di pakai sebagai alasan untuk vonis after sales bagus atau tidak. Tuh jaringan BMW di bawah astra, dikit juga kan ? Kenapa astra nggak bikin jaringan BMW sebanyak toyota ?

      Coba mikir….Apakah astra anak tirikan BMW banding toyota ?

      • Gakkou gurashi

        Atas ane sales Mobil korea

  • Jeem

    Tumben bang HillSat nge-post artikel hari minggu

    • jono sujono

      jomblo…

  • Achmad Nur Riza

    Kalo fitur auto door lock hampir semua mobil korea (pasar korea) udh ada.
    Sy kuli yg kebetulan tinggal di korea pake kia optima 2001 juga sdh ada fitur gituan. Pintu bakal otomatis ngunci kalo speed udh nyentuh 40km/h

    • jono sujono

      20 km/jam om…

  • Dewa Yudhi

    Semoga nanti masuk yg XG yg fiturnya lebih lengkap. Anyway berarti tinggal 1 produk lg ya yg blm dilaunch hyundai indo. Semoga itu all new i20

    • Indra

      Ya, mungkin bakal launching di GIIAS 2016.

  • nusantara nusantara

    luar dalem cakep, tapi kenapa masuk sini mesin masih gak top off the line, karena bbm belum euro 5 kah? btw kok audio layarnya imut y

    • Indra

      Tunggu beberapa bulan lg diganti HU touchscreen lewat varian baru, kalo soal mesin 1.6 turbo ga dimasukin karena pajak diatas 1.500 cc sama lagi2 kualitas BBM kita.

      • Satwika

        ini kan 2.0 …. bukan 1.5

  • Levi

    Coba kalo dashboard itu ada Touchscreen dan Sun Roof, bisa jadi alternatif nih mobil

    Berarti unique selling point mobil ini cm di Mesin dan Build Quality aja ya ?

    • njk888 nik

      1 Lagi, di antara SUV 2 baris, cuman Tucson baru ini yang baris 2 bisa recline banyak untuk istirahat / tidur. Yang lain agak tegak semua. Itulah pintarnya design Hyundai / Kia jaman sekarang. Bisa lakukan banyak hal yang designer jepang nggak bisa. Seperti Samsung vs Sony…

      • Levi

        Kalo itu blm pernah nyoba sih, tp bagus kalo kursi belakangnya bs gt … Cm ya itu harus diimprove audio dll nya sih, tp overall mobil korea skrg bagus

        • njk888 nik

          Audio bisa di upgrade. Namun kekuatan rangka, design yang pintar sampai 2nd row bisa recline gitu banyak, dll, TIDAK bisa di upgrade meski ada uang pun.

  • haikal fahmi almaidani

    Satu kata untuk Hyundai Tucson: Keren.

  • Andry Bat

    ya kalau pake mesin baru , saya pengen beli tuh tucson dengan harga segitu dan keker bodinya

  • bejo

    Masih mendig captiva fwd.nambah dikit lagi dapat yg awd
    Teknologi manteb.quality manteb.setiran manteb

    • njk888 nik

      Tapi ingat pula, Captiva model udah tua banget, dan bikinan Thailand. Jelas dia advantage pajak bea masuknya jauh lebih kecil vs Tucson CBU Korea Selatan. Pula build quality / reliability Hyundai Korea Selatan vs pabrik GM di Thailand, udah jelas pabrik Korea Selatan superior. Tanya pemilik New Santa Fe yang udah pegang mobilnya 3 tahun lebih.

  • auricom

    385jt sama dengan Nissan Xtrail 2.0 CVT. Model lebih fresh, fitur juga lebih berlimpah (monitor mini, all-around view, CVT [hemat], dll. Nanggunglah kalo kyk gini.

  • gaps

    Bang Hillsat,nanya dong. Hyundai Tucson itu statusnya All-New apa facelift major sih? Di media sebelah dan media lainnya bilang ini facelift. Padahal secara basis kan bener2 baru total yah..
    Or,anyone knows?

    • njk888 nik

      Casingnya dah beda total. Interiornya juga udah beda total. Nggak mungkin facelift…Tuh di media Eropa, Amrik udah banyak yang review ” All New Hyundai Tucson ” ini. Cuman media lokal yang entah kenapa masih pikir ini facelift. Yang facelift adalah yang stok lama yang lampu belakangnya masih mirip ama yang pre-facelift.

  • Zoeli Irwan

    Halo bro @hillsatrio, pre-review Tucson 2016 nya ok. Krn Autonetmagz lbh tau banyak ttng otomotif dri saya (pastinya) mau mnt saran dong utk Tucson baru ini. Klo budget sy ckp utk beli mbl itu, apakah dana sebesar itu worthit utk Tucson (yg bbrp fiturnya disunat demi competitiveness versus merek Jepang) ? Saya sdh dpt konfirmasi Hyundai, klo ambil Tucson 2016 cash dpt bonus HU LCD, asuransi all risk 1 thn, free service 20.000km dan kaca film. Tolong pencerahan ya bro @hillsatrio

    • njk888 nik

      Memang di hidup, termasuk mobil, jarang bisa dapat semuanya, dengan harga semurah mungkin. Semua juga mau, tapi produsennya perlu profit juga kan ? Nah, ESC, HSA, VSA dapat sih lebih sip memang, tapi sejak lama mayoritas mobil toyota di Indonesia nggak ada gituan, baik baik saja toh. Fitur gituan kan cuman bekerja saat dalam kondisi tertentu aja, yang jarang banget. Apalagi saat kena macet, atau lari di tol kecepatan normal, nggak akan kepake.

      Nah, Tucson memang tidak ada 3 fitur itu, tapi yang basic masih ada. 2 airbag, ABS, EBD, BA, dan paling penting, rangkanya standard Eropa. Hasil uji tabrakannya jelas bagus. Cabin lega, ruang kaki, kepala lega, dan kursi baris 2 cuman dia yang bisa recline banyak untuk istirahat. SUV jepang 2 baris lain nggak bisa. Bahkan BMW X1 baru pun tidak bisa.

      Plus jaman sekarang sudah banyak laporan dari misalnya media prestisius seperti fortune, bahwa reliability mobil Korea sudah melebihi mobil jepang iya. Dan aftersales Hyundai / Kia gituan justru enak, nggak perlu antri lama, banding jaringan toyota yang luas, tapi toh sesak banget karena sudah overcrowding. Toh nggak tiap bulan servis. Setahun paling 1 – 2 kali doang kan ?

      Masalah audio, kan bisa ugrade sendiri. Justru masalah kekuatan rangka, mutu, system reclining gituan yang tidak bisa di upgrade. Jadi menurut ane, jelas Tucson valuenya masih worth it.

      Sebagai penutup, tuh kasus Tucson versi lama pun berapa tahun lalu, saat nabrak CRV depan gedung MPR dan terbalik, atap Tucsonnya UTUH !

      Sebaliknya, belum lama ini ada fortuner cuman nabrak motor doang, terbalik, tidak karena di injak kontainer gituan, kok atapnya hancur total ?

      Silahkan ketik ” fortuner kalideres “. Dan ” hyundai tucson senayan “. Bandingkan sendiri di bagian images, tingkat kerusakan atapnya. Baru tau bedanya toyota ama Hyundai, Kia, VW, Chevy, BMW dll.. itu apa.

      Ingat, hasil uji tabrakan NCAP gituan TIDAK di lakukan tes kepada kekuatan atap, cuman tabrakan depan, offset, samping doang. Jadi masalah atap, ya suka suka masing masing pabrik. Dan cilakanya, fortuner gituan ternyata LEMAH….

      Dan setelah google ” former toyota lawyer roof strength “, ternyata untuk banyak mobil termasuk SUV SUV toyota di Amerika yang gagah gagah, ternyata SAMA JUGA…Atapnya rata rata below average.

      Malah mantan pengacara toyota dengan tegas bilang ” tidak ada 1 toyota pun di Amerika yang kekuatan atapnya memadai ” menurut penelitian dia saat dia awalnya bantu toyota dalam banyak kasus tuntutan dari korban pemilik toyota yang cedera saat terbalik dan atapnya ancur….Karena dia ada hati nurani, akhirnya dia malah mengundurkan diri sebagai pengacara toyota.

      Kisahnya ada kok di google, di youtube….

      Ginian tidak akan ada di brosur, tidak akan ada yang bisa cerita / jelaskan. Paling gampang ya dari analisa kasus saat ada kecelakaan, terbalik, dll…Dan juga kesaksian mantan pengacaranya, mulai ketahuan…..

      Dan karena nyawa keluarga tidak bisa di gantikan dengan uang, menurut ane, info macam ini SANGAT penting, namun sangat sedikit rakyat Indonesia yang tau, atau sadar…..

      • Zoeli Irwan

        Keren!!! Saya gk dpt penjelasan detil spt ini dri Sales Hyundai di tempat pameran, terima kasih!! Saya sdh booked Ruby Wine, mdh2an sblm lebaran sdh bs dipamer ke sodara 😀 sukses buat Hyundai dan semoga pabrik barunya bs segera beroperasi shngg cost per unit saat dijual tetap kompetitif dgn fitur2 yg tdk kalah dgn pesaing. Saya ngerti setiap perusahaan butuh margin agar bisnis tetap sehat, tp dri sisi customer kami lbh melihat value for money. Penjelasan Dr mas Hyundai sdh sgt jelas dan enlightening, sdh tdk sabar nyetir si Ruby 🙂

        • njk888 nik

          Sales Hyundai di Indonesia, sama seperti sales mobil merek lain rata rata di Indonesia, mana tau dalam gini ? Mereka mayoritas bukan entusias mobil, mereka cuman cari income….Job doang…Beda ama diehard pencinta mobil bagus seperti ane.

          • Zoeli Irwan

            Bro diehard mmng seorang car enthusiasts, tp sdh jd atasannya Sales team di lapangan 😀

          • njk888 nik

            Bro, nanti pasti muncul upgrade Audio / videonya untuk Tucson baru ini. OEM. Seperti kasus Santa Fe, pemilik Santa Fe yang dapat standard audio simpel udah bisa upgrade sendiri paket rear view camera, DVD, CD, Mp3, dengan layar besar 8 inch ! Sudah ada vendornya di Indonesia. OEM untuk Santa Fe. Biar cocok.

            Karena Tucson baru muncul, mungkin sekarang belum (atau udah ada siapa tau ?) Tapi coba cari tau terus, bisa lewat marketing Hyundai yang ada koneksi ke vendor Hyundai. Pasti ada nanti.

          • Zoeli Irwan

            Mungkin ya mas brok..sy sdh dpt update HU mmng dri Hyundai nya tp gk tau apa sdh spt yg mas brok bilang..sy lbh particular ke LED rear lamp nya yg mnrt org Sales Hyundai, barang blm bs msk krn SOP dri Korea blm bs kirim spare part ori 🙁 sy mau beli via eBay tp sptnya mahal utk ongkir..ongkir dan harga barang sma aja

  • HotnCool

    Jujur sbnrny klo bisa masukin persis seperti yg dluar negeri, gw yakin banyak yg tertarik…

    Sayang banget, dr semua mobil yg gw prnah liat review d youtube… Ni mobil favorit no 1 bagi gw, ngarep full komplit wah… Enak bisa gw beli pake setiap hari ud kebayang