Debut Mercedes-AMG 53 : Saat Monster Jajal Sistem Hybrid

Debut Mercedes-AMG 53 : Saat Monster Jajal Sistem Hybrid
0  komentar

AutonetMagz.com – Mercedes Benz dan AMG sudah 50 tahun lebih bersama, dan mereka ingin supaya produk AMG lebih bervariasi daripada yang ada sekarang. Dengan Mercedes-AMG Project One sebagai ujung tombak dan Mercedes-AMG A45 sebagai varian entry level, ada banyak sekali model Mercedes-AMG yang terbentang di antara mereka, dari mulai hatchback, sedan, coupe, convertible dan SUV.

Sekarang, Mercedes Benz dan AMG baru saja memperkenalkan lini Mercedes-AMG 53 untuk menjadi anggota keluarga baru yang siap menemani Mercedes-AMG 43, 45, dan 63. Jilid pembuka klan 53 adalah Mercedes-AMG CLS 53 dan Mercedes-AMG E53 coupe dan convertible. Khusus E-Class, ini pertama kalinya E-Class coupe dan convertible dapat varian AMG yang bukan berjenis AMG Line. E-Class AMG betulan dari dulu selalu berbentuk sedan atau estate.

Untuk Mercedes-AMG CLS53, ini sama sekali bukan seperti CLS55 AMG yang dulu meraung keras bak monster dengan mesin V8 twin turbo bawaannya. Mercedes-AMG 53 – baik itu CLS53 atau E53 – akan mengusung mesin 3.000 cc 6 silinder segaris dengan bantuan twin turbo dan hybrid. Senang sekali melihat mesin 6 silinder segaris masih hidup di mobil-mobil baru, karena biasanya suara mesin 6 silinder segaris itu merdu. Biasanya lho ya.

Mesin twin turbo standar Mercedes-AMG 53 bisa menghantarkan 435 hp dan 520 Nm, namun ada sistem EQ Boost starter-alternator yang siap memberikan ekstra tenaga 21 hp dan torsi 250 Nm kala dibutuhkan. EQ Boost starter-alternator juga memberi asupan listrik bagi sistem elektrikal mobil yang punya tegangan 48V. Transmisi otomatis AMG Speedshift TCT 9G 9 percepatan dikawinkan ke sistem penggerak AWD Performance 4Matic+ AMG yang memiliki variasi setelan.

Kedua turbo di mesin 6 silinder ini terdiri dari satu turbo biasa dan satu kompresor listrik tambahan, sementara unit EQ Boost terpasang di antara mesin dan transmisi. Kompresor listrik menghasilkan tekanan muatan tinggi tanpa jeda saat mobil berjalan dengan bantuan sistem EQ Boost, sehingga mesin 6 silinder ini bisa berlari mulus tanpa lag. FYI, sistem beginian mirip beberapa supercar hybrid yang sudah rilis duluan.

Tujuan utamanya adalah untuk menjamin konsumsi bahan bakar yang efisien dan emisi rendah namun tetap menawarkan performa dan dinamika AMG yang sesungguhnya. CLS 53 baru mengklaim akselerasi 0-100 dalam 4,5 detik dan kecepatan tertinggi hingga 270km/h, dan di saat yang sama menawarkan konsumsi BBM sebesar 8,5L/100km. Menarik bukan? Oh ya, jangan salah sangka, kami tetap tidak menganggap kalau CLS baru itu cantik, tapi kalau E-Class sih cantik.

Sasis Mercedes-AMG 53 sudah dilengkapi suspensi udara multi-chamber, steering knuckle baru, camber yang lebih negatif di keempat roda dan bantalan baru yang lebih kuat. Sebagai sambutan awal, akan ada varian Edition 1 khusus dari CLS 53 4Matic+ yang dibuat lebih eksklusif berkat interior khusus dengan detail berwarna copper alias tembaga, kulit Nappa hitam dengan jahitan tembaga, ambient lighting dan masih banyak lagi. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: